KETIKA FUAH BERBICARA SOAL BISNIS

 

Purwokerto- Senin (16/9) Fakultas Ushuludin, Adab, dan Humaniora (FUAH) mengadakan seminar dengan tema “Membangun Skill Entrepreneurship Mahasiswa di Era Disrupsi sebagai Modal Kompetensi Diri” di Hall Perpustakaan IAIN Purwokerto. Acara yang dihadiri oleh 247 peserta itu menghadirkan Prof. Dr. Sutrisno, M. Ag. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai pembicara.

Prof. Sutrisno memaparkan soal dimensi entrepreneurship yang beragam. Mahasiswa, diharapkan mampu mengambil peluang sesuai dengan minatnya. Menurutnya, mahasiswa harus punya wawasan yang luas. Tidak hanya terpaku ilmu di bangku kuliah, tetapi harus terus mengembangkan bakat diri. Oleh karena itu mahasiswa harus terus mencoba sesuatu yang baru agar mampu bersaing di era disrupsi. Mahasiswa harus mampu memaksimalkan teknologi agar lebih kreatif.

Menurutnya, mahasiswa harus belajar dan terus mencari pengalaman. Meskipun gagal harus terus semangat berjuang. “Jatuh terpeleset itu tidak menakutkan, yang menakutkan ketika jatuh dan tidak bisa bangkit lagi,” ungkap dosen yang juga WR 1 UIN Sunan Kalijaga tersebut disambut tepuk tangan peserta. “Sebagai mahasiswa, khususnya FUAH, diharapkan mampu melihat peluang agar tercipta atau mewujudkan kompetensi diri yang siap saing ketika lulus nanti,” pungkasnya.

Seminar dibuka oleh Rektor IAIN Purwokerto, Dr. K.H. Moh, Roqib, M.Ag. Dalam sambutannya, rektor mengapresiasi upaya FUAH dalam mengakomodir kecakapan mahasiswa dalam bidang entrepreneur. Menurutnya ini merupakan terobosan yang sangat luar biasa. Jika biasanya seminar enterpreneurship diadakan oleh fakultas ekonomi, maka mengadakan seminar entrepreneurship bagi FUAH adalah sebuah tawaran baru bagi mahasiswa untuk bisa mengembangkan skill sesuai dengan tuntutan jaman.

Sejalan dengan itu, ketua panitia, Sidik Fauji, M.Hum. mengutarakan bahwa acara ini sebagai tawaran bagi mahasiswa FUAH untuk bisa mengembangkan potensinya di luar kajian perkuliahan. “Jadi harapannya, mahasiswa FUAH juga memiliki peluang untuk mengembangkan dirinya di luar disiplin keilmuan yang menjadi jurusannya. Untuk itu acara ini sebagai pemantik, agar mahasiswa bisa membaca peluang entrepreneur yang bisa dilakukan sembari menyelesaikan kuliah,” paparnya.

Acara ini juga menghadirkan Surya Febrian, seorang mahasiswa FUAH yang memiliki bisnis sampingan . Ia adalah satu di antara sekian banyak mahasiswa yang sukses mengembangkan bisnis untuk biaya kuliah. Ia dihadirkan untuk berbagi pengalaman dan wawasan enterprerenurship kepada para peserta seminar. [DIS]