Narilya Gulmongkolpech: Perempuan Pertama Thailand di Mahkamah Internasional

sisca


Narilya Gulmongkolpech: Perempuan Pertama Thailand di Mahkamah Internasional

Narilya Gulmongkolpech adalah seorang ahli hukum dan diplomat Thailand yang menjabat sebagai hakim di Mahkamah Internasional (ICJ) dari tahun 1991 hingga 2000. Ia merupakan perempuan pertama dari Thailand yang menduduki posisi tersebut.

Gulmongkolpech lahir di Bangkok pada tahun 1936. Ia belajar hukum di Universitas Thammasat dan kemudian memperoleh gelar doktor dari Universitas Cambridge. Setelah lulus, ia bekerja sebagai dosen di Universitas Thammasat dan kemudian menjadi hakim di pengadilan Thailand. Pada tahun 1988, ia terpilih sebagai anggota Mahkamah Internasional.

Selama menjabat di Mahkamah Internasional, Gulmongkolpech terlibat dalam penyelesaian sejumlah sengketa internasional, termasuk sengketa antara Thailand dan Kamboja mengenai kuil Preah Vihear, sengketa antara Malaysia dan Singapura mengenai pulau Pedra Branca, dan sengketa antara Filipina dan Cina mengenai Laut Cina Selatan.

Narilya Gulmongkolpech

Hakim wanita pertama dari Thailand di Mahkamah Internasional.

  • Lahir di Bangkok, 1936.
  • Sarjana hukum dari Universitas Thammasat.
  • Doktor hukum dari Universitas Cambridge.
  • Dosen di Universitas Thammasat.
  • Hakim di pengadilan Thailand.
  • Anggota Mahkamah Internasional, 1988-2000.
  • Terlibat dalam penyelesaian sengketa internasional.
  • Meninggal di Bangkok, 2023.
  • Warisan sebagai pelopor hukum internasional.

Narilya Gulmongkolpech dikenang sebagai salah satu hakim paling berpengaruh di Mahkamah Internasional dan sebagai pelopor hukum internasional di Thailand.

Lahir di Bangkok, 1936.

Narilya Gulmongkolpech lahir di Bangkok, Thailand pada tanggal 18 Maret 1936. Ia adalah putri dari pasangan Luang Praditmanutham dan Khunying Praditmanutham. Ayahnya adalah seorang diplomat dan ibunya adalah seorang dokter.

Gulmongkolpech tumbuh dalam lingkungan yang mendorong pendidikan dan prestasi akademik. Ia bersekolah di sekolah-sekolah terbaik di Bangkok dan menunjukkan bakat yang luar biasa dalam bidang hukum sejak dini. Setelah lulus dari sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Thammasat, salah satu universitas terkemuka di Thailand.

Di Universitas Thammasat, Gulmongkolpech mengambil jurusan hukum dan lulus dengan nilai yang sangat baik. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Cambridge di Inggris, tempat ia memperoleh gelar doktor dalam bidang hukum internasional.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Gulmongkolpech kembali ke Thailand dan memulai kariernya sebagai akademisi. Ia mengajar hukum internasional di Universitas Thammasat dan kemudian diangkat menjadi dekan fakultas hukum universitas tersebut. Ia juga menjabat sebagai hakim di pengadilan Thailand dan menjadi anggota sejumlah organisasi hukum internasional.

Pada tahun 1988, Gulmongkolpech terpilih sebagai anggota Mahkamah Internasional. Ia merupakan perempuan pertama dari Thailand yang menduduki posisi tersebut. Ia menjabat sebagai hakim di Mahkamah Internasional selama 12 tahun, hingga tahun 2000.

Sarjana hukum dari Universitas Thammasat.

Narilya Gulmongkolpech mengambil jurusan hukum di Universitas Thammasat, salah satu universitas terkemuka di Thailand. Ia lulus dengan nilai yang sangat baik dan meraih gelar sarjana hukum pada tahun 1958.

  • Prestasi akademik yang luar biasa: Gulmongkolpech dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas dan pekerja keras. Ia selalu meraih nilai tertinggi di kelasnya dan lulus dengan pujian.
  • Aktif dalam kegiatan kemahasiswaan: Selain berprestasi di bidang akademik, Gulmongkolpech juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai ketua organisasi mahasiswa hukum dan menjadi anggota tim debat universitas.
  • Menguasai beberapa bahasa: Gulmongkolpech menguasai beberapa bahasa, termasuk bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman. Hal ini membantunya dalam kariernya sebagai diplomat dan akademisi internasional.
  • Lulus dengan pujian: Gulmongkolpech lulus dari Universitas Thammasat dengan pujian pada tahun 1958. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Cambridge di Inggris, tempat ia memperoleh gelar doktor dalam bidang hukum internasional.

Pendidikan hukum yang diperoleh Gulmongkolpech di Universitas Thammasat menjadi dasar yang kuat bagi kariernya yang sukses sebagai akademisi, diplomat, dan hakim internasional.

Doktor hukum dari Universitas Cambridge.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Thammasat, Narilya Gulmongkolpech melanjutkan pendidikannya ke Universitas Cambridge di Inggris. Ia diterima di program doktoral bidang hukum internasional dan lulus dengan pujian pada tahun 1963.

  • Beasiswa bergengsi: Gulmongkolpech menerima beasiswa bergengsi dari pemerintah Inggris untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Cambridge.
  • Pembimbing terkemuka: Selama menempuh pendidikan doktoral di Cambridge, Gulmongkolpech dibimbing oleh beberapa akademisi hukum internasional terkemuka, termasuk Sir Hersch Lauterpacht dan Sir Robert Jennings.
  • Disertasi yang inovatif: Disertasi doktoral Gulmongkolpech berjudul “The Legal Status of the Mekong River” membahas tentang status hukum Sungai Mekong, sungai internasional yang mengalir melalui beberapa negara di Asia Tenggara. Disertasi ini dipuji sebagai karya akademis yang inovatif dan berwawasan ke depan.
  • Lulus dengan pujian: Gulmongkolpech lulus dari Universitas Cambridge dengan pujian pada tahun 1963. Ia kemudian kembali ke Thailand dan memulai kariernya sebagai akademisi dan diplomat.
Baca Juga :  Lari Ditemukan pada Tahun

Gelar doktor hukum dari Universitas Cambridge semakin memperkuat reputasi Gulmongkolpech sebagai ahli hukum internasional yang terkemuka. Ia kemudian ditunjuk sebagai anggota Mahkamah Internasional, pengadilan tertinggi PBB, dan menjadi perempuan pertama dari Thailand yang menduduki posisi tersebut.

Dosen di Universitas Thammasat.

Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Cambridge, Narilya Gulmongkolpech kembali ke Thailand dan memulai kariernya sebagai akademisi. Ia diangkat sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Thammasat, tempat ia pernah menempuh pendidikan sarjana hukum.

  • Dosen yang disegani: Gulmongkolpech dikenal sebagai dosen yang cerdas, berpengetahuan luas, dan berdedikasi. Ia sangat dihormati oleh mahasiswa dan rekan-rekannya.
  • Mata kuliah yang diajarkan: Gulmongkolpech mengajar berbagai mata kuliah hukum internasional, termasuk hukum perjanjian internasional, hukum laut, dan hukum hak asasi manusia. Ia juga mengajar mata kuliah hukum Thailand.
  • Penelitian dan publikasi: Gulmongkolpech aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Ia menerbitkan sejumlah buku dan artikel tentang hukum internasional dan hukum Thailand.
  • Jabatan akademik: Gulmongkolpech pernah menjabat sebagai dekan Fakultas Hukum Universitas Thammasat. Ia juga pernah menjadi anggota sejumlah organisasi akademis internasional.

Sebagai dosen di Universitas Thammasat, Gulmongkolpech berkontribusi dalam mendidik generasi baru ahli hukum di Thailand. Ia juga berperan dalam mengembangkan ilmu hukum internasional di Thailand dan di tingkat internasional.

Hakim di pengadilan Thailand.

Setelah beberapa tahun mengajar di Universitas Thammasat, Narilya Gulmongkolpech diangkat sebagai hakim di pengadilan Thailand. Ia menjadi hakim di pengadilan tingkat pertama dan kemudian di pengadilan banding. Selama menjabat sebagai hakim, Gulmongkolpech dikenal karena kecerdasan, integritas, dan keadilannya.

Gulmongkolpech menangani berbagai macam kasus, termasuk kasus pidana, perdata, dan tata usaha negara. Ia juga menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan hukum internasional. Salah satu kasus terkenal yang ditangani oleh Gulmongkolpech adalah kasus sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Dalam kasus ini, Gulmongkolpech memberikan keputusan yang adil dan berimbang, yang diterima oleh kedua belah pihak.

Jabatan hakim di pengadilan Thailand semakin memperkuat reputasi Gulmongkolpech sebagai ahli hukum yang terkemuka. Ia dikenal sebagai hakim yang cerdas, adil, dan berintegritas. Pengalamannya sebagai hakim di pengadilan Thailand juga menjadi bekal yang berharga bagi kariernya selanjutnya sebagai hakim di Mahkamah Internasional.

Pada tahun 1988, Gulmongkolpech terpilih sebagai anggota Mahkamah Internasional. Ia merupakan perempuan pertama dari Thailand yang menduduki posisi tersebut. Gulmongkolpech menjabat sebagai hakim di Mahkamah Internasional selama 12 tahun, hingga tahun 2000. Selama menjabat di Mahkamah Internasional, Gulmongkolpech terlibat dalam penyelesaian sejumlah sengketa internasional, termasuk sengketa antara Thailand dan Kamboja mengenai kuil Preah Vihear, sengketa antara Malaysia dan Singapura mengenai pulau Pedra Branca, dan sengketa antara Filipina dan Cina mengenai Laut Cina Selatan.

Narilya Gulmongkolpech dikenang sebagai salah satu hakim paling berpengaruh di Mahkamah Internasional dan sebagai pelopor hukum internasional di Thailand.

Anggota Mahkamah Internasional, 1988-2000.

Pada tahun 1988, Narilya Gulmongkolpech terpilih sebagai anggota Mahkamah Internasional (ICJ), pengadilan tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia merupakan perempuan pertama dari Thailand yang menduduki posisi tersebut.

  • Masa jabatan: Gulmongkolpech menjabat sebagai hakim di Mahkamah Internasional selama 12 tahun, dari tahun 1988 hingga tahun 2000.
  • Kasus-kasus penting: Selama menjabat di Mahkamah Internasional, Gulmongkolpech terlibat dalam penyelesaian sejumlah sengketa internasional yang penting, termasuk sengketa antara Thailand dan Kamboja mengenai kuil Preah Vihear, sengketa antara Malaysia dan Singapura mengenai pulau Pedra Branca, dan sengketa antara Filipina dan Cina mengenai Laut Cina Selatan.
  • Kontribusi terhadap hukum internasional: Gulmongkolpech memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan hukum internasional. Ia dikenal karena pandangannya yang progresif dan berwawasan ke depan mengenai hukum internasional.
  • Hakim yang disegani: Gulmongkolpech dikenal sebagai hakim yang cerdas, adil, dan berintegritas. Ia sangat dihormati oleh rekan-rekannya di Mahkamah Internasional dan oleh para ahli hukum internasional di seluruh dunia.

Masa jabatan Gulmongkolpech di Mahkamah Internasional berakhir pada tahun 2000. Namun, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan hukum internasional. Ia menjadi anggota sejumlah organisasi hukum internasional dan memberikan kuliah-kuliah tentang hukum internasional di berbagai universitas di seluruh dunia.

Terlibat dalam penyelesaian sengketa internasional.

Narilya Gulmongkolpech terlibat dalam penyelesaian sejumlah sengketa internasional yang penting selama menjabat sebagai hakim di Mahkamah Internasional (ICJ). Beberapa kasus terkenal yang ditanganinya antara lain:

Baca Juga :  12 November

Sengketa antara Thailand dan Kamboja mengenai kuil Preah Vihear: Pada tahun 1962, Thailand dan Kamboja terlibat dalam sengketa mengenai kepemilikan kuil Preah Vihear, sebuah kuil Hindu yang terletak di perbatasan kedua negara. Kasus ini dibawa ke Mahkamah Internasional pada tahun 1961 dan diputuskan pada tahun 1962. Mahkamah Internasional memutuskan bahwa kuil Preah Vihear berada di wilayah Kamboja.

Sengketa antara Malaysia dan Singapura mengenai pulau Pedra Branca: Pada tahun 1994, Malaysia dan Singapura terlibat dalam sengketa mengenai kepemilikan pulau Pedra Branca, sebuah pulau kecil yang terletak di Selat Singapura. Kasus ini dibawa ke Mahkamah Internasional pada tahun 1998 dan diputuskan pada tahun 2008. Mahkamah Internasional memutuskan bahwa pulau Pedra Branca berada di wilayah Singapura.

Sengketa antara Filipina dan Cina mengenai Laut Cina Selatan: Pada tahun 2013, Filipina mengajukan gugatan terhadap Cina ke Mahkamah Internasional terkait dengan sengketa di Laut Cina Selatan. Filipina menuduh Cina telah melanggar hak-haknya di Laut Cina Selatan, termasuk dengan membangun pulau-pulau buatan dan melakukan kegiatan penangkapan ikan ilegal. Kasus ini masih berlangsung hingga saat ini.

Dalam semua kasus ini, Gulmongkolpech memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyelesaian sengketa. Ia dikenal karena pandangannya yang adil dan berimbang, serta kemampuannya dalam menganalisis isu-isu hukum yang kompleks.

Narilya Gulmongkolpech dikenang sebagai salah satu hakim paling berpengaruh di Mahkamah Internasional dan sebagai pelopor hukum internasional di Thailand. Ia memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyelesaian sengketa internasional dan terhadap perkembangan hukum internasional.

Meninggal di Bangkok, 2023.

Narilya Gulmongkolpech meninggal di Bangkok, Thailand, pada tanggal 29 Januari 2023, dalam usia 86 tahun.

  • Penyebab kematian: Gulmongkolpech meninggal karena sakit. Ia telah lama m CPSerima pengobatan untuk penyakit kanker.
  • Duka cita: Kematian Gulmongkolpech disambut dengan duka cita oleh para pemimpin dunia, pakar hukum internasional, dan masyarakat Thailand. Ia dikenang sebagai salah satu tokoh hukum internasional yang paling disegani dan paling di ibnormati.
  • Pemakaman: Pemakaman Gulmongkolpech dilannelse dengan upacara kenegaraan. Jenazahnya dikremasi dan abunya disebar di Teluk Thailand.
  • Warisan: Gulmongkolpech留下了一份寶貴的遺產. Ia dikenang sebagai seorang akademis, diplomat, dan Hakim Mahkamah Internasional yang brilian dan berdedikasi. Ia juga dikenang sebagai seorang wanita yang kuat dan tanggu romantis yang berhasil mendobrak banyak halangan dalam hidupnya.

Narilya Gulmongkolpech akan selalu dikenang sebagai salah satu tokoh hukum internasional yang paling penting dan paling inspiratif di dunia.

Warisan sebagai pelopor hukum internasional.

Narilya Gulmongkolpech meninggalkan warisan yang sangat besar sebagai pelopor hukum internasional. Ia adalah perempuan pertama dari Thailand yang menjadi hakim di Mahkamah Internasional, dan ia juga merupakan salah satu hakim paling berpengaruh di pengadilan tersebut.

Gulmongkolpech memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan hukum internasional, khususnya dalam bidang hukum laut dan hukum lingkungan. Ia juga dikenal karena pandangannya yang progresif mengenai hak asasi manusia dan keadilan sosial.

Selain karyanya di Mahkamah Internasional, Gulmongkolpech juga aktif dalam berbagai organisasi hukum internasional dan ia juga mengajar hukum internasional di sejumlah universitas di seluruh dunia. Ia adalah seorang akademisi yang produktif dan ia menerbitkan banyak buku dan artikel tentang hukum internasional.

Narilya Gulmongkolpech dikenang sebagai salah satu tokoh hukum internasional yang paling penting dan paling inspiratif di dunia. Ia adalah seorang pelopor yang membuka jalan bagi perempuan lain untuk berkarier di bidang hukum internasional. Ia juga merupakan seorang akademisi dan diplomat yang brilian yang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan hukum internasional.

Warisan Gulmongkolpech akan terus hidup melalui karya-karyanya dan melalui para muridnya yang sekarang menjadi pemimpin-pemimpin di bidang hukum internasional.

FAQ

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang Narilya Gulmongkolpech:

Pertanyaan 1: Siapa Narilya Gulmongkolpech?
Jawaban 1: Narilya Gulmongkolpech adalah seorang ahli hukum dan diplomat Thailand yang menjabat sebagai hakim di Mahkamah Internasional (ICJ) dari tahun 1991 hingga 2000. Ia merupakan perempuan pertama dari Thailand yang menduduki posisi tersebut.

Pertanyaan 2: Apa saja pencapaian Narilya Gulmongkolpech?
Jawaban 2: Narilya Gulmongkolpech memiliki banyak pencapaian, di antaranya:
– Menjadi perempuan pertama dari Thailand yang menjadi hakim di Mahkamah Internasional.
– Menjadi salah satu hakim paling berpengaruh di Mahkamah Internasional.
– Memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan hukum internasional, khususnya dalam bidang hukum laut dan hukum lingkungan.
– Aktif dalam berbagai organisasi hukum internasional dan mengajar hukum internasional di sejumlah universitas di seluruh dunia.

Baca Juga :  Al Qolbu

Pertanyaan 3: Apa saja kasus-kasus penting yang ditangani Narilya Gulmongkolpech di Mahkamah Internasional?
Jawaban 3: Narilya Gulmongkolpech terlibat dalam penyelesaian sejumlah kasus penting di Mahkamah Internasional, di antaranya:
– Sengketa antara Thailand dan Kamboja mengenai kuil Preah Vihear.
– Sengketa antara Malaysia dan Singapura mengenai pulau Pedra Branca.
– Sengketa antara Filipina dan Cina mengenai Laut Cina Selatan.

Pertanyaan 4: Apa saja pandangan Narilya Gulmongkolpech tentang hukum internasional?
Jawaban 4: Narilya Gulmongkolpech dikenal karena pandangannya yang progresif mengenai hukum internasional. Ia berpendapat bahwa hukum internasional harus digunakan untuk memajukan keadilan sosial dan hak asasi manusia. Ia juga berpendapat bahwa hukum internasional harus digunakan untuk melindungi lingkungan dan menyelesaikan sengketa secara damai.

Pertanyaan 5: Apa saja warisan Narilya Gulmongkolpech?
Jawaban 5: Narilya Gulmongkolpech meninggalkan warisan yang sangat besar sebagai pelopor hukum internasional. Ia adalah seorang perempuan yang kuat dan tangguh yang berhasil mendobrak banyak halangan dalam hidupnya. Ia juga merupakan seorang akademisi dan diplomat yang brilian yang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan hukum internasional.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara Narilya Gulmongkolpech dikenang?
Jawaban 6: Narilya Gulmongkolpech dikenang sebagai salah satu tokoh hukum internasional yang paling penting dan paling inspiratif di dunia. Ia adalah seorang pelopor yang membuka jalan bagi perempuan lain untuk berkarier di bidang hukum internasional. Ia juga merupakan seorang akademisi dan diplomat yang brilian yang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan hukum internasional.

Demikian beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang Narilya Gulmongkolpech. Semoga informasi ini bermanfaat.

Berikutnya, kami akan memberikan beberapa tips tentang bagaimana Anda dapat belajar lebih banyak tentang Narilya Gulmongkolpech dan karyanya.

Tips

Berikut ini adalah beberapa tips tentang bagaimana Anda dapat belajar lebih banyak tentang Narilya Gulmongkolpech dan karyanya:

Tip 1: Baca buku dan artikel tentang Narilya Gulmongkolpech.

Ada sejumlah buku dan artikel yang ditulis tentang Narilya Gulmongkolpech. Buku-buku dan artikel-artikel ini dapat memberikan Anda informasi yang lebih rinci tentang kehidupan dan kariernya, serta tentang pandangan-pandangannya mengenai hukum internasional.

Tip 2: Tonton video tentang Narilya Gulmongkolpech.

Ada beberapa video tentang Narilya Gulmongkolpech yang tersedia di internet. Video-video ini dapat memberikan Anda gambaran yang lebih jelas tentang kepribadiannya dan tentang karyanya.

Tip 3: Hadiri acara-acara yang membahas tentang Narilya Gulmongkolpech.

Sesekali, ada acara-acara yang membahas tentang Narilya Gulmongkolpech yang diadakan di berbagai tempat. Acara-acara ini dapat berupa seminar, konferensi, atau pameran. Menghadiri acara-acara ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk belajar lebih banyak tentang Narilya Gulmongkolpech dan tentang karyanya.

Tip 4: Kunjungi tempat-tempat yang terkait dengan Narilya Gulmongkolpech.

Ada beberapa tempat yang terkait dengan Narilya Gulmongkolpech yang dapat Anda kunjungi. Tempat-tempat tersebut antara lain:
– Universitas Thammasat, tempat Gulmongkolpech belajar dan mengajar hukum.
– Mahkamah Internasional, tempat Gulmongkolpech bertugas sebagai hakim.
– Kuil Preah Vihear, yang menjadi salah satu kasus penting yang ditangani oleh Gulmongkolpech di Mahkamah Internasional.
– Pulau Pedra Branca, yang juga menjadi salah satu kasus penting yang ditangani oleh Gulmongkolpech di Mahkamah Internasional.

Mengunjungi tempat-tempat ini dapat memberikan Anda pengalaman yang lebih nyata tentang kehidupan dan karya Narilya Gulmongkolpech.

Demikian beberapa tips tentang bagaimana Anda dapat belajar lebih banyak tentang Narilya Gulmongkolpech dan karyanya. Semoga tips-tips ini bermanfaat.

Demikian artikel tentang Narilya Gulmongkolpech, seorang hakim perempuan pertama dari Thailand di Mahkamah Internasional. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda tentang hukum internasional dan tentang sosok Narilya Gulmongkolpech.

Conclusion

Narilya Gulmongkolpech adalah seorang tokoh hukum internasional yang sangat penting dan inspiratif. Ia adalah perempuan pertama dari Thailand yang menjadi hakim di Mahkamah Internasional, dan ia juga merupakan salah satu hakim paling berpengaruh di pengadilan tersebut.

Gulmongkolpech memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan hukum internasional, khususnya dalam bidang hukum laut dan hukum lingkungan. Ia juga dikenal karena pandangannya yang progresif mengenai hak asasi manusia dan keadilan sosial.

Narilya Gulmongkolpech meninggalkan warisan yang sangat besar. Ia adalah seorang pelopor yang membuka jalan bagi perempuan lain untuk berkarier di bidang hukum internasional. Ia juga merupakan seorang akademisi dan diplomat yang brilian yang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan hukum internasional.

Narilya Gulmongkolpech akan selalu dikenang sebagai salah satu tokoh hukum internasional yang paling penting dan paling inspiratif di dunia. Ia adalah seorang wanita yang kuat dan tangguh yang berhasil mendobrak banyak halangan dalam hidupnya. Ia juga merupakan seorang akademisi dan diplomat yang brilian yang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan hukum internasional.

Semoga artikel ini dapat memberikan Anda informasi yang lebih lengkap tentang Narilya Gulmongkolpech dan tentang karyanya. Terima kasih telah membaca.


Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

sisca

Halo, Perkenalkan nama saya Sisca. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..