RRI Pro2 Goes to Campus-IAIN Purwokerto

Hari ini Kamis, 28 September 2017 Fakultas Dakwah kedatangan Tamu dari RRI Purwokerto. RRI yang senantiasa berusaha mengembangkan siaran pendidikan untuk mencerahkan, mencerdaskan dan memberdayakan serta mendorong kreativitas masyarakat dalam rangka membangun karakter bangsa melaksanakan kegiatan Pro 2 Geos to Campus. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall IAIN Purwokerto dan berlangsung meriah dengan semangat mahasiswa yang sebagian besar adalah mahasiswa KPI yang berkecimpung di dunia komunikasi dan broadcascting.
Acara yang diprakarsai oleh Budiningrum, S.Sos. selaku Kepala RRI Purwokerto ini mengangkat tema Menangkal Berita Hoax. Acara ini diisi oleh Pakar Media, Dr. H. Abdul Basit, M.Ag dan Warto, M.Kom. dalam sesi diskusi yang dimoderatori oleh mahasiswa KPI, Faniatul Hayah, Warto menerangkan Fenomena Hoax sudah ada sejak jaman Rasulullah. Fenomena ini makin diperkuat dengan majunya teknologi. Kita yang awalnya hanya mengenal click untuk mencari data dan berita di media, sekarang menjadi bertambah dengan share. Kebiasaan masyarakat sekarang yang suka dengan share ditangkap para kapitalis yang berkecimpung di bidang media sebagai peluang pasar. Sebagian besar penyebaran Hoax dari text, dan diperkuat dengan dukungan oleh gambar di media.
Warto memaparkan beberapa Ciri berita Hoax, yaitu :
1. Judul berita terkesan bombastis dan provokatif
2. Sumber berita meragukan. Hal itu bisa terlihat dari URL dan website yang mengeluarkan berita tersebut.
Abdul basit menambahkan, Pemerintah dan seluruh elemen termasuk Aparat keamanan dan MUI sudah banyak melakukan pencegahan peredaran berita Hoax, namun dibutuhkan kesatuan dan kesadaran bersama untuk menanggulanginya. Beberapa hal yang dilakukan untuk pencegahan penyebaran berita Hoax antara lain :
1. Merubah Perundang-perundangan terkait ITE dan memasukkan Hoax ke dalam salah satu cybercrime (kejahatan di dunia maya) dan di denda sampai 1 milyar
2. Pemerintah menutup situs yang berbahaya yang banyak menyebarkan berita Hoax, termasuk situs berbau kekerasan dan pornografi
3. Memberikan pendidikan internet agar melek teknologi. Kesiapan semua itu di teknologi sudah ada, cuma kadang tidak digunakan
4. Pendidikan karakter di sekolah, Sehingga generasi muda bisa bersikap kritis atas beredarnya berita Hoax tersebut
5. Penegak hukum juga ikut serta memerangi Hoax
Selain diskusi tentang Hoax, kegiatan juga dimeriahkan oleh Grup musik dari UKM Master “Pena pagi“ dan Muhammad Assabiq, Radio Star RRI Tahun 2016 yang melantunkan beberapa lagu.
Diharapkan kegiatan ini bisa berlanjut dan berkesinambungan, sebagai sarana pembelajaran mahasiswa IAIN Purwokerto, khususnya mahasiswa KPI demikian tutur Najib, Wadek III Fakultas Dakwah. Kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menambah kompetensi mahasiswa kita dan berharap bisa membantu memantapkan komunitas Broadcasting “STAR FM” untuk mulai berkiprah melalui streaming.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *