MHQ 10 JUZ: Tiga Terbaik Lanjut Ke Final

HUMAS- Pelaksanaan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) pada IPPBMM VII dimulai pada Rabu (25/4) dari pukul 7.30 s/d 16.30 WIB. Dibagi dalam 2 cabang, yakni 30 juz dan 10 juz, Untuk MHQ 30 juz dilaksanakan di Gedung Pascasarjana Lt.3 sedangkan MHQ 10 juz dilaksanakan di Gedung E Fakultas Dakwah Lt.3. Peserta MHQ 10 juz dari IAIN Purwokerto adalah Mochammad Farih kategori putra dan Rifa Satia pada kategori putri. Sedangkan Untuk 30 Juz putra atas nama Aji Quratul Ain dan kontingen putri Ainiyatul Latifah.
Penanggung Jawab MHQ 10 Juz M. Wildan Humaidi menjelaskan kriteria penilaian pada cabang itu terdiri dari tiga kriteria antara lain tahfiz skor maksimum 50, tajwid 25, fashahah dan adab 25 sehingga skor akumulasi maksimu berjumlah 100. Karena banyaknya peserta kategori 10 Juz maka untuk hari pertama dilaksanakan tahap penyisihan. Sedangkan final akan dilaksanakan pada Kamis (26/4) ditempat yang sama mulai pukul 8.00 WIB. Final tersebut untuk memperebutkan juara 1, 2, dan 3 untuk kategori putra dan putri.
Adapun yang akan melaju ke babak final putra adalah Ibrahim Abdul Jabbar dari UIN SGD Bandung, Moh. Sofi dari IAIN Jember, dan Bagus Salim Mugofar dari UIN MMI Malang. Untuk kategori putri akan melaju pada babak final antara lain Zulfa Sa’adatul Izzah dari UIN Walisongo Semarang, Nadia Yuli Zurrahmati dari UIN Mataram, dan Ro’yu Nahriyah dari UIN SGD Bandung.
Sementara untuk juara harapan telah ditetapkan oleh dewan juri, pada kategori MHQ 10 juz putri juara harapan antara lain Ama Faridatul Husna Jamil dari UIN MMI Malang sebagai harapan satu, Dewi Kholisotuz Zulfa dari STAIN Kediri harapan dua, dan Ismiatul Azizah dari UIN RI Lampungsebagai harapan tiga. Adapun juara harapan MHQ 10 juz putra adalah Fauzaz Su’ufan dari UIN SMH Banten harapan satu, Kholilurrahman dari UIN Ar-Raniry Aceh harapan dua, dan M. Nailul Rifqi dari UIN Walisongo Semarang sebagai harapan tiga.
Adapun alur pelaksanaan lomba dilaksanakan dengan sistem undian baik urutan peserta maupun soalnya. Dewan juri membacakan 3 suratan dalam amplop kemudian dilanjutkan oleh peserta kemudian dilanjut proses penilaian. Pada pelaksanaan lomba tersebut Wildan menilai untuk kelancaran proses hafalan kontingen putra lebih lancar dibanding peserta putrinya. “Banyak dari peserta terlihat nervous”.pungkasnya. (az/van)

Kata kunci Anda:

jurnal gender dan agamapdf gender dan agama
Share it:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *