Fakultas Dakwah Gelar Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umroh

Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto menyelenggarakan pelatihan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umroh di Hotel Rosenda Baturraden dari tanggal 12 – 20 Desember 2019. Acara yang diikuti oleh 82 peserta itu dibuka oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Prof. Dr. Nizar di Hotel Rosenda Baturraden, pada Kamis, (12/12) malam.

Turut mendampingi Dirjen PHU, Rektor Dr. Moh. Roqib, Dekan Fakultas Dakwah Prof. Dr. Abdul Basit dan Kepala Biro AUAK Dr. Masmin Afif.

Menurut Dirjen, acara ini sebagai bentuk sinergi PHU dan Perguruan Tinggi di era legitimasi. Dengan maksud untuk mengukuhkan profesionalitas dengan standar pembimbing berupa sertifikat. Melalui pembimbing yang tersertifikasi inilah, harapannya mampu merealisasikan visi misi PHU.

Setelah membuka acara, Prof. Dr. H. Nizar, M. melanjutkan dengan materi “Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji”.

Rangkaian materi yang menjadi bahan pelatihan meliputi kebijakan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan haji; kebijakan penyelenggaraan haji di arab saudi/ taklimatul hajj; tradisi dan kultur sosial Budaya Arab; kebijakan pelayanan kesehatan jemaah haji; bimbingan manasik haji dan ziarah; fiqh haji dan permasalahannya; hikmah filosofi haji; manajemen pembimbingan manasik haji; problematika penyelenggaraan ibadah haji; tugas dan fungsi pembimbing manasik haji; pengenalan situs Islam dan sirah nabawiyah; manajemen perhajian Indonesia; bimbingan manasik haji bagi wanita; praktek manasik haji; analisis praktek manasik haji; strategi dan metodologi pembimbingan manasik haji di Tanah Air dan di Arab Saudi; psikologi jamaah; percakapan Bahasa Arab; tehnik komunikasi dalam bimbingan haji dan umroh; pembuatan rencana kerja operasional; praktek penyusunan rencana kerja operasional; dan pengembangan kepribadian pembimbing haji dan umroh.

Ketua panitia penyelenggara Dr. Khusnul Khotimah mengatakan bahwa tujuan acara sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah untuk meningkatkan kualitas, kreativitas dan integritas pembimbing manasik agar mampu melakukan aktualisasi potensi diri dan bertugas secara profesional.

“Juga untuk memberikan pengakuan dan perlindungan atas profesionalitas pembimbing manasik dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab dan kewenangannya dalam memberikan bimbingan manasik sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ungkapnya.

Adapun assessor dari pelatihan ini adalah Dr. H. Hizbul Muflihin, M. Pd, Dr. H.A. Sidiq, MA. H. Mukhroji, M.Si, Dr. H. Faozan, Lc., dan Hj. Dzurrotun Nafisah, M. Si.

Print Friendly, PDF & Email