Cara Tepat Hitung Kadar Zakat Emas dan Perak

sisca


Cara Tepat Hitung Kadar Zakat Emas dan Perak

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Zakat sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah zakat maal atau harta. Zakat maal ini wajib dikeluarkan dari berbagai jenis harta, termasuk emas dan perak.

Dalam zakat emas dan perak, terdapat ketentuan mengenai kadar atau nisab yang harus dipenuhi sebelum zakat wajib dikeluarkan. Nisab untuk zakat emas adalah sebesar 85 gram, sedangkan untuk perak adalah sebesar 595 gram. Apabila seseorang memiliki emas atau perak yang telah mencapai nisab, maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari total harta tersebut.

Zakat emas dan perak memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Zakat dapat membantu membersihkan harta dari hal-hal yang tidak baik, sekaligus menumbuhkan sifat dermawan dan tolong-menolong antar sesama. Selain itu, zakat juga dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kadar Zakat Emas dan Perak

Kadar zakat emas dan perak merupakan aspek penting dalam memahami kewajiban zakat maal bagi umat Islam. Berikut adalah 10 aspek penting yang perlu diperhatikan:

  • Nisab
  • Kadar
  • Cara penentuan nisab
  • Zakat yang wajib dikeluarkan
  • Waktu pengeluaran zakat
  • Manfaat menunaikan zakat
  • Konsekuensi tidak menunaikan zakat
  • Zakat emas dan perak dalam sejarah Islam
  • Perbedaan zakat emas dan zakat perak
  • Zakat emas dan perak dalam konteks ekonomi modern

Aspek-aspek ini saling terkait dan penting untuk dipahami secara komprehensif agar dapat menunaikan zakat emas dan perak dengan benar. Misalnya, nisab merupakan batas minimal kepemilikan emas atau perak yang mewajibkan seseorang untuk mengeluarkan zakat. Kadar zakat adalah persentase tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan sebagai zakat. Sementara itu, waktu pengeluaran zakat terkait dengan kapan zakat tersebut harus ditunaikan, yaitu pada saat harta telah mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun.

Nisab

Nisab merupakan salah satu aspek penting dalam memahami kadar zakat emas dan perak. Nisab adalah batas minimal kepemilikan emas atau perak yang mewajibkan seseorang untuk mengeluarkan zakat. Kadar zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5% dari total harta yang telah mencapai nisab.

  • Pengertian Nisab

    Secara bahasa, nisab berarti “batas”. Dalam konteks zakat, nisab merujuk pada batas minimal kepemilikan harta yang mewajibkan seseorang untuk mengeluarkan zakat.

  • Nisab Emas

    Nisab untuk zakat emas adalah sebesar 85 gram emas murni. Jika seseorang memiliki emas yang telah mencapai berat tersebut, maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari total emas yang dimilikinya.

  • Nisab Perak

    Nisab untuk zakat perak adalah sebesar 595 gram perak murni. Jika seseorang memiliki perak yang telah mencapai berat tersebut, maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari total perak yang dimilikinya.

  • Implikasi Nisab

    Nisab memiliki implikasi penting dalam perhitungan zakat emas dan perak. Jika seseorang memiliki emas atau perak yang belum mencapai nisab, maka tidak wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat. Namun, jika harta tersebut telah mencapai nisab, maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari total harta yang telah mencapai nisab.

Dengan memahami nisab zakat emas dan perak, umat Islam dapat menunaikan kewajiban zakatnya dengan benar dan sesuai dengan syariat Islam.

Kadar

Kadar zakat emas dan perak erat kaitannya dengan konsep “kadar” dalam bahasa Arab. Secara bahasa, kadar berarti “ukuran” atau “takaran”. Dalam konteks zakat, kadar merujuk pada persentase tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan sebagai zakat. Kadar zakat emas dan perak telah ditetapkan sebesar 2,5%.

Kadar menjadi komponen penting dalam perhitungan zakat emas dan perak. Sebab, kadar menentukan jumlah zakat yang wajib dikeluarkan. Misalnya, jika seseorang memiliki emas seberat 100 gram, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 gram emas. Hal ini karena kadar zakat emas adalah 2,5%. Begitu juga dengan perak, jika seseorang memiliki perak seberat 600 gram, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 15 gram perak.

Memahami kadar zakat emas dan perak sangat penting dalam menunaikan kewajiban zakat secara benar. Dengan memahami kadar zakat, umat Islam dapat menghitung dengan tepat berapa jumlah zakat yang wajib dikeluarkan dari harta emas dan perak yang dimilikinya. Hal ini akan berdampak pada keabsahan zakat yang ditunaikan.

Cara Penentuan Nisab

Penentuan nisab merupakan salah satu aspek krusial dalam memahami kadar zakat emas dan perak. Nisab, yang berarti “batas” dalam bahasa Arab, merujuk pada batas minimal kepemilikan harta yang mewajibkan seseorang untuk mengeluarkan zakat. Cara penentuan nisab memiliki beberapa dimensi yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Nilai Emas dan Perak

    Nilai emas dan perak menjadi dasar utama dalam penentuan nisab. Nisab emas ditetapkan sebesar 85 gram emas murni, sedangkan nisab perak sebesar 595 gram perak murni. Nilai ini didasarkan pada nilai tukar emas dan perak pada masa Rasulullah SAW.

  • Kepemilikan Penuh

    Nisab hanya berlaku bagi emas dan perak yang dimiliki secara penuh. Emas atau perak yang masih dalam bentuk utang atau cicilan tidak termasuk dalam perhitungan nisab. Kepemilikan penuh berarti emas atau perak tersebut dikuasai secara fisik dan tidak terikat dengan pihak lain.

  • Berlalu Satu Tahun

    Emas atau perak yang wajib dizakati adalah yang telah dimiliki selama satu tahun penuh (haul). Artinya, jika seseorang memiliki emas yang belum mencapai nisab, namun setelah satu tahun kepemilikan emas tersebut telah mencapai nisab, maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat.

  • Bebas dari Utang

    Emas atau perak yang ingin dizakati harus bebas dari utang. Jika emas atau perak tersebut digunakan untuk menutupi utang, maka tidak wajib dizakati. Namun, jika emas atau perak tersebut telah melunasi utang dan masih tersisa, maka wajib dizakati sesuai dengan nisab yang telah ditentukan.

Baca Juga :  Panduan Baku Bacaan Menerima Zakat untuk Umat Muslim

Dengan memahami cara penentuan nisab zakat emas dan perak, umat Islam dapat menghitung dengan tepat kewajiban zakat yang harus ditunaikan. Nisab menjadi acuan penting untuk memastikan bahwa zakat dikeluarkan sesuai dengan syariat Islam dan harta yang dimiliki telah mencapai batas minimal yang diwajibkan.

Zakat yang wajib dikeluarkan

Zakat yang wajib dikeluarkan memiliki keterkaitan erat dengan kadar zakat emas dan perak. Kadar zakat emas dan perak, yang ditetapkan sebesar 2,5%, menentukan jumlah zakat yang wajib dikeluarkan dari harta emas dan perak yang dimiliki.

Kadar zakat yang telah ditetapkan menjadi dasar perhitungan zakat yang wajib dikeluarkan. Misalnya, jika seseorang memiliki emas seberat 100 gram, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 gram emas. Hal ini karena kadar zakat emas adalah 2,5%. Begitu juga dengan perak, jika seseorang memiliki perak seberat 600 gram, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 15 gram perak.

Memahami hubungan antara zakat yang wajib dikeluarkan dan kadar zakat emas dan perak sangat penting dalam menunaikan kewajiban zakat secara benar. Dengan memahami kadar zakat, umat Islam dapat menghitung dengan tepat berapa jumlah zakat yang wajib dikeluarkan dari harta emas dan perak yang dimilikinya. Hal ini akan berdampak pada keabsahan zakat yang ditunaikan.

Waktu Pengeluaran Zakat

Waktu pengeluaran zakat merupakan salah satu aspek penting dalam memahami kadar zakat emas dan perak. Waktu pengeluaran zakat berkaitan dengan kapan zakat wajib dikeluarkan dari harta yang telah mencapai nisab.

  • Saat Memiliki Kemampuan

    Zakat wajib dikeluarkan ketika seseorang memiliki kemampuan untuk mengeluarkannya. Kemampuan tersebut meliputi kepemilikan harta yang telah mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun (haul).

  • Waktu Ideal

    Waktu ideal untuk mengeluarkan zakat adalah segera setelah harta mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun. Hal ini dilakukan untuk menghindari penundaan dan memastikan harta yang dizakati memberikan manfaat bagi yang berhak.

  • Bulan Ramadhan

    Bulan Ramadhan menjadi waktu yang dianjurkan untuk mengeluarkan zakat. Rasulullah SAW biasa mengeluarkan zakat pada bulan Ramadhan dan beliau memerintahkan para sahabatnya untuk melakukan hal yang sama.

  • Sebelum Shalat Idul Fitri

    Zakat fitrah wajib dikeluarkan sebelum shalat Idul Fitri. Hal ini bertujuan untuk mensucikan diri dan harta sebelum merayakan hari raya Idul Fitri.

Memahami waktu pengeluaran zakat sangat penting agar zakat dapat ditunaikan dengan benar dan tepat waktu. Dengan mengeluarkan zakat pada waktu yang tepat, umat Islam dapat memaksimalkan manfaat zakat bagi yang berhak dan memperoleh pahala yang lebih besar.

Manfaat menunaikan zakat

Menunaikan zakat tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga membawa banyak manfaat bagi individu dan masyarakat. Dalam konteks kadar zakat emas dan perak, manfaat menunaikan zakat sangat terasa karena zakat dapat membersihkan harta dari hal-hal yang tidak baik dan menumbuhkan sifat dermawan.

  • Membersihkan Harta

    Zakat memiliki fungsi untuk membersihkan harta dari hal-hal yang tidak baik, seperti riba, syubhat, dan hak orang lain yang mungkin tercampur di dalamnya. Dengan menunaikan zakat, harta menjadi lebih bersih dan berkah.

  • Menumbuhkan Sifat Dermawan

    Menunaikan zakat dapat menumbuhkan sifat dermawan dan tolong-menolong antar sesama. Ketika seseorang mengeluarkan zakat, ia terbiasa untuk berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan.

  • Membantu Fakir dan Miskin

    Zakat yang dikeluarkan akan disalurkan kepada fakir, miskin, dan mereka yang berhak menerimanya. Dengan demikian, zakat dapat membantu meringankan beban ekonomi mereka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • Menjaga Keseimbangan Sosial

    Zakat berperan penting dalam menjaga keseimbangan sosial. Dengan mendistribusikan harta kepada yang membutuhkan, zakat dapat mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan harmonis.

Baca Juga :  Cara Tepat Menghitung Zakat Perdagangan

Manfaat menunaikan zakat tidak hanya dirasakan oleh individu yang mengeluarkan zakat, tetapi juga oleh masyarakat secara keseluruhan. Dengan menunaikan zakat, umat Islam dapat berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Konsekuensi tidak menunaikan zakat

Tidak menunaikan zakat memiliki konsekuensi yang cukup berat, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam konteks kadar zakat emas dan perak, konsekuensi tidak menunaikan zakat dapat berdampak pada keabsahan zakat dan pahala yang diperoleh.

Bagi umat Islam yang memiliki harta yang telah mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun, zakat wajib dikeluarkan sebesar 2,5% dari total harta tersebut. Jika seseorang tidak menunaikan zakatnya, maka zakat tersebut tetap menjadi tanggungannya dan harus dibayar di kemudian hari. Selain itu, orang yang tidak menunaikan zakat juga berdosa dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Konsekuensi tidak menunaikan zakat juga dapat berdampak pada penerimaan zakat yang dikeluarkan. Jika seseorang tidak menunaikan zakat emas dan perak sesuai dengan kadar yang telah ditetapkan, maka zakat tersebut tidak dianggap sah dan tidak dapat diterima oleh yang berhak menerima zakat. Hal ini karena zakat yang dikeluarkan tidak sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Oleh karena itu, memahami kadar zakat emas dan perak sangat penting untuk menghindari konsekuensi negatif dari tidak menunaikan zakat. Dengan memahami kadar zakat yang benar, umat Islam dapat menunaikan kewajiban zakatnya dengan baik dan benar, sehingga zakat yang dikeluarkan dapat diterima dan mendatangkan pahala bagi yang menunaikannya.

