KPK Gelar Seminar Corruption and Sophisticated Crime di IAIN Purwokerto

Purwokerto, 15 Oktober 2019, bekerja sama dengan IAIN Purwokerto, KPK menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Corruption and Sophisticated Crime – dalam Kaidah Pemaknaan OTT” pada Selasa 15 Oktober 2019 di Hall Perpustakaan IAIN Purwokerto.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Yadyn, SH., MH., Jaksa Penuntut Umum KPK, Rektor IAIN Purwokerto, Dr. KH. Moh. Roqib, M.Ag., dan Wakil Rektor III, Dr. Sulkhan Chakim, MM. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa IAIN Purwokerto dari berbagai jurusan.

Dalam pemaparannya, Rektor IAIN Purwokerto menyampaikan bahwa sosialisasi tentang korupsi dan kejahatan teknologi canggih ini mendesak untuk disampaikan, terutama kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

“Setiap individu sejatinya adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Pada posisi pemimpin inilah seseorang sangat rentan terhadap godaan korupsi. Korupsi bukan hanya bermakna sempit, yakni finansial, tidak disiplin waktu pun merupakan sebuah bentuk korupsi”.

Sementara Wakil Rektor III, dalam sambutannya menyampaikan antara lain bahwa seluruh kegiatan mahasiswa akan didukung termasuk dalam hal finansial. Dukungan tersebut diberikan berikut tanggung jawabnya, maka tanggung jawab dalam bentuk LPJ menjadi penting, karena di situlah pengawasan dan audit akan dilakukan. Sebab, segala penggunaan dana di dalam institusi ini akan diaudit, dari tingkat paling dasar hingga paling tinggi.

Dr. Yadyn dalam sesinya menyampaikan antara lain bahwa tindak korupsi sudah berkembang sedemikian cepat dan canggih, uang yang dikorupsi bukan lagi dalam bentuk uang tunai (cash), cek, dan metode-metode pembayaran biasa, namun sudah bermetamorfosis dalam bentuk bitcoins, crypto currency, mengambil uang di luar negeri, dsb. Maka cara mengatasinya harus dengan pengetahuan dan teknologi yang lebih canggih lagi.

Dr. Yadyn juga memaparkan contoh-contoh teknologi mutakhir yang dipakai dalam tindak korupsi, beberapa kasuk Operasis Tangkap Tangan (OTT) yang ditelusuri melalui jejak-jejak digital. Selain itu, beliau juga menerangan tentang definisi gratifikasi, jenis-jenisnya, dan apa yang termasuk gratifikasi dan bukan.

“Seiring berkembangnya teknologi, cara pengawasan dan pelaporan juga harus cepat, tepat, dan praktis. Para pejabat, ASN, dan seluruh penyelenggara negara diwajibkan melaporkan barang-barang gratifikasi dengan cara datang langsung ke KPK, lewat email, dan telepon. Pada tahun tahun 2017, KPK meluncurkan aplikasi GOL (Gratifikasi On Line), yang bisa diunduh di Play Store atau Google Play dan diaplikasikan pada iOS dan Android sehingga setiap orang bisa melaporkan gratifikasi yang diterimanya dengan cepat” tambahnya.

Seminar ditutup setelah beberapa pertanyaan diajukan oleh mahasiswa dan didiskusikan secara komprehensif oleh narasumber. Pertanyaan terbaik berhak mendapatkan souvenir menarik.  Dr. Yadyn dan Rektor IAIN Purwokerto berharap agar hasil sosialisasi tersebut dapat disebarluaskan  kepada teman-teman mahasiswa maupun rekan kerja yang tidak bisa hadir juga kepada lingkungan sekitar.