Lempar Jumrah

sisca


Lempar Jumrah

Lempar jumrah merupakan salah satu rangkaian ibadah haji yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jemaah haji. Ibadah ini dilakukan dengan melempar batu ke tiga pilar yang disebut jumrah, yaitu jumrah aqabah, jumrah ula, dan jumrah wustha.

Lempar jumrah melambangkan pengusiran setan dan segala bentuk kejahatan. Dengan melempar jumrah, jemaah haji diharapkan dapat memperoleh ampunan dosa dan terhindar dari segala mara bahaya.

Ibadah lempar jumrah ini dilakukan pada tanggal 10, 11, dan 12 Zulhijah setelah pelaksanaan ibadah haji lainnya, seperti wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. Bagi jemaah haji yang tidak dapat melaksanakan lempar jumrah pada tanggal tersebut, maka dapat melakukannya pada tanggal 13 Zulhijah dengan dikenakan dam atau denda.

lempar jumrah

Ibadah lempar jumrah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jemaah haji.

  • Melambangkan pengusiran setan.
  • Dilakukan pada tanggal 10-12 Zulhijah.
  • Dilakukan di Mina.
  • Melempar tiga jumrah: aqabah, ula, wustha.
  • Dilakukan dengan batu kecil.
  • Mengawali dengan takbir.
  • Dilakukan sebanyak 7 kali pada setiap jumrah.
  • Dilakukan dengan tertib dan tidak berdesakan.
  • Bagi yang tidak bisa, dapat diwakilkan.
  • Mengharapkan ampunan dosa.

Dengan melaksanakan ibadah lempar jumrah, jemaah haji diharapkan dapat memperoleh ampunan dosa dan terhindar dari segala mara bahaya.

Melambangkan pengusiran setan.

Lempar jumrah melambangkan pengusiran setan dan segala bentuk kejahatan. Hal ini didasarkan pada kisah Nabi Ibrahim AS yang pernah digoda oleh setan ketika hendak menyembelih putranya, Ismail AS. Nabi Ibrahim AS kemudian melempar setan dengan batu, dan setan pun lari terbirit-birit.

  • Mengusir setan dari dalam diri.

    Dengan melempar jumrah, jemaah haji diharapkan dapat mengusir setan dan segala bentuk kejahatan dari dalam dirinya. Setan selalu berusaha menggoda manusia untuk melakukan perbuatan dosa. Dengan melempar jumrah, jemaah haji memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari godaan setan dan segala bentuk kejahatan.

  • Menolak godaan setan.

    Lempar jumrah juga melambangkan penolakan terhadap godaan setan. Setan selalu berusaha menggoda manusia untuk melakukan perbuatan dosa. Dengan melempar jumrah, jemaah haji menolak segala bentuk godaan setan dan menegaskan tekadnya untuk tetap berada di jalan yang benar.

  • Menghindari perbuatan dosa.

    Lempar jumrah juga melambangkan keinginan untuk menghindari perbuatan dosa. Dengan melempar jumrah, jemaah haji memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala bentuk perbuatan dosa. Jemaah haji berharap agar dapat menjadi hamba Allah SWT yang bersih dari dosa dan terhindar dari segala mara bahaya.

  • Mengharapkan ampunan dosa.

    Lempar jumrah juga melambangkan harapan untuk mendapatkan ampunan dosa. Dengan melempar jumrah, jemaah haji memohon kepada Allah SWT agar diampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu. Jemaah haji berharap agar dapat memulai hidup baru yang bersih dari dosa dan penuh dengan keberkahan.

Demikianlah beberapa poin yang menjelaskan tentang makna lempar jumrah sebagai pengusiran setan. Semoga ibadah lempar jumrah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadikannya sebagai haji mabrur.

Dilakukan pada tanggal 10-12 Zulhijah.

Ibadah lempar jumrah dilaksanakan pada tanggal 10-12 Zulhijah, yaitu setelah pelaksanaan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. Pembagian waktu lempar jumrah sebagai berikut:

  • Tanggal 10 Zulhijah (Hari Raya Idul Adha).

    Pada tanggal 10 Zulhijah, jemaah haji melaksanakan lempar jumrah aqabah sebanyak 7 kali. Jumrah aqabah adalah jumrah yang paling besar di antara ketiga jumrah. Setelah itu, jemaah haji menyembelih hewan kurban.

  • Tanggal 11 Zulhijah (Hari Tasyrik).

    Pada tanggal 11 Zulhijah, jemaah haji melaksanakan lempar jumrah ula dan jumrah wustha sebanyak 7 kali pada masing-masing jumrah. Jumrah ula adalah jumrah yang terletak di tengah, sedangkan jumrah wustha adalah jumrah yang terletak di sebelah kanan.

  • Tanggal 12 Zulhijah (Hari Tasyrik).

    Pada tanggal 12 Zulhijah, jemaah haji kembali melaksanakan lempar jumrah ula dan jumrah wustha sebanyak 7 kali pada masing-masing jumrah. Namun, pada tanggal 12 Zulhijah ini, jemaah haji tidak perlu lagi melempar jumrah aqabah.

  • Tanggal 13 Zulhijah (Hari Tashriq).

    Bagi jemaah haji yang tidak dapat melaksanakan lempar jumrah pada tanggal 10-12 Zulhijah, maka dapat melakukannya pada tanggal 13 Zulhijah. Namun, jemaah haji tersebut dikenakan dam atau denda.

Demikianlah penjelasan tentang waktu pelaksanaan lempar jumrah. Semoga ibadah lempar jumrah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadikannya sebagai haji mabrur.

Dilakukan di Mina.

Lempar jumrah dilakukan di Mina, yaitu sebuah lembah yang terletak di dekat Mekkah. Mina merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh jemaah haji selama pelaksanaan ibadah haji.

Di Mina, terdapat tiga jumrah yang menjadi sasaran lempar jumrah, yaitu:

  1. Jumrah Aqabah.
    Jumrah aqabah adalah jumrah yang paling besar di antara ketiga jumrah. Jumrah aqabah terletak di sebelah timur Mina, tepatnya di dekat Masjid Khaif.
  2. Jumrah Ula.
    Jumrah ula adalah jumrah yang terletak di tengah-tengah antara jumrah aqabah dan jumrah wustha. Jumrah ula juga disebut dengan sebutan jumrah kubra.
  3. Jumrah Wustha.
    Jumrah wustha adalah jumrah yang terletak di sebelah barat jumrah ula. Jumrah wustha juga disebut dengan sebutan jumrah sughra.
Baca Juga :  Tamtama TNI

Pada saat pelaksanaan lempar jumrah, jemaah haji akan bergerak dari tenda-tenda mereka di Mina menuju ke lokasi jumrah. Jemaah haji akan melempar jumrah dengan menggunakan batu-batu kecil yang telah disediakan di lokasi jumrah. Setelah selesai melempar jumrah, jemaah haji akan kembali ke tenda-tenda mereka.

Lempar jumrah merupakan salah satu ibadah haji yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jemaah haji. Dengan melaksanakan ibadah lempar jumrah, jemaah haji diharapkan dapat memperoleh ampunan dosa dan terhindar dari segala mara bahaya.

Demikianlah penjelasan tentang lempar jumrah yang dilaksanakan di Mina. Semoga ibadah lempar jumrah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadikannya sebagai haji mabrur.

Melempar tiga jumrah: aqabah, ula, wustha.

Lempar jumrah dilakukan dengan melempar tiga jumrah, yaitu jumrah aqabah, jumrah ula, dan jumrah wustha. Berikut ini adalah penjelasan tentang masing-masing jumrah:

  • Jumrah Aqabah.
    Jumrah aqabah adalah jumrah yang paling besar di antara ketiga jumrah. Jumrah aqabah terletak di sebelah timur Mina, tepatnya di dekat Masjid Khaif. Pada tanggal 10 Zulhijah, jemaah haji akan melempar jumrah aqabah sebanyak 7 kali.
  • Jumrah Ula.
    Jumrah ula adalah jumrah yang terletak di tengah-tengah antara jumrah aqabah dan jumrah wustha. Jumrah ula juga disebut dengan sebutan jumrah kubra. Pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah, jemaah haji akan melempar jumrah ula sebanyak 7 kali pada masing-masing hari.
  • Jumrah Wustha.
    Jumrah wustha adalah jumrah yang terletak di sebelah barat jumrah ula. Jumrah wustha juga disebut dengan sebutan jumrah sughra. Pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah, jemaah haji akan melempar jumrah wustha sebanyak 7 kali pada masing-masing hari.

Jemaah haji akan melempar jumrah dengan menggunakan batu-batu kecil yang telah disediakan di lokasi jumrah. Batu-batu tersebut biasanya diambil dari Muzdalifah. Saat melempar jumrah, jemaah haji harus mengucapkan takbir, yaitu “Allahu Akbar”.

Lempar jumrah merupakan salah satu ibadah haji yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jemaah haji. Dengan melaksanakan ibadah lempar jumrah, jemaah haji diharapkan dapat memperoleh ampunan dosa dan terhindar dari segala mara bahaya.

Demikianlah penjelasan tentang melempar tiga jumrah, yaitu jumrah aqabah, jumrah ula, dan jumrah wustha. Semoga ibadah lempar jumrah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadikannya sebagai haji mabrur.

Dilakukan dengan batu kecil.

Lempar jumrah dilakukan dengan menggunakan batu-batu kecil yang telah disediakan di lokasi jumrah. Batu-batu tersebut biasanya diambil dari Muzdalifah.

  • Batu-batu kecil tersebut haruslah seukuran kerikil.
    Batu-batu yang terlalu besar atau terlalu kecil tidak diperbolehkan untuk digunakan. Ukuran batu yang ideal untuk lempar jumrah adalah sekitar 1-2 cm.
  • Batu-batu tersebut haruslah bersih dan suci.
    Batu-batu tersebut tidak boleh terkena najis atau kotoran. Jemaah haji harus memastikan bahwa batu-batu yang digunakan untuk lempar jumrah adalah bersih dan suci.
  • Batu-batu tersebut haruslah dilempar dengan tangan kanan.
    Jemaah haji harus melempar batu-batu tersebut dengan menggunakan tangan kanan mereka. Tidak diperbolehkan untuk melempar batu dengan menggunakan tangan kiri.
  • Batu-batu tersebut haruslah dilempar dengan kuat.
    Batu-batu tersebut haruslah dilempar dengan kuat agar mengenai sasaran, yaitu jumrah. Tidak diperbolehkan untuk melempar batu dengan lemah atau asal-asalan.

Demikianlah penjelasan tentang penggunaan batu kecil dalam lempar jumrah. Semoga ibadah lempar jumrah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadikannya sebagai haji mabrur.

Mengawali dengan takbir.

Sebelum memulai lempar jumrah, jemaah haji harus mengawalinya dengan takbir, yaitu mengucapkan kalimat “Allahu Akbar”. Takbir diucapkan dengan suara yang lantang dan jelas.

  • Takbir berfungsi sebagai pemberitahuan kepada Allah SWT bahwa jemaah haji akan melaksanakan ibadah lempar jumrah.
    Dengan mengucapkan takbir, jemaah haji menyatakan bahwa mereka akan melaksanakan ibadah lempar jumrah dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah SWT.
  • Takbir juga berfungsi sebagai pengusir setan.
    Setan selalu berusaha menggoda manusia untuk melakukan perbuatan dosa. Dengan mengucapkan takbir, jemaah haji berharap agar terhindar dari godaan setan dan segala bentuk kejahatan.
  • Takbir juga berfungsi sebagai pembangkit semangat.
    Lempar jumrah merupakan ibadah yang cukup berat, terutama bagi jemaah haji yang sudah lanjut usia. Dengan mengucapkan takbir, jemaah haji berharap agar diberi kekuatan dan semangat untuk melaksanakan ibadah lempar jumrah dengan sebaik-baiknya.
  • Takbir juga berfungsi sebagai penanda dimulainya ibadah lempar jumrah.
    Setelah mengucapkan takbir, jemaah haji akan mulai melempar batu-batu kecil ke arah jumrah. Lempar jumrah akan terus dilakukan hingga jemaah haji selesai melempar 7 batu pada masing-masing jumrah.

Demikianlah penjelasan tentang mengawali lempar jumrah dengan takbir. Semoga ibadah lempar jumrah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadikannya sebagai haji mabrur.

Dilakukan sebanyak 7 kali pada setiap jumrah.

Lempar jumrah dilakukan sebanyak 7 kali pada setiap jumrah, yaitu jumrah aqabah, jumrah ula, dan jumrah wustha. Ketentuan ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

  • Jumlah 7 melambangkan kesempurnaan.
    Dalam Islam, angka 7 memiliki makna kesempurnaan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa ibadah yang disyariatkan dalam Islam, seperti shalat yang dilakukan sebanyak 5 waktu dalam sehari, puasa Ramadhan yang dilakukan selama 30 hari, dan haji yang dilakukan selama 7 hari.
  • Jumlah 7 juga melambangkan pengusiran setan.
    Setan selalu berusaha menggoda manusia untuk melakukan perbuatan dosa. Dengan melempar jumrah sebanyak 7 kali, jemaah haji berharap agar terhindar dari godaan setan dan segala bentuk kejahatan.
  • Jumlah 7 juga melambangkan harapan untuk mendapatkan ampunan dosa.
    Lempar jumrah merupakan salah satu ibadah haji yang bertujuan untuk memohon ampunan dosa kepada Allah SWT. Dengan melempar jumrah sebanyak 7 kali, jemaah haji berharap agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu.
  • Jumlah 7 juga melambangkan tekad untuk memperbaiki diri.
    Setelah melaksanakan ibadah haji, jemaah haji diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Mereka diharapkan dapat meninggalkan segala perbuatan dosa dan memulai hidup baru yang lebih bersih dan lebih dekat dengan Allah SWT.
Baca Juga :  Lengkung Langit

Demikianlah penjelasan tentang mengapa lempar jumrah dilakukan sebanyak 7 kali pada setiap jumrah. Semoga ibadah lempar jumrah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadikannya sebagai haji mabrur.

Dilakukan dengan tertib dan tidak berdesakan.

Lempar jumrah harus dilakukan dengan tertib dan tidak berdesakan. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan ketertiban jemaah haji. Imau ini juga bertujuan untuk menghidar ikecelakaan yang tidak diinginkan.

Orang yang tertib adalah orang yang tekun dan tidak mudah panik. Ia dapat mengendalikan dirinya dengan baik dan tidak terpengsruh oleh orang lain.

Jika jemaah haji dapat melakukan lempar jumrah dengan tertib dan tidak berdesakan, maka ibadah haji dapat berjalan dengan lancar dan aman. Jemaah haji dapat fokus untuk beribadah dan memperoleh ampunan dosa dari Allah SWA.

Sebaliknya jika jemaah haji tidak dapat melakukan lempar jumrah dengan tertib dan tidak berdesakan, maka ibadah haji dapat berjalan dengan tidak lancar dan aman. Jemaah haji tdak dapat fokus untuk beribadah dan memperoleh ampunan dosa dari Allah SWA.

Untuk menghindari terjadinya desakan dan kepanikan, jemaah haji harus maikuti intruasi dari panitia haji dan aparatur keamaan. Jemaah haji juga harus tetap tenang dan tidak mudah terpengsruh oleh orang lain.

Dengan melakukan lempar jumrah dengan terib dan tidak berdesakan, jemaah haji dapat memperoleh ampuanan dosa dari Allah SWAdan haji yang dilakukannya menjadi haji yang makbur.

Bagi yang tidak bisa, dapat diwakilkan.

Bagi jemaah haji yang tidak dapat melaksanakan lempar jumrah sendiri, maka dapat diwakilkan oleh orang lain. Hal ini diperbolehkan dalam Islam, sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Orang yang dapat mewakilkan lempar jumrah adalah:

  1. Mahram, yaitu suami atau istri, ayah atau ibu, anak laki-laki atau perempuan, saudara laki-laki atau perempuan, paman atau bibi, keponakan laki-laki atau perempuan.
  2. Non-mahram, yaitu orang yang bukan mahram, seperti teman atau tetangga.

Syarat-syarat untuk mewakilkan lempar jumrah adalah:

  1. Orang yang mewakilkan harus sudah melaksanakan ibadah haji.
  2. Orang yang mewakilkan harus dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
  3. Orang yang mewakilkan harus mengetahui tata cara lempar jumrah dengan benar.

Cara mewakilkan lempar jumrah adalah sebagai berikut:

  1. Jemaah haji yang tidak dapat melaksanakan lempar jumrah harus membuat surat kuasa kepada orang yang akan mewakilinya.
  2. Surat kuasa tersebut harus ditandatangani oleh jemaah haji dan diketahui oleh petugas haji.
  3. Orang yang mewakilkan harus membawa surat kuasa tersebut saat melaksanakan lempar jumrah.
  4. Orang yang mewakilkan harus melaksanakan lempar jumrah sesuai dengan tata cara yang benar.

Dengan demikian, jemaah haji yang tidak dapat melaksanakan lempar jumrah sendiri tetap dapat memperoleh pahala lempar jumrah melalui orang yang mewakilinya.

Mengharapkan ampunan dosa.

Lempar jumrah merupakan salah satu ibadah haji yang bertujuan untuk memohon ampunan dosa kepada Allah SWT. Dengan melempar jumrah, jemaah haji berharap agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu.

  • Lempar jumrah melambangkan pelepasan dosa.
    Dengan melempar jumrah, jemaah haji melepaskan diri dari dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Jemaah haji berharap agar Allah SWT menerima pelepasan dosa tersebut dan mengampuni mereka.
  • Lempar jumrah melambangkan penyucian diri.
    Dengan melempar jumrah, jemaah haji membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan. Jemaah haji berharap agar Allah SWT menerima penyucian diri tersebut dan menjadikan mereka sebagai pribadi yang bersih dan suci.
  • Lempar jumrah melambangkan harapan untuk mendapatkan kehidupan yang baru.
    Setelah melaksanakan ibadah haji, jemaah haji diharapkan dapat memulai hidup baru yang lebih bersih dan lebih dekat dengan Allah SWT. Jemaah haji berharap agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memulai hidup baru yang lebih baik.
  • Lempar jumrah melambangkan tekad untuk memperbaiki diri.
    Setelah melaksanakan ibadah haji, jemaah haji diharapkan dapat memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Jemaah haji berharap agar Allah SWT menerima tekad mereka untuk memperbaiki diri dan membantu mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Baca Juga :  Masjid Al Munawaroh

Demikianlah penjelasan tentang mengapa lempar jumrah dilakukan dengan harapan untuk mendapatkan ampunan dosa. Semoga ibadah lempar jumrah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadikannya sebagai haji mabrur.

FAQ

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang lempar jumrah:

Question 1: Apa tujuan lempar jumrah?
Answer 1: Lempar jumrah bertujuan untuk memohon ampunan dosa kepada Allah SWT, membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah lalu, dan memulai hidup baru yang lebih bersih dan lebih dekat dengan Allah SWT.

Question 2: Kapan lempar jumrah dilaksanakan?
Answer 2: Lempar jumrah dilaksanakan pada tanggal 10-12 Zulhijah, yaitu setelah pelaksanaan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.

Question 3: Di mana lempar jumrah dilaksanakan?
Answer 3: Lempar jumrah dilaksanakan di Mina, yaitu sebuah lembah yang terletak di dekat Mekkah.

Question 4: Bagaimana cara melaksanakan lempar jumrah?
Answer 4: Lempar jumrah dilakukan dengan melempar batu-batu kecil ke arah tiga jumrah, yaitu jumrah aqabah, jumrah ula, dan jumrah wustha. Setiap jumrah dilempar sebanyak 7 kali.

Question 5: Apa yang harus dilakukan jika tidak dapat melaksanakan lempar jumrah sendiri?
Answer 5: Jika tidak dapat melaksanakan lempar jumrah sendiri, maka dapat diwakilkan oleh orang lain. Orang yang mewakilkan harus sudah melaksanakan ibadah haji, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta mengetahui tata cara lempar jumrah dengan benar.

Question 6: Apa manfaat lempar jumrah?
Answer 6: Lempar jumrah memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah memperoleh ampunan dosa, membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah lalu, memulai hidup baru yang lebih bersih dan lebih dekat dengan Allah SWT, serta memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Demikianlah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang lempar jumrah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Tips untuk melaksanakan lempar jumrah:

  • Persiapkan diri dengan baik, baik fisik maupun mental.
  • Bawa bekal air minum yang cukup.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin.
  • Ikuti instruksi dari petugas haji.
  • Tetap tenang dan tidak tergesa-gesa.
  • Berdoa kepada Allah SWT agar lempar jumrah yang Anda lakukan diterima oleh-Nya.

Tips

Berikut ini adalah beberapa tips untuk melaksanakan lempar jumrah:

1. Persiapkan diri dengan baik, baik fisik maupun mental.

Lempar jumrah merupakan ibadah yang cukup berat, terutama bagi jemaah haji yang sudah lanjut usia. Oleh karena itu, jemaah haji harus mempersiapkan diri dengan baik, baik fisik maupun mental. Jemaah haji harus memastikan bahwa mereka dalam kondisi kesehatan yang baik dan memiliki stamina yang cukup untuk melaksanakan ibadah lempar jumrah.

2. Bawa bekal air minum yang cukup.

Saat melaksanakan lempar jumrah, jemaah haji akan banyak mengeluarkan keringat. Oleh karena itu, jemaah haji harus membawa bekal air minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Jemaah haji juga disarankan untuk membawa bekal makanan ringan untuk menjaga stamina.

3. Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin.

Jemaah haji harus menggunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin saat melaksanakan lempar jumrah. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kecelakaan, seperti terpeleset atau jatuh.

4. Ikuti instruksi dari petugas haji.

Jemaah haji harus mengikuti instruksi dari petugas haji saat melaksanakan lempar jumrah. Petugas haji akan memberikan arahan tentang tata cara lempar jumrah yang benar dan akan membantu jemaah haji agar dapat melaksanakan ibadah lempar jumrah dengan aman dan tertib.

Demikianlah beberapa tips untuk melaksanakan lempar jumrah. Semoga tips ini bermanfaat bagi Anda.

Transisi ke bagian Kesimpulan:

Lempar jumrah merupakan salah satu ibadah haji yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jemaah haji. Dengan melaksanakan ibadah lempar jumrah, jemaah haji berharap dapat memperoleh ampunan dosa, membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah lalu, dan memulai hidup baru yang lebih bersih dan lebih dekat dengan Allah SWT.

Conclusion

Lempar jumrah merupakan salah satu ibadah haji yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jemaah haji. Ibadah ini memiliki banyak makna dan manfaat, di antaranya adalah untuk memohon ampunan dosa, membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah lalu, memulai hidup baru yang lebih bersih dan lebih dekat dengan Allah SWT, serta memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Lempar jumrah dilaksanakan pada tanggal 10-12 Zulhijah di Mina, yaitu sebuah lembah yang terletak di dekat Mekkah. Lempar jumrah dilakukan dengan melempar batu-batu kecil ke arah tiga jumrah, yaitu jumrah aqabah, jumrah ula, dan jumrah wustha. Setiap jumrah dilempar sebanyak 7 kali.

Bagi jemaah haji yang tidak dapat melaksanakan lempar jumrah sendiri, maka dapat diwakilkan oleh orang lain. Orang yang mewakilkan harus sudah melaksanakan ibadah haji, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta mengetahui tata cara lempar jumrah dengan benar.

Demikianlah penjelasan tentang lempar jumrah. Semoga ibadah lempar jumrah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadikannya sebagai haji mabrur.

Closing Message:

Semoga kita semua diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dan dapat melaksanakan ibadah lempar jumrah dengan sebaik-baiknya. Amin.


Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

sisca

Halo, Perkenalkan nama saya Sisca. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags