Panduan Lengkap Tata Cara Haji Tamattu

sisca


Panduan Lengkap Tata Cara Haji Tamattu

Tata cara haji tamattu adalah serangkaian ibadah haji yang diawali dengan melakukan umrah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan ibadah haji pada bulan haji.

Tata cara haji tamattu memiliki beberapa keutamaan, di antaranya adalah dapat menghemat waktu dan biaya, serta memungkinkan jemaah untuk beribadah umrah dan haji dalam satu perjalanan. Sejarah mencatat bahwa tata cara haji tamattu telah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang tata cara pelaksanaan haji tamattu, mulai dari niat, syarat, hingga rukun dan wajib haji tamattu.

Tata Cara Haji Tamattu

Tata cara haji tamattu merupakan rangkaian ibadah haji yang dimulai dengan melakukan umrah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan ibadah haji pada bulan haji. Tata cara ini memiliki beberapa keutamaan, salah satunya adalah dapat menghemat waktu dan biaya, serta memungkinkan jemaah untuk beribadah umrah dan haji dalam satu perjalanan.

  • Niat
  • Syarat
  • Rukun
  • Wajib
  • Waktu Pelaksanaan
  • Tempat Pelaksanaan
  • Dam/Denda
  • Hikmah

Tata cara haji tamattu memiliki beberapa keunikan, di antaranya adalah adanya niat khusus untuk melakukan haji tamattu, serta adanya perbedaan dalam pelaksanaan rukun dan wajib haji dibandingkan dengan haji ifrad dan haji qiran. Jemaah haji tamattu juga harus memperhatikan waktu dan tempat pelaksanaan haji, serta memahami dam atau denda yang harus dibayar jika terjadi pelanggaran.

Niat

Niat merupakan salah satu rukun haji yang sangat penting. Niat adalah kehendak hati untuk melakukan ibadah haji sesuai dengan syariat Islam. Dalam tata cara haji tamattu, niat diucapkan ketika jemaah memulai ihram untuk umrah. Niat ini menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji yang dilakukan.

Tanpa niat, ibadah haji tidak akan sah. Oleh karena itu, jemaah haji harus memastikan bahwa niatnya benar dan sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan. Niat yang benar akan berdampak pada keabsahan ibadah haji yang dilakukan, sehingga jemaah haji akan mendapatkan pahala yang sempurna.

Berikut adalah contoh niat haji tamattu:

“Saya niat melaksanakan ibadah haji tamattu karena Allah Ta’ala.”

Niat ini diucapkan dalam hati ketika jemaah memulai ihram untuk umrah. Setelah mengucapkan niat, jemaah haji harus melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan.

Syarat

Syarat merupakan hal-hal yang harus dipenuhi oleh jemaah haji agar ibadahnya sah dan diterima oleh Allah SWT. Dalam tata cara haji tamattu, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya:

  • Islam

    Jemaah haji harus beragama Islam dan beriman kepada Allah SWT serta Rasul-Nya Muhammad SAW.

  • Baligh

    Jemaah haji harus sudah baligh atau dewasa, yaitu telah mencapai usia 15 tahun bagi laki-laki dan 14 tahun bagi perempuan.

  • Berakal sehat

    Jemaah haji harus berakal sehat dan tidak mengalami gangguan jiwa.

  • Mampu secara fisik dan finansial

    Jemaah haji harus mampu secara fisik dan finansial untuk melaksanakan ibadah haji.

Selain syarat-syarat tersebut, jemaah haji juga harus memenuhi syarat-syarat lainnya, seperti memiliki dokumen perjalanan yang sah, telah mendapatkan vaksin meningitis, dan telah melakukan vaksinasi COVID-19.

Rukun

Rukun haji adalah amalan-amalan pokok yang wajib dilaksanakan dalam ibadah haji. Rukun haji tidak boleh ditinggalkan, karena jika ditinggalkan maka haji tidak sah. Dalam tata cara haji tamattu, terdapat beberapa rukun yang harus dikerjakan, yaitu:

Baca Juga :  Apa yang Dimaksud Haji Wada, Ibadah Terakhir Rasulullah

1. Ihram
2. Tawaf qudum
3. Sa’i
4. Wukuf di Arafah
5. Mabit di Muzdalifah
6. Mabit di Mina
7. Melontar jumrah
8. Tawaf ifadah
9. Sa’i

Rukun-rukun haji ini harus dikerjakan secara berurutan dan tidak boleh ditinggalkan. Jika salah satu rukun haji ditinggalkan, maka haji tidak sah dan harus diulang pada tahun berikutnya.

Melaksanakan rukun haji dengan benar merupakan kewajiban bagi setiap jemaah haji. Dengan melaksanakan rukun haji dengan benar, ibadah haji akan menjadi mabrur dan diterima oleh Allah SWT.

Wajib

Wajib haji adalah amalan-amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji, namun tidak separah rukun haji. Jika wajib haji ditinggalkan, maka haji tetap sah, namun jemaah haji harus membayar dam atau denda.

Dalam tata cara haji tamattu, terdapat beberapa wajib haji yang harus dikerjakan, yaitu:

  1. Ihram dari miqat
  2. Bermalam di Mina pada malam hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
  3. Melontar jumrah Aqabah pada hari Idul Adha
  4. Mencukur atau menggunting rambut
  5. Tawaf wada’

Wajib haji ini harus dikerjakan dengan benar oleh jemaah haji. Jika salah satu wajib haji ditinggalkan, maka jemaah haji harus membayar dam atau denda. Dam atau denda yang harus dibayar bisa berupa menyembelih hewan, berpuasa, atau memberi makan fakir miskin.

Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan haji tamattu merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh jemaah haji. Waktu pelaksanaan haji tamattu dimulai pada bulan Syawal dan berakhir pada bulan Dzulhijjah. Jemaah haji yang melaksanakan haji tamattu harus memperhatikan waktu-waktu tersebut agar ibadahnya sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Salah satu waktu penting dalam haji tamattu adalah waktu untuk melakukan umrah. Umrah dalam haji tamattu dilakukan pada bulan Syawal atau Dzulqa’dah. Jemaah haji yang melaksanakan umrah pada waktu tersebut akan mendapatkan pahala yang lebih besar dibandingkan dengan melaksanakan umrah pada waktu lainnya.

Selain waktu untuk melakukan umrah, jemaah haji juga perlu memperhatikan waktu untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah. Jemaah haji harus berada di Mekah pada tanggal 8 Dzulhijjah untuk memulai rangkaian ibadah haji. Jika jemaah haji terlambat datang ke Mekah, maka ia tidak dapat melaksanakan ibadah haji pada tahun tersebut.

Tempat Pelaksanaan

Tempat pelaksanaan haji tamattu adalah Mekah dan sekitarnya. Jemaah haji harus melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji di tempat-tempat yang telah ditentukan, sesuai dengan syariat Islam.

Tempat-tempat penting yang menjadi tempat pelaksanaan haji tamattu antara lain Masjidil Haram, Masjidil Haram, Mina, Muzdalifah, dan Arafah. Jemaah haji harus melaksanakan ibadah haji sesuai dengan urutan dan tata cara yang telah ditetapkan. Misalnya, ihram dimulai dari miqat, tawaf qudum dilakukan di Masjidil Haram, wukuf di Arafah dilakukan di Padang Arafah, dan melontar jumrah dilakukan di Mina.

Tempat pelaksanaan haji tamattu sangat penting karena berkaitan dengan sah atau tidaknya ibadah haji yang dilakukan. Jika jemaah haji melaksanakan ibadah haji di tempat yang salah atau tidak sesuai dengan ketentuan, maka hajinya tidak sah dan harus diulang pada tahun berikutnya.

Dam/Denda

Dam atau denda merupakan salah satu konsekuensi yang harus dibayar oleh jemaah haji apabila melakukan pelanggaran atau meninggalkan wajib haji. Dalam tata cara haji tamattu, terdapat beberapa jenis dam yang harus dibayar, di antaranya:

  • Dam karena meninggalkan wajib haji

    Dam ini wajib dibayar oleh jemaah haji yang meninggalkan salah satu wajib haji, seperti tidak melaksanakan ihram dari miqat, tidak bermalam di Mina pada malam hari Tarwiyah, atau tidak mencukur atau menggunting rambut. Besaran dam yang harus dibayar adalah menyembelih seekor kambing atau sapi, atau berpuasa selama 10 hari.

  • Dam karena melanggar larangan ihram

    Dam ini wajib dibayar oleh jemaah haji yang melanggar larangan ihram, seperti memakai pakaian berjahit, menutup kepala, atau memotong kuku. Besaran dam yang harus dibayar adalah menyembelih seekor kambing atau sapi, atau berpuasa selama 10 hari.

  • Dam karena tidak melaksanakan tawaf wada’

    Dam ini wajib dibayar oleh jemaah haji yang tidak melaksanakan tawaf wada’ sebelum meninggalkan Mekah. Besaran dam yang harus dibayar adalah menyembelih seekor kambing atau sapi, atau berpuasa selama 10 hari.

  • Dam karena terlambat membayar dam

    Dam ini wajib dibayar oleh jemaah haji yang terlambat membayar dam karena alasan tertentu. Besaran dam yang harus dibayar adalah dua kali lipat dari dam yang seharusnya dibayar.

Baca Juga :  Cara Mendapatkan Pelayanan Terbaik di Asrama Haji Jogja untuk Ibadah Haji Lancar

Pembayaran dam bertujuan untuk mengganti atau menebus ibadah haji yang tidak dilaksanakan atau dilanggar. Dengan membayar dam, jemaah haji berharap hajinya tetap sah dan diterima oleh Allah SWT.

Hikmah

Hikmah adalah kebijaksanaan atau pelajaran yang dapat diambil dari suatu kejadian atau peristiwa. Dalam tata cara haji tamattu, terdapat banyak hikmah yang dapat diambil, di antaranya:

Pertama, haji tamattu mengajarkan kepada kita tentang pentingnya perencanaan dan persiapan. Jemaah haji harus mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik maupun mental, sebelum berangkat ke Tanah Suci. Perencanaan yang matang akan membantu jemaah haji melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.

Kedua, haji tamattu mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kesabaran dan keikhlasan. Ibadah haji adalah ibadah yang berat dan melelahkan. Jemaah haji harus bersabar dan ikhlas dalam menghadapi segala kesulitan dan cobaan selama melaksanakan ibadah haji. Kesabaran dan keikhlasan akan membantu jemaah haji mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Ketiga, haji tamattu mengajarkan kepada kita tentang pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam. Jemaah haji dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji. Perbedaan bahasa, budaya, dan negara tidak menjadi penghalang bagi jemaah haji untuk saling membantu dan mendukung. Persatuan dan kesatuan umat Islam akan memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjadi kekuatan besar bagi umat Islam di seluruh dunia.

Pertanyaan Seputar Tata Cara Haji Tamattu

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum seputar tata cara haji tamattu:

Pertanyaan 1: Apa saja syarat-syarat haji tamattu?

Syarat-syarat haji tamattu antara lain Islam, baligh, berakal sehat, mampu secara fisik dan finansial, serta memiliki dokumen perjalanan yang sah.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara melaksanakan umrah dalam haji tamattu?

Umrah dalam haji tamattu dilaksanakan seperti umrah pada umumnya, yaitu meliputi ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul.

Pertanyaan 3: Apa saja wajib haji tamattu?

Wajib haji tamattu antara lain ihram dari miqat, bermalam di Mina pada malam hari Tarwiyah, melontar jumrah Aqabah pada hari Idul Adha, mencukur atau menggunting rambut, dan tawaf wada’.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara membayar dam dalam haji tamattu?

Dam dalam haji tamattu dapat dibayar dengan menyembelih seekor kambing atau sapi, atau berpuasa selama 10 hari.

Baca Juga :  Pahami Seputar Ibadah Haji: Arti, Tujuan, dan Hikmahnya

Pertanyaan 5: Apa saja hikmah haji tamattu?

Hikmah haji tamattu antara lain mengajarkan tentang pentingnya perencanaan, kesabaran, keikhlasan, dan persatuan umat Islam.

Pertanyaan 6: Apa perbedaan antara haji tamattu, haji ifrad, dan haji qiran?

Perbedaan antara haji tamattu, haji ifrad, dan haji qiran terletak pada waktu pelaksanaan umrah dan perbedaan dalam pelaksanaan rukun dan wajib haji.

Demikian beberapa pertanyaan umum seputar tata cara haji tamattu. Bagi yang berencana melaksanakan ibadah haji dengan cara tamattu, diharapkan untuk mempelajari lebih dalam tentang tata cara pelaksanaannya agar ibadah hajinya dapat berjalan lancar dan mabrur.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang persiapan-persiapan yang perlu dilakukan sebelum berangkat haji.

Tips Melaksanakan Haji Tamattu

Tata cara haji tamattu memiliki beberapa keunikan dan perbedaan dibandingkan dengan haji ifrad dan haji qiran. Untuk memastikan ibadah haji tamattu berjalan lancar dan mabrur, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

Tip 1: Pahami Perbedaan Haji Tamattu, Ifrad, dan Qiran
Pelajari dengan baik perbedaan antara haji tamattu, haji ifrad, dan haji qiran, terutama terkait waktu pelaksanaan umrah dan perbedaan rukun dan wajib haji.

Tip 2: Persiapkan Fisik dan Mental
Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima. Persiapkan diri dengan berolahraga secara teratur dan menjaga kesehatan.

Tip 3: Rencanakan Perjalanan dengan Matang
Rencanakan perjalanan haji dengan matang, termasuk menentukan waktu keberangkatan, maskapai penerbangan, dan akomodasi.

Tip 4: Jaga Kesehatan Selama Ibadah Haji
Cuaca di Tanah Suci sangat panas dan melelahkan. Jaga kesehatan dengan minum banyak air, makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.

Tip 5: Hormati Aturan dan Tata Tertib
Hormati aturan dan tata tertib yang berlaku di Tanah Suci, seperti larangan merokok, membuang sampah sembarangan, dan memotong tanaman.

Tip 6: Bersikap Sabar dan Ikhlas
Ibadah haji adalah ibadah yang berat dan penuh tantangan. Bersikaplah sabar dan ikhlas dalam menghadapi segala kesulitan dan cobaan.

Tip 7: Manfaatkan Waktu dengan Baik
Waktu di Tanah Suci sangat berharga. Manfaatkan waktu dengan baik untuk beribadah, berdoa, dan memperbanyak amalan baik.

Tip 8: Jaga Persatuan dan Kesatuan
Jemaah haji dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci. Jaga persatuan dan kesatuan dengan saling membantu dan mendukung.

Dengan mengikuti tips-tips tersebut, Insya Allah ibadah haji tamattu dapat berjalan lancar dan mabrur. Ibadah haji merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah memahami tata cara dan persiapan haji tamattu, selanjutnya kita akan membahas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan setelah melaksanakan ibadah haji.

Kesimpulan

Tata cara haji tamattu merupakan salah satu cara melaksanakan ibadah haji yang banyak dipilih oleh umat Islam di Indonesia. Haji tamattu memiliki beberapa keunikan dan perbedaan dibandingkan dengan haji ifrad dan haji qiran, terutama terkait waktu pelaksanaan umrah dan perbedaan rukun dan wajib haji.

Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan haji tamattu antara lain:

  • Memahami perbedaan haji tamattu, haji ifrad, dan haji qiran.
  • mempersiapkan fisik dan mental dengan baik.
  • menjaga kesehatan selama ibadah haji.
  • menjaga sikap sabar dan ikhlas.
  • memanfaatkan waktu dengan baik.
  • menjaga persatuan dan kesatuan.

Dengan memahami tata cara dan mempersiapkan diri dengan baik, Insya Allah ibadah haji tamattu dapat berjalan lancar dan mabrur. Ibadah haji merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.



Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

sisca

Halo, Perkenalkan nama saya Sisca. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags