Panduan Niat Puasa Ramadan Sebulan: Cara Tepat dan Sah

sisca


Panduan Niat Puasa Ramadan Sebulan: Cara Tepat dan Sah

Niat puasa ramadhan sebulan adalah keinginan dan tekad yang kuat untuk menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Misalnya, seseorang mengucapkan “Saya niat puasa sunnah ramadhan sebulan penuh karena Allah ta’ala.”

Niat puasa ramadhan sebulan sangat penting bagi umat muslim karena merupakan syarat sahnya puasa. Tanpa niat, puasa yang dijalankan tidak akan mendapatkan pahala. Niat juga menjadi pembeda antara puasa wajib dan sunnah.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, niat puasa ramadhan sebulan diucapkan pada malam hari sebelum fajar menyingsing. Namun, seiring perkembangan waktu, niat diperbolehkan diucapkan kapan saja selama bulan Ramadan, asalkan sebelum waktu dzuhur.

Niat Puasa Ramadan Sebulan

Niat puasa ramadhan sebulan merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan ibadah puasa. Niat merupakan syarat sahnya puasa dan menjadi pembeda antara puasa wajib dan sunnah. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam niat puasa ramadhan sebulan, di antaranya:

  • Waktu niat
  • Tempat niat
  • Lafal niat
  • Ikhlas niat
  • Benar niat
  • Sahur
  • Berbuka
  • Qadha
  • Fidyah
  • Kafarat

Waktu niat puasa ramadhan sebulan adalah pada malam hari sebelum fajar menyingsing. Tempat niat tidak ditentukan, bisa di mana saja. Lafal niat puasa ramadhan sebulan adalah “Nawaitu shauma ghadin lillahi ta’ala” yang artinya “Saya niat puasa esok hari karena Allah ta’ala”. Niat harus dilakukan dengan ikhlas dan benar sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Sahur dan berbuka adalah sunnah dalam puasa. Qadha adalah mengganti puasa yang ditinggalkan. Fidyah adalah membayar denda karena tidak bisa menjalankan puasa. Kafarat adalah membayar denda karena membatalkan puasa dengan sengaja. Mempelajari aspek-aspek niat puasa ramadhan sebulan dengan baik akan membantu kita menjalankan ibadah puasa dengan benar dan mendapatkan pahala yang sempurna.

Waktu Niat

Waktu niat puasa ramadhan sebulan merupakan hal yang sangat penting. Niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar menyingsing. Jika niat dilakukan setelah fajar menyingsing, maka puasa tidak dianggap sah. Hal ini karena niat merupakan syarat sahnya puasa. Tanpa niat, puasa yang dijalankan tidak akan mendapatkan pahala.

Ada beberapa alasan mengapa waktu niat puasa ramadhan sebulan harus dilakukan pada malam hari. Pertama, karena pada malam hari hati manusia lebih tenang dan khusyuk. Kedua, karena pada malam hari lebih mudah untuk merenungkan dan mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa. Ketiga, karena pada malam hari lebih sedikit godaan dan gangguan yang dapat membatalkan puasa.

Contoh nyata dari waktu niat puasa ramadhan sebulan adalah ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya melakukan i’tikaf di masjid pada malam terakhir bulan Sya’ban. Mereka mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa dengan melakukan niat pada malam hari tersebut.

Memahami waktu niat puasa ramadhan sebulan dengan baik akan membantu kita menjalankan ibadah puasa dengan benar dan mendapatkan pahala yang sempurna. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu memperhatikan waktu niat puasa ramadhan sebulan dan menjalankannya sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Tempat Niat

Tempat niat puasa ramadhan sebulan tidak ditentukan secara khusus dalam syariat Islam. Artinya, niat puasa boleh dilakukan di mana saja, baik di rumah, di masjid, di tempat kerja, atau di tempat lainnya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan tempat niat puasa ramadhan sebulan, di antaranya:

  • Tempat yang Tenang dan Hening

    Sebaiknya memilih tempat yang tenang dan hening untuk melakukan niat puasa ramadhan sebulan. Hal ini karena tempat yang tenang dan hening akan membantu kita lebih fokus dan khusyuk dalam memanjatkan niat puasa.

  • Tempat yang Halal

    Tempat niat puasa ramadhan sebulan juga haruslah tempat yang halal. Artinya, tidak boleh melakukan niat puasa di tempat yang haram, seperti di tempat maksiat atau di tempat yang najis.

  • Tempat yang Suci

    Sebaiknya memilih tempat yang suci untuk melakukan niat puasa ramadhan sebulan. Hal ini karena tempat yang suci akan membantu kita lebih suci dan bersih dalam menjalankan ibadah puasa.

Dengan memperhatikan tempat niat puasa ramadhan sebulan dengan baik, insyaAllah kita akan mendapatkan pahala yang sempurna dari ibadah puasa yang kita jalankan.

Lafal niat

Lafal niat adalah ucapan yang diucapkan ketika seseorang berniat untuk melakukan ibadah puasa. Lafal niat puasa ramadhan sebulan merupakan hal yang sangat penting karena menjadi syarat sahnya puasa. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam lafal niat puasa ramadhan sebulan, di antaranya:

  • Rukun Niat

    Rukun niat puasa ramadhan sebulan terdiri dari tiga hal, yaitu:

    1. Qasd atau keinginan untuk berpuasa
    2. Ta’yin atau menentukan jenis puasa yang akan dilakukan (puasa ramadhan)
    3. Taqyid atau menentukan waktu pelaksanaan puasa (sebulan penuh)
  • Lafaz Niat

    Lafaz niat puasa ramadhan sebulan yang umum digunakan adalah “Nawaitu shauma ghadin lillahi ta’ala” yang artinya “Saya niat puasa esok hari karena Allah ta’ala”.

  • Waktu Niat

    Waktu niat puasa ramadhan sebulan adalah pada malam hari sebelum fajar menyingsing.

  • Tempat Niat

    Tempat niat puasa ramadhan sebulan tidak ditentukan secara khusus, bisa di mana saja.

Baca Juga :  Tips Niat Puasa Nabi Daud yang Benar

Dengan memperhatikan lafal niat puasa ramadhan sebulan dengan baik, insyaAllah kita akan mendapatkan pahala yang sempurna dari ibadah puasa yang kita jalankan.

Ikhlas Niat

Ikhlas niat merupakan salah satu aspek penting dalam niat puasa ramadhan sebulan. Ikhlas berarti melakukan sesuatu hanya karena Allah ta’ala, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia. Ikhlas niat dalam puasa ramadhan sebulan akan membuat puasa kita lebih bernilai dan berpahala di sisi Allah ta’ala.

  • Niat Semata-mata karena Allah ta’ala

    Ketika kita berniat puasa ramadhan sebulan, niat kita haruslah semata-mata karena Allah ta’ala. Kita tidak boleh berniat puasa karena ingin dipuji orang lain atau karena ingin mendapatkan pahala yang banyak. Niat yang ikhlas akan membuat puasa kita lebih bernilai di sisi Allah ta’ala.

  • Tidak Mengharapkan Imbalan

    Ketika kita berpuasa, kita tidak boleh mengharapkan imbalan dari manusia. Imbalan yang kita harapkan adalah dari Allah ta’ala. Kita harus ikhlas dalam berpuasa, tanpa mengharapkan imbalan apa pun dari dunia.

  • Menahan Diri dari Riya

    Riya adalah sikap ingin dipuji atau dihargai orang lain. Ketika kita berpuasa, kita harus menahan diri dari sifat riya. Kita tidak boleh berpuasa hanya karena ingin dipuji orang lain. Niat kita haruslah ikhlas, karena Allah ta’ala.

  • Menjaga Niat Sepanjang Puasa

    Ikhlas niat harus kita jaga sepanjang bulan ramadhan. Jangan sampai niat kita berubah karena godaan dunia. Kita harus tetap ikhlas dalam berpuasa, meskipun kita merasa lapar atau lelah.

Dengan menjaga ikhlas niat dalam puasa ramadhan sebulan, insyaAllah puasa kita akan lebih bernilai dan berpahala di sisi Allah ta’ala. Oleh karena itu, marilah kita selalu menjaga ikhlas niat dalam beribadah, termasuk dalam berpuasa ramadhan sebulan.

Benar niat

Dalam niat puasa ramadhan sebulan, benar niat sangatlah penting. Benar niat berarti niat yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Niat yang benar akan membuat puasa kita sah dan berpahala. Sebaliknya, niat yang salah akan membuat puasa kita tidak sah dan tidak berpahala.

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam benar niat, di antaranya:

  • Niat harus diniatkan karena Allah ta’ala. Artinya, kita berpuasa hanya karena ingin taat kepada Allah ta’ala, bukan karena alasan lain, seperti ingin dipuji orang lain atau ingin mendapatkan pahala yang banyak.
  • Niat harus diniatkan dengan ikhlas. Artinya, kita berpuasa dengan hati yang bersih, tanpa ada paksaan atau keterpaksaan.
  • Niat harus diniatkan dengan benar. Artinya, kita berpuasa sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Niat puasa ramadhan sebulan diucapkan pada malam hari sebelum fajar menyingsing, dengan lafal “Nawaitu shauma ghadin lillahi ta’ala” yang artinya “Saya niat puasa esok hari karena Allah ta’ala”.

Jika kita tidak benar dalam berniat, maka puasa kita tidak akan sah. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memperhatikan benar niat dalam niat puasa ramadhan sebulan. Dengan benar niat, insyaAllah puasa kita akan sah dan berpahala.

Sahur

Sahur adalah makan yang dilakukan sebelum fajar menyingsing pada bulan Ramadan. Sahur merupakan salah satu sunnah dalam berpuasa. Meskipun tidak wajib, namun sangat dianjurkan untuk melakukan sahur karena memiliki banyak manfaat.

Salah satu manfaat sahur adalah untuk mencegah rasa lapar dan lemas saat berpuasa. Dengan makan sahur, tubuh akan mendapatkan cadangan energi yang cukup untuk menjalankan aktivitas sehari-hari selama berpuasa. Selain itu, sahur juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga tidak mudah merasa pusing atau lemas saat berpuasa.

Sahur juga memiliki manfaat spiritual. Dengan melakukan sahur, kita menunjukkan kesungguhan kita dalam beribadah puasa. Sahur juga merupakan waktu yang tepat untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Selain itu, sahur juga dapat mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga, karena biasanya sahur dilakukan bersama-sama.

Dalam konteks niat puasa ramadhan sebulan, sahur memiliki peran yang sangat penting. Sahur menjadi penanda dimulainya waktu puasa. Dengan makan sahur, kita menyatakan bahwa kita berniat untuk berpuasa pada hari tersebut. Sahur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari niat puasa ramadhan sebulan.

Namun, perlu diingat bahwa sahur tidak menjadi syarat sahnya puasa. Sahur hanyalah sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan. Jika seseorang tidak sempat makan sahur, maka puasanya tetap sah. Meskipun demikian, sangat dianjurkan untuk melakukan sahur karena memiliki banyak manfaat seperti yang telah disebutkan di atas.

Baca Juga :  Rahasia Keutamaan Puasa Ramadhan yang Jarang Diketahui

Berbuka

Berbuka adalah kegiatan membatalkan puasa dengan makan dan minum. Berbuka merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam berpuasa, karena merupakan penanda berakhirnya waktu puasa. Berbuka juga menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam, karena merupakan saat di mana mereka dapat melepas dahaga dan lapar setelah berpuasa seharian.

Dalam konteks niat puasa ramadhan sebulan, berbuka memiliki peran yang sangat penting. Berbuka menjadi penanda berakhirnya waktu puasa pada hari tersebut dan dimulainya waktu makan dan minum. Berbuka juga menjadi penanda dimulainya waktu ibadah tarawih, yaitu ibadah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari selama bulan Ramadan.

Dalam praktiknya, berbuka dilakukan dengan memakan atau meminum sesuatu yang halal dan suci. Waktu berbuka dimulai sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar. Berbuka dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan keluarga, teman, atau orang lain. Berbuka bersama-sama biasanya dilakukan di masjid atau di rumah-rumah warga.

Berbuka memiliki banyak manfaat, baik dari segi kesehatan maupun dari segi spiritual. Dari segi kesehatan, berbuka dapat membantu mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa seharian. Berbuka juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga tidak mudah merasa pusing atau lemas saat berpuasa. Dari segi spiritual, berbuka dapat menjadi momen untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan. Berbuka juga dapat menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama umat Islam.

Qadha

Dalam konteks niat puasa ramadhan sebulan, qadha merupakan aspek penting yang perlu dipahami. Qadha adalah mengganti puasa yang ditinggalkan pada bulan Ramadan dengan puasa pada hari lain di luar bulan Ramadan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait qadha, di antaranya:

  • Waktu Qadha

    Waktu qadha adalah setelah bulan Ramadan berakhir. Qadha tidak boleh dilakukan pada bulan Ramadan karena dapat membatalkan puasa Ramadan.

  • Jumlah Hari Qadha

    Jumlah hari qadha adalah sama dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Misalnya, jika seseorang meninggalkan puasa selama 3 hari pada bulan Ramadan, maka wajib mengqadha puasa selama 3 hari setelah bulan Ramadan berakhir.

  • Urutan Qadha

    Tidak ada urutan khusus dalam mengqadha puasa. Puasa yang ditinggalkan dapat diganti kapan saja setelah bulan Ramadan berakhir.

  • Niat Qadha

    Ketika mengqadha puasa, niat yang diucapkan adalah “Nawaitu shauma qadha’i fardhi ramadhan lillahi ta’ala” yang artinya “Saya niat puasa qadha fardhu ramadhan karena Allah ta’ala”.

Qadha puasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang meninggalkan puasa pada bulan Ramadan dengan alasan yang tidak dibenarkan. Dengan mengqadha puasa, kewajiban puasa Ramadan tetap dapat dipenuhi dan pahala puasa tetap dapat diperoleh. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memahami dan melaksanakan qadha puasa dengan baik.

Fidyah

Dalam konteks niat puasa ramadhan sebulan, fidyah merupakan aspek yang perlu dipahami. Fidyah adalah denda atau tebusan yang wajib dibayar oleh seseorang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan alasan tertentu yang dibenarkan syariat.

  • Uang Tebusan

    Fidyah dapat dibayarkan dalam bentuk uang atau makanan pokok. Jumlah uang tebusan yang harus dibayarkan setara dengan satu mud makanan pokok (seperti beras, gandum, atau kurma) untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

  • Alasan Tidak Puasa

    Alasan yang dibenarkan syariat untuk tidak menjalankan puasa Ramadan antara lain sakit, perjalanan jauh, haid, nifas, menyusui, dan usia lanjut. Orang yang memiliki alasan tersebut wajib mengganti puasa yang ditinggalkan (qadha) dan membayar fidyah.

  • Waktu Pembayaran

    Fidyah wajib dibayarkan sebelum bulan Ramadan berikutnya tiba. Jika fidyah tidak dibayarkan tepat waktu, maka kewajiban fidyah tetap berlaku dan harus dibayarkan sesegera mungkin.

  • Penerima Fidyah

    Fidyah diberikan kepada fakir miskin atau orang yang membutuhkan. Pemberian fidyah dapat dilakukan secara langsung atau melalui lembaga amil zakat.

Dengan memahami dan melaksanakan fidyah dengan baik, kewajiban puasa Ramadan tetap dapat dipenuhi meskipun seseorang tidak mampu menjalankannya dengan alasan yang dibenarkan syariat. Fidyah juga menjadi bentuk kepedulian dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Kafarat

Kafarat adalah denda atau tebusan yang wajib dibayar oleh seseorang yang membatalkan puasa Ramadan dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Kafarat berbeda dengan fidyah yang dibayar oleh orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan alasan tertentu yang dibenarkan syariat.

Kafarat wajib dibayar karena membatalkan puasa Ramadan dengan sengaja merupakan dosa besar. Jenis kafarat yang harus dibayar adalah memberi makan 60 orang miskin atau berpuasa selama 60 hari berturut-turut. Jika tidak mampu memberi makan 60 orang miskin, maka dapat diganti dengan puasa selama 2 bulan berturut-turut.

Baca Juga :  Bagaimana Menentukan Puasa Hari Ke Berapa: Tips Penting untuk Puasa Ramadhan

Contoh nyata kafarat dalam niat puasa ramadhan sebulan adalah ketika seseorang membatalkan puasanya dengan sengaja karena makan atau minum. Orang tersebut wajib membayar kafarat dengan memberi makan 60 orang miskin atau berpuasa selama 60 hari berturut-turut. Jika tidak mampu memberi makan 60 orang miskin, maka dapat diganti dengan puasa selama 2 bulan berturut-turut.

Dengan memahami dan melaksanakan kafarat dengan baik, seseorang dapat terhindar dari dosa besar karena membatalkan puasa Ramadan dengan sengaja. Kafarat juga menjadi bentuk penebusan dosa dan bentuk kepedulian kepada sesama yang membutuhkan.

Pertanyaan Umum Seputar Niat Puasa Ramadan Sebulan

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan mengenai niat puasa ramadhan sebulan, beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan niat puasa ramadhan sebulan?

Jawaban: Niat puasa ramadhan sebulan adalah keinginan dan tekad yang kuat untuk menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Pertanyaan 2: Kapan waktu niat puasa ramadhan sebulan?

Jawaban: Waktu niat puasa ramadhan sebulan adalah pada malam hari sebelum fajar menyingsing.

Pertanyaan 3: Bagaimana lafal niat puasa ramadhan sebulan?

Jawaban: Lafal niat puasa ramadhan sebulan yang umum digunakan adalah “Nawaitu shauma ghadin lillahi ta’ala” yang artinya “Saya niat puasa esok hari karena Allah ta’ala”.

Pertanyaan 4: Apa saja aspek yang perlu diperhatikan dalam niat puasa ramadhan sebulan?

Jawaban: Aspek yang perlu diperhatikan dalam niat puasa ramadhan sebulan antara lain waktu niat, tempat niat, lafal niat, ikhlas niat, dan benar niat.

Pertanyaan 5: Apakah sah puasa jika tidak berniat?

Jawaban: Tidak, puasa tidak sah jika tidak berniat. Niat merupakan syarat sahnya puasa.

Pertanyaan 6: Apakah boleh mengubah niat puasa setelah diucapkan?

Jawaban: Ya, boleh mengubah niat puasa setelah diucapkan, selama masih dalam waktu niat (sebelum fajar menyingsing).

Rangkaian pertanyaan dan jawaban di atas memberikan gambaran umum tentang niat puasa ramadhan sebulan. Dengan memahami niat puasa dengan baik, kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan benar dan mendapatkan pahala yang sempurna. Selanjutnya, artikel ini akan membahas tentang hal-hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam ibadah puasa ramadhan sebulan.

Transisi: Selain niat puasa, ada beberapa hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam ibadah puasa ramadhan sebulan, seperti waktu puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, dan tata cara berbuka puasa. Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas hal-hal tersebut secara lebih mendalam.

Tips Niat Puasa Ramadan Sebulan

Agar ibadah puasa ramadhan sebulan dapat dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan pahala yang sempurna, ada beberapa tips niat puasa yang perlu diperhatikan. Berikut adalah lima tips yang dapat diterapkan:

Tip 1: Niat Sebelum Fajar Menyingisng
Pastikan untuk mengucapkan niat puasa sebelum waktu fajar menyingsing. Niat yang diucapkan setelah fajar menyingsing tidak akan sah.

Tip 2: Ucapkan dengan Jelas dan Benar
Ucapkan lafal niat dengan jelas dan benar, sesuai dengan tuntunan yang berlaku. Kekeliruan dalam melafalkan niat dapat menyebabkan puasa tidak sah.

Tip 3: Niat dengan Ikhlas
Niat puasa harus dilandasi dengan keikhlasan karena Allah SWT. Hindari niat yang didasari oleh tujuan duniawi atau keinginan untuk dipuji orang lain.

Tip 4: Fokus dan Khusyuk
Ketika mengucapkan niat puasa, usahakan untuk fokus dan khusyuk. Hindari gangguan atau hal-hal yang dapat mengalihkan pikiran.

Tip 5: Istiqomah dalam Menjalankan Puasa
Setelah berniat puasa, istiqomahlah dalam menjalankannya selama sebulan penuh. Hindari membatalkan puasa dengan sengaja karena dapat mengurangi pahala puasa.

Dengan menerapkan tips niat puasa ramadhan sebulan di atas, kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan mendapatkan pahala yang sempurna. Niat yang benar dan ikhlas menjadi dasar bagi diterimanya ibadah puasa di sisi Allah SWT.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tentang hal-hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam ibadah puasa ramadhan sebulan, seperti waktu puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, dan tata cara berbuka puasa.

Kesimpulan

Niat merupakan hal yang sangat penting dalam ibadah puasa ramadhan sebulan. Niat yang benar dan ikhlas menjadi dasar diterimanya ibadah puasa di sisi Allah SWT. Artikel ini telah membahas berbagai aspek penting terkait niat puasa ramadhan sebulan, mulai dari waktu niat, lafal niat, hingga tips untuk menjaga niat puasa agar tetap istiqomah.

Beberapa poin utama yang dapat disimpulkan dari artikel ini adalah:

  1. Niat puasa ramadhan sebulan harus diucapkan sebelum fajar menyingsing.
  2. Niat puasa harus diucapkan dengan jelas dan benar, sesuai dengan tuntunan yang berlaku.
  3. Niat puasa harus dilandasi dengan keikhlasan karena Allah SWT, bukan karena tujuan duniawi atau keinginan untuk dipuji orang lain.

Dengan memahami dan mengamalkan niat puasa ramadhan sebulan dengan baik, kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan benar dan mendapatkan pahala yang sempurna. Marilah kita mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut bulan Ramadan dan melaksanakan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.



Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

sisca

Halo, Perkenalkan nama saya Sisca. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..