Zakat emas dan perak dalam sejarah Islam

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Zakat sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah zakat maal atau harta. Zakat maal ini wajib dikeluarkan dari berbagai jenis harta, termasuk emas dan perak.

Dalam sejarah Islam, zakat emas dan perak telah menjadi bagian penting dari sistem ekonomi dan sosial masyarakat Islam. Zakat emas dan perak digunakan untuk membantu fakir miskin, anak yatim, dan kaum duafa. Selain itu, zakat emas dan perak juga digunakan untuk mendanai pembangunan infrastruktur publik, seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit.

Kadar zakat emas dan perak telah ditetapkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kadar zakat emas adalah sebesar 2,5%, sedangkan kadar zakat perak adalah sebesar 5%. Kadar zakat ini bersifat tetap dan tidak berubah seiring berjalannya waktu. Penetapan kadar zakat ini didasarkan pada nilai tukar emas dan perak pada masa Nabi Muhammad SAW.

Memahami zakat emas dan perak dalam sejarah Islam sangat penting untuk memahami kadar zakat emas dan perak. Sebab, kadar zakat emas dan perak yang ditetapkan pada masa Nabi Muhammad SAW masih berlaku hingga saat ini. Dengan memahami sejarah zakat emas dan perak, umat Islam dapat menunaikan kewajiban zakatnya dengan benar dan sesuai dengan syariat Islam.

Perbedaan Zakat Emas dan Zakat Perak

Dalam konteks kadar zakat emas dan perak, terdapat beberapa perbedaan antara zakat emas dan zakat perak yang perlu dipahami. Perbedaan-perbedaan ini meliputi kadar zakat, nisab, dan cara perhitungan zakat.

  • Kadar Zakat

    Kadar zakat emas dan perak berbeda. Kadar zakat emas adalah sebesar 2,5%, sedangkan kadar zakat perak adalah sebesar 5%. Perbedaan kadar ini disebabkan oleh perbedaan nilai tukar emas dan perak pada masa Rasulullah SAW.

  • Nisab

    Nisab zakat emas dan perak juga berbeda. Nisab zakat emas adalah sebesar 85 gram emas murni, sedangkan nisab zakat perak adalah sebesar 595 gram perak murni. Perbedaan nisab ini disebabkan oleh perbedaan nilai intrinsik emas dan perak.

  • Cara Perhitungan Zakat

    Cara perhitungan zakat emas dan perak juga berbeda. Zakat emas dihitung berdasarkan berat emas yang dimiliki, sedangkan zakat perak dihitung berdasarkan nilai perak yang dimiliki. Perbedaan cara perhitungan ini disebabkan oleh perbedaan sifat emas dan perak.

Dengan memahami perbedaan-perbedaan antara zakat emas dan zakat perak, umat Islam dapat menunaikan kewajiban zakatnya dengan benar dan sesuai dengan syariat Islam. Perbedaan-perbedaan ini juga menjadi dasar dalam penetapan kadar zakat emas dan perak yang telah ditetapkan oleh para ulama.

Zakat Emas dan Perak dalam Konteks Ekonomi Modern

Zakat emas dan perak merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang memiliki harta yang telah mencapai nisab. Dalam konteks ekonomi modern, zakat emas dan perak memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dan pemerataan ekonomi.

Nilai emas dan perak yang relatif stabil menjadikannya sebagai pilihan investasi yang menarik. Dalam konteks ekonomi modern, zakat emas dan perak berperan sebagai instrumen investasi yang dapat memberikan keuntungan finansial sekaligus kewajiban untuk menunaikan zakat. Dengan demikian, zakat emas dan perak menjadi salah satu bentuk investasi yang sesuai dengan prinsip syariah Islam.

Baca Juga :  Tips Tepat Menghitung Kadar Zakat Pertanian

Selain itu, zakat emas dan perak juga dapat menjadi sumber pendanaan bagi program-program sosial dan ekonomi. Dana zakat yang dihimpun dapat disalurkan untuk membantu fakir miskin, anak yatim, kaum duafa, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Dengan demikian, zakat emas dan perak berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

FAQ Kadar Zