Bedah Buku: Pentingnya konseling Islam di Rumah Sakit

Guna memberikan pemahaman tentang pentingnya konseling Islam di Rumah Sakit. Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto menyelenggarakan Seminar dan Bedah Buku “Konseling Islam” dengan tema Peran Strategis dan Profesionalitas Layanan Bimbingan Rohani Islam di Rumah Sakit pada Senin, 14 Oktober 2019 di GSC IAIN Purwokerto.

Selain diikuti oleh para mahasiswa, acara tersebut juga dihadiri beberapa perwakilan Rumah Sakit di Kabupaten Banyumas.

Bedah Buku menghadirkan Prof. Dr. Abdul Basit, Dekan Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto sekaligus penulis buku Konseling Islam dan Samsudin Salim, M.Ag Manajer Bimbingan dan Pelayanan Islam RSI Sultan Agung Semarang.

Prof. Abdul Basit menceritakan pernah mengirimkan mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) untuk PPL di Rumah Sakit pada saat dirinya menjadi ketua jurusan BKI STAIN Purwokerto pada tahun 1999-2000.

“PPL di Rumah Sakit sempat ditertawakan karena biasanya konseling dan dakwah itu biasanya dilakukan di sekolah atau ceramah di Masjid, tapi karena terpacu tanggungjawab membangun keilmuan Konseling Islam maka pada tahun 2016 dan 2017 saya melakukan riset tentang paradigma konseling Islam di Rumah Sakit dan riset konsep kesehatan dalam perspektif Al Qur’an. Dari hasil riset tersebut melahirkan buku Konseling Islam pada tahun 2017” ungkapnya.

Buku tersebut memuat 238 halaman yang terdiri dari tiga bagian. Pada bagian ketiga berbicara tentang konseling Islam di Rumah Sakit yang meliputi peran penting, paradigma konseling Islam, pengelolaan dan pemberdayaan lembaga konseling Islam serta terapi Islam dalam pengobatan ruhani.

Pentingnya agama dalam konseling pasien diperkuat dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI Tahun 2017 bahwa Rumah Sakit wajib memberikan pelayanan dan konsultasi spiritual keagamaan yang sesuai kebutuhan untuk kesembuhan pasien, bahkan pengertian sehat menurut WHO meliputi Biologis, psikis, sosial dan spiritual.

“Paradigma baru kesehatan dinyatakan bahwa penyembuhan penyakit bukan hanya bersifat fisik saja, tetapi dibutuhkan pula penyembuhan yang bersifat mental spiritual sebagai pendukung, “jelas Prof. Basit.

Menurut Prof. Basit, posisi konseling Islam di rumah sakit bisa menjadi bagian dari struktur manajemen, menjadi bagian dari seksi kerohaian, menjadi bagian dari layanan yang ada atau pihak Rumah sakit bekerja sama dengan lembaga konseling Islam yang profesional.

“yang diberdayakan dalam konseling Islam di Rumah Sakit adalah sumber daya manusia, manajemen organisasi dan budaya organisasi, “katanya.

Acara kemudian dilanjutkan oleh Samsudin Salim yang menjelaskan tentang pelayanan kerohanian, tata kelola kerohanian dan peran petugas kerohanian di Rumah sakit.