Halal bi Halal IAIN Purwokerto Kuatkan Moderasi Beragama

 

Purwokerto— IAIN Purwokerto melakukan penguatan moderasi beragama dalam moment Halal Bi Halal Idul Fitri 1442 H dengan tema “Penguatan Moderasi Beragama untuk Meningkatkan Kualitas Tenaga Pendidik dan Kependidikan IAIN Purwokerto.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan pensiunan dari IAIN Purwokerto. Digelar secara offline di Auditorium utama IAIN Purwokerto dan online melalui Zoom Cloud Meeting. (19/05/2021)

“Mohon maaf lahir batin atas dosa-dosa dan kesalahan yang berlalu, baik yang disadari atau tidak, yang disengaja atau tidak, yang besar atau kecil, kesalahan lama atau baru, kesalahan individu ataupun kesalahan kedinasan, mohon maaf lahir batin dengan penuh keikhlasan,” ungkap perwakilan tenaga pendidik dan kependidikan IAIN Purwokerto .

Rektor IAIN Purwokerto Dr. KH. M. Roqib, M.Ag., mengatakan bahwa lebaran atau Idul Fitri tidak hanya milik masyarakat muslim, melainkan milik semua masyarakat Indonesia. Bahkan tradisi saling memaafkan saat Idul Fitri dilakukan oleh semua masyarakat Indonesia dari berbagai agama.

“Memang benar adanya Idul Fitri atau lebaran dicetuskan oleh umat Islam, tapi tradisi saling memaafkan ketika moment Idul Fitri dilaksanakan oleh semua masyarakat Indonesia dari berbagai agama baik Kristen, Katolik, dan lainnya,” katanya.

Rektor juga mengungkapkan sebuah penelitian bahwa lebaran atau Idul Fitri bisa menyembuhkan penyakit modernity.

“Lebaran atau Idul Fitri bisa menjadi obat penyakit modernity yang disebabkan oleh tradisi monoton dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya yang sama. Kemudian muncullah titik kejenuhan karena tidak ada aktivitas lain yang akhirnya mengkristal, maka terbentuklah sebuah bahkan berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakit ini bisa disembuhkan ketika kita berlebaran dengan bertemu sanak saudara,” ungkapnya.

Saling memaafkan, bergurau dalam kebersamaan akan membuat hati dan pikiran bahagia.

“Kegiatan saling memaafkan, bergurau, mengobrol santai, menyantap makanan tradisional bersama-sama dengan sanak saudara bahkan dengan teman lama ini yang membuat hati dan pikiran kita bahagia,” pungkasnya. (Tim Media 2021)

Print Friendly, PDF & Email