Makanan Enak di Jogja

sisca


Makanan Enak di Jogja

Jogja, kota yang terkenal dengan keindahan alamnya, juga menawarkan berbagai macam makanan lezat yang siap menggoyang lidah. Mulai dari makanan tradisional hingga makanan modern, semuanya tersedia di Jogja. Tak heran jika kota ini menjadi salah satu destinasi kuliner terpopuler di Indonesia.

Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Jogja, berikut adalah beberapa makanan lezat yang wajib Anda coba:

makanan enak di jogja

Jogja menawarkan beragam kuliner lezat, mulai dari makanan tradisional hingga modern. Berikut 8 makanan enak di Jogja yang wajib Anda coba:

  • Gudeg
  • Sate Klathak
  • Bakpia Pathok
  • Mie Ayam Bu Tumini
  • Angkringan Kopi Joss
  • Nasi kucing
  • Oseng-oseng Mercon
  • Tiwul

Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner lezat ini saat berkunjung ke Jogja. Dijamin, Anda akan ketagihan!

Gudeg

Gudeg adalah makanan khas Jogja yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah-rempah selama berjam-jam hingga empuk dan berwarna cokelat kehitaman. Gudeg biasanya disajikan dengan nasi, krecek, tahu, tempe, dan telur.

Ada dua jenis gudeg di Jogja, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah memiliki kuah yang lebih banyak dan rasanya lebih manis, sedangkan gudeg kering memiliki kuah yang lebih sedikit dan rasanya lebih gurih. Kedua jenis gudeg ini sama-sama lezat dan memiliki penggemarnya masing-masing.

Beberapa tempat makan gudeg yang terkenal di Jogja antara lain Gudeg Yu Djum, Gudeg Pawon, dan Gudeg Wijilan. Namun, Anda juga bisa menemukan gudeg yang tak kalah enak di warung-warung makan kecil atau bahkan di angkringan.

Selain rasanya yang lezat, gudeg juga dipercaya memiliki kandungan gizi yang tinggi. Nangka muda yang digunakan sebagai bahan utama gudeg kaya akan serat dan vitamin, sementara santan dan bumbu rempah-rempahnya mengandung antioksidan dan zat-zat bermanfaat lainnya. Jadi, selain memanjakan lidah, menyantap gudeg juga bisa menyehatkan tubuh.

Jadi, jika Anda berkunjung ke Jogja, jangan lupa untuk mencoba gudeg, makanan khas yang lezat dan bergizi.

Sate Klathak

Sate Klathak adalah makanan khas Jogja yang terbuat dari daging kambing muda yang dibumbui dengan garam dan merica, kemudian dibakar menggunakan jeruji besi (klathak) tanpa tusuk sate. Sate Klathak memiliki cita rasa yang khas, yaitu gurih dan sedikit manis, dengan tekstur daging yang empuk dan juicy.

  • Daging Kambing Muda

    Sate Klathak menggunakan daging kambing muda yang masih berumur sekitar 4-6 bulan. Daging kambing muda memiliki tekstur yang lebih empuk dan rasanya yang lebih gurih dibandingkan daging kambing dewasa.

  • Bumbu Minimalis

    Sate Klathak hanya dibumbui dengan garam dan merica, tanpa tambahan bumbu lainnya. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan cita rasa asli daging kambing muda yang gurih dan sedikit manis.

  • Dipanggang Menggunakan Klathak

    Sate Klathak dipanggang menggunakan jeruji besi (klathak) tanpa tusuk sate. Cara pemanggangan ini membuat daging matang secara merata dan memberikan aroma khas pada sate.

  • Disajikan dengan Gulai

    Sate Klathak biasanya disajikan dengan gulai yang terbuat dari santan dan bumbu rempah-rempah. Gulai ini berfungsi sebagai pelengkap dan menambah cita rasa sate.

Sate Klathak yang terkenal di Jogja antara lain Sate Klathak Pak Pong, Sate Klathak Pak Bari, dan Sate Klathak Pak Marto. Namun, Anda juga bisa menemukan Sate Klathak yang tak kalah enak di warung-warung makan kecil atau bahkan di angkringan.

Bakpia Pathok

Bakpia Pathok adalah makanan khas Jogja yang terbuat dari adonan tepung terigu yang diisi dengan kacang hijau yang dihaluskan dan dicampur dengan gula pasir. Bakpia Pathok memiliki bentuk bulat pipih dengan ukuran sekitar 5-7 cm dan tekstur yang lembut dan sedikit renyah.

  • Adonan Tepung Terigu

    Adonan Bakpia Pathok terbuat dari tepung terigu, gula pasir, dan margarin. Adonan ini diuleni hingga kalis dan dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil.

  • Isi Kacang Hijau

    Isi Bakpia Pathok terbuat dari kacang hijau yang dihaluskan dan dicampur dengan gula pasir. Kacang hijau yang digunakan biasanya adalah kacang hijau kupas yang sudah direndam dan dikukus hingga empuk.

  • Cetakan Pathok

    Bakpia Pathok dicetak menggunakan cetakan khusus yang disebut pathok. Cetakan ini terbuat dari besi atau kayu dan memiliki ukiran-ukiran khas pada permukaannya. Cetakan pathok digunakan untuk membentuk adonan dan memberikan motif pada Bakpia Pathok.

  • Dipanggang

    Bakpia Pathok dipanggang dalam oven hingga matang dan berwarna kecokelatan. Proses pemanggangan ini membuat Bakpia Pathok memiliki tekstur yang lembut dan sedikit renyah.

Baca Juga :  Makanan Surabaya

Bakpia Pathok yang terkenal di Jogja antara lain Bakpia Pathok 25, Bakpia Pathok 75, dan Bakpia Pathok Kurnia Sari. Namun, Anda juga bisa menemukan Bakpia Pathok yang tak kalah enak di toko-toko oleh-oleh atau bahkan di pasar-pasar tradisional.

Mie Ayam Bu Tumini

Mie Ayam Bu Tumini adalah salah satu kuliner legendaris di Jogja yang sudah berdiri sejak tahun 1958. Warung makan ini terkenal dengan mie ayamnya yang lezat dan gurih, dengan kuah kaldu ayam yang kental dan bumbu yang pas. Selain itu, Mie Ayam Bu Tumini juga terkenal dengan pangsit gorengnya yang renyah dan gurih.

Mie Ayam Bu Tumini menggunakan mie kuning yang lembut dan kenyal, dengan topping potongan daging ayam, jamur kuping, dan sayuran sawi. Kuah kaldunya terbuat dari kaldu ayam kampung yang direbus selama berjam-jam, sehingga menghasilkan kuah yang kental dan gurih. Bumbu yang digunakan untuk membuat kuah kaldu antara lain bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, dan sereh.

Pangsit goreng di Mie Ayam Bu Tumini juga menjadi salah satu daya tarik utama. Pangsit gorengnya terbuat dari adonan tepung terigu yang diisi dengan daging ayam cincang dan sayuran. Pangsit gorengnya digoreng hingga kering dan renyah, dengan rasa yang gurih dan sedikit manis.

Mie Ayam Bu Tumini terletak di Jalan Imogiri Timur No. 187, Jogja. Warung makan ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Harga semangkuk Mie Ayam Bu Tumini cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp15.000,-

Jika Anda berkunjung ke Jogja, jangan lupa untuk mencoba Mie Ayam Bu Tumini. Kuliner legendaris ini wajib Anda coba karena kelezatannya yang tak terlupakan.

Angkringan Kopi Joss

Angkringan Kopi Joss adalah salah satu kuliner khas Jogja yang unik dan melegenda. Angkringan ini menyajikan kopi hitam panas yang dicelupkan dengan arang membara, sehingga menghasilkan suara “joss” yang khas. Selain kopi joss, angkringan ini juga menyajikan berbagai makanan ringan seperti nasi kucing, sate usus, dan gorengan.

  • Kopi Joss

    Kopi joss adalah minuman kopi hitam panas yang dicelupkan dengan arang membara. Arang yang digunakan biasanya adalah arang batok kelapa yang sudah dibakar hingga membara. Ketika arang dicelupkan ke dalam kopi, akan terjadi reaksi kimia yang menghasilkan suara “joss” yang khas. Reaksi kimia ini juga membuat kopi memiliki rasa yang unik, yaitu sedikit pahit dengan aroma smoky.

  • Nasi Kucing

    Nasi kucing adalah nasi putih yang dibungkus dengan daun pisang dan dibentuk seperti kucing. Nasi kucing biasanya berisi sedikit lauk pauk, seperti sambal teri, oseng-oseng tempe, atau abon. Nasi kucing merupakan makanan ringan yang pas untuk menemani kopi joss.

  • Sate Usus

    Sate usus adalah sate yang terbuat dari usus ayam atau sapi yang dibumbui dan dibakar. Sate usus biasanya disajikan dengan bumbu kacang atau kecap manis. Sate usus merupakan makanan ringan yang gurih dan cocok untuk dinikmati bersama kopi joss.

  • Gorengan

    Angkringan Kopi Joss juga menyajikan berbagai gorengan, seperti tempe goreng, tahu goreng, dan pisang goreng. Gorengan merupakan makanan ringan yang renyah dan gurih, cocok untuk menemani kopi joss.

Angkringan Kopi Joss yang terkenal di Jogja antara lain Angkringan Lik Man, Angkringan Pak Sabar, dan Angkringan Wijilan. Namun, Anda juga bisa menemukan Angkringan Kopi Joss di berbagai tempat di Jogja, seperti di pinggir jalan atau di pasar-pasar tradisional.

Nasi kucing

Nasi kucing adalah makanan ringan khas Jogja yang berupa nasi putih yang dibungkus dengan daun pisang dan dibentuk seperti kucing. Nasi kucing biasanya berisi sedikit lauk pauk, seperti sambal teri, oseng-oseng tempe, atau abon. Nasi kucing merupakan makanan ringan yang pas untuk menemani kopi joss atau teh hangat.

Baca Juga :  Latar Belakang Republik Maluku Selatan

Nasi kucing dibuat dengan menggunakan beras berkualitas baik yang dimasak hingga pulen. Setelah nasi matang, nasi dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dan dibungkus dengan daun pisang. Kemudian, nasi kucing diberi lauk pauk secukupnya dan dibungkus kembali dengan daun pisang hingga rapat.

Lauk pauk yang digunakan untuk mengisi nasi kucing biasanya berupa sambal teri, oseng-oseng tempe, atau abon. Sambal teri terbuat dari teri medan yang digoreng kering dan dicampur dengan cabai, bawang merah, dan bawang putih. Oseng-oseng tempe terbuat dari tempe yang dipotong kecil-kecil dan ditumis dengan bumbu-bumbu dapur. Sedangkan abon terbuat dari daging sapi atau ayam yang disuwir-suwir dan dimasak dengan bumbu-bumbu hingga kering.

Nasi kucing biasanya dijual di angkringan atau warung-warung kecil di Jogja. Harganya sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp1.000,- hingga Rp2.000,- per bungkus. Nasi kucing juga bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional atau bahkan di stasiun kereta api.

Jika Anda berkunjung ke Jogja, jangan lupa untuk mencoba nasi kucing. Makanan ringan ini wajib Anda coba karena kelezatannya yang sederhana namun menggugah selera.

Oseng-oseng Mercon

Oseng-oseng mercon adalah makanan khas Jogja yang terbuat dari kikil sapi atau kambing yang dimasak dengan bumbu pedas. Oseng-oseng mercon memiliki cita rasa yang gurih, pedas, dan sedikit manis. Makanan ini biasanya disajikan dengan nasi putih dan lalapan.

  • Kikil Sapi atau Kambing

    Oseng-oseng mercon biasanya terbuat dari kikil sapi atau kambing. Kikil adalah bagian kaki sapi atau kambing yang memiliki tekstur kenyal dan gurih. Kikil yang digunakan untuk membuat oseng-oseng mercon biasanya sudah dibersihkan dan dipotong-potong kecil.

  • Bumbu Pedas

    Bumbu oseng-oseng mercon terdiri dari cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, dan lengkuas. Bumbu-bumbu ini dihaluskan dan ditumis hingga harum. Cabai rawit yang digunakan cukup banyak, sehingga oseng-oseng mercon memiliki cita rasa yang pedas.

  • Gula Merah

    Selain bumbu pedas, oseng-oseng mercon juga menggunakan gula merah. Gula merah memberikan cita rasa manis yang sedikit pada oseng-oseng mercon. Gula merah juga membantu mengimbangi rasa pedas dari cabai rawit.

  • Disajikan dengan Nasi Putih dan Lalapan

    Oseng-oseng mercon biasanya disajikan dengan nasi putih dan lalapan. Lalapan yang digunakan biasanya berupa mentimun, kemangi, dan kol. Lalapan berfungsi untuk menambah kesegaran dan mengurangi rasa pedas dari oseng-oseng mercon.

Oseng-oseng mercon yang terkenal di Jogja antara lain Oseng-oseng Mercon Bu Narti, Oseng-oseng Mercon Pak Kardi, dan Oseng-oseng Mercon Pak Mantep. Namun, Anda juga bisa menemukan oseng-oseng mercon yang tak kalah enak di warung-warung makan kecil atau bahkan di angkringan.

Tiwul

Tiwul adalah makanan khas Jogja yang terbuat dari singkong yang dikeringkan dan ditumbuk hingga halus. Tiwul memiliki tekstur yang kenyal dan sedikit kasar, dengan rasa yang gurih dan sedikit manis. Tiwul biasanya disajikan dengan kuah gulai, sayur lodeh, atau tempe goreng.

  • Singkong

    Tiwul terbuat dari singkong yang dikeringkan dan ditumbuk hingga halus. Singkong yang digunakan biasanya adalah singkong yang sudah tua dan memiliki kadar pati yang tinggi. Singkong yang sudah dikeringkan akan menjadi lebih keras dan mudah untuk ditumbuk.

  • Proses Pembuatan

    Proses pembuatan tiwul cukup sederhana. Singkong yang sudah dikeringkan ditumbuk hingga halus menggunakan lesung atau mesin penggiling. Setelah halus, tiwul diayak untuk menghilangkan serat-serat kasar. Tiwul yang sudah halus kemudian dikukus hingga matang.

  • Penyajian

    Tiwul biasanya disajikan dengan kuah gulai, sayur lodeh, atau tempe goreng. Kuah gulai terbuat dari santan dan bumbu-bumbu rempah-rempah, sedangkan sayur lodeh terbuat dari santan dan berbagai macam sayuran. Tempe goreng terbuat dari tempe yang dipotong-potong dan digoreng hingga kering.

  • Kandungan Gizi

    Tiwul merupakan makanan yang kaya akan serat dan karbohidrat. Tiwul juga mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C. Selain itu, tiwul juga mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi.

Tiwul yang terkenal di Jogja antara lain Tiwul Bu Juminten, Tiwul Pak Manto, dan Tiwul Bu Parto. Namun, Anda juga bisa menemukan tiwul yang tak kalah enak di warung-warung makan kecil atau bahkan di pasar-pasar tradisional.

Baca Juga :  Gempa Jogja: Tragedi memilukan dan pelajaran berharga

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang makanan enak di Jogja:

Question 1: Apa saja makanan khas Jogja yang wajib dicoba?
Answer 1: Makanan khas Jogja yang wajib dicoba antara lain gudeg, sate klathak, bakpia pathok, mie ayam bu tumini, angkringan kopi joss, nasi kucing, oseng-oseng mercon, dan tiwul.

Question 2: Di mana bisa menemukan makanan enak di Jogja?
Answer 2: Makanan enak di Jogja dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti restoran, warung makan, angkringan, dan pasar-pasar tradisional.

Question 3: Berapa kisaran harga makanan enak di Jogja?
Answer 3: Kisaran harga makanan enak di Jogja cukup bervariasi, tergantung dari jenis makanan dan tempat makannya. Namun, secara umum harga makanan enak di Jogja cukup terjangkau.

Question 4: Apakah ada makanan enak di Jogja yang cocok untuk vegetarian?
Answer 4: Ya, ada beberapa makanan enak di Jogja yang cocok untuk vegetarian, seperti tiwul, sayur lodeh, dan tahu bacem.

Question 5: Apakah ada makanan enak di Jogja yang buka 24 jam?
Answer 5: Ya, ada beberapa makanan enak di Jogja yang buka 24 jam, seperti angkringan dan warung makan tertentu.

Question 6: Apakah ada makanan enak di Jogja yang bisa dijadikan oleh-oleh?
Answer 6: Ya, ada beberapa makanan enak di Jogja yang bisa dijadikan oleh-oleh, seperti bakpia pathok, geplak, dan yangko.

Question 7: Apakah ada tips untuk menikmati makanan enak di Jogja?
Answer 7: Beberapa tips untuk menikmati makanan enak di Jogja antara lain datang pada saat jam makan, mencoba berbagai jenis makanan, dan menanyakan rekomendasi makanan kepada penduduk setempat.

Selain FAQ di atas, berikut adalah beberapa tips tambahan untuk menikmati makanan enak di Jogja:

Tips

Berikut adalah beberapa tips untuk menikmati makanan enak di Jogja:

Datang pada saat jam makan
Datanglah ke tempat makan pada saat jam makan, yaitu sekitar pukul 11.00-13.00 untuk makan siang dan pukul 17.00-19.00 untuk makan malam. Pada saat jam makan, biasanya makanan yang tersedia lebih lengkap dan fresh.

Coba berbagai jenis makanan
Jangan ragu untuk mencoba berbagai jenis makanan yang ada di Jogja. Jogja memiliki beragam kuliner yang lezat, mulai dari makanan tradisional hingga makanan modern. Cobalah makanan-makanan yang belum pernah Anda coba sebelumnya, siapa tahu Anda akan menemukan makanan favorit baru.

Tanyakan rekomendasi makanan kepada penduduk setempat
Jika Anda bingung memilih makanan, jangan sungkan untuk bertanya rekomendasi makanan kepada penduduk setempat. Mereka biasanya tahu tempat makan enak yang mungkin belum Anda ketahui.

Nikmati makanan dengan santai
Nikmati makanan Anda dengan santai dan tidak terburu-buru. Jogja memiliki suasana yang santai dan nyaman, sehingga Anda bisa menikmati makanan Anda dengan tenang. Jangan lupa untuk mengobrol dengan teman atau keluarga sambil menikmati makanan Anda.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat menikmati makanan enak di Jogja dengan lebih maksimal. Jogja adalah surga kuliner, jadi jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi berbagai makanan lezat yang ada di kota ini.

Conclusion

Jogja adalah surga kuliner yang menawarkan beragam makanan enak yang siap menggoyang lidah. Mulai dari makanan tradisional hingga makanan modern, semuanya ada di Jogja. Beberapa makanan khas Jogja yang wajib dicoba antara lain gudeg, sate klathak, bakpia pathok, mie ayam bu tumini, angkringan kopi joss, nasi kucing, oseng-oseng mercon, dan tiwul.

Makanan enak di Jogja dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti restoran, warung makan, angkringan, dan pasar-pasar tradisional. Kisaran harga makanan enak di Jogja cukup bervariasi, tergantung dari jenis makanan dan tempat makannya. Namun, secara umum harga makanan enak di Jogja cukup terjangkau.

Untuk menikmati makanan enak di Jogja, ada beberapa tips yang bisa diikuti, yaitu datang pada saat jam makan, mencoba berbagai jenis makanan, menanyakan rekomendasi makanan kepada penduduk setempat, dan menikmati makanan dengan santai.

Demikian informasi tentang makanan enak di Jogja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang sedang berkunjung ke Jogja atau yang sedang mencari rekomendasi kuliner Jogja. Selamat mencoba!


Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

sisca

Halo, Perkenalkan nama saya Sisca. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags