Pendekatan Teknologi, Trend Baru Industri Dakwah

Di era sekarang ini perubahan dalam berdakwah adalah sebuah keniscayaan, bila tidak diikuti maka akan tertinggal, yang harus berubah bukan hanya unsur teknologi saja tapi juga unsur Da’i, mad’u dan kemasan pesan yang akan disampaikan, pada era industri 4.0 ini dakwah dituntut profit oriented dengan tidak meninggalkan niat tulusnya, boleh saja tidak profit oriented tapi akan sulit untuk mengikuti.
Hal di atas bisa menjadi pertimbangan dalam berdakwah dengan desain yang disesuaikani kondisi saat ini. Demikian dikatakan Prof. Dr. Abdul Basit dalam Seminar Nasional Tantangan Profesi Dakwah Menghadapi Era Industri 4.0, Rabu (07/11/2018) di Hall Perpustakaan IAIN Purwokerto. Antusias mahasiswa mengikuti seminar ini sangat tinggi terbukti tidak satupun kursi kosong tersedia.
Basit menambahkan pra syarat seorang Da’i adalah memilki mental dan skill yang kuat, mudah beradaptasi dengan masyarakat, kemudian mempunyai literasi data, teknologi dan manusia itu sendiri dan mampu berkomunikasi dengan baik. “problem sosial akibat dampak dari era teknologi menjadi tantangan dan peluang dakwah, peran itu harus kita ambil apalagi dakwah tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah, “pintanya.
Pada sesi kedua Ecep S. Yasa yang juga Dosen Universitas Indonesia sepakat bahwa dakwah konvensional mulai tidak diminati kecuali yang dilakukan oleh Da’i kondang, era saat ini dakwah inovatif dengan pendekatan teknologi mulai digemari, ini adalah trend baru industri dakwah mengingat kesibukan orang yang membuat tidak ada waktu untuk menghadiri kajian.
Ecep mengingatkan jangan bermimpi menjadi Da’i hebat, tapi harus kreatif dan pandai melihat peluang ini misalnya dengan mendirikan production house dengan menciptakan produk-produk dakwah yang dapat dinikmati dari ruang privasi. “bangunlah network, dan jangan malu belajar public speaking untuk mempengaruhi orang lain, “pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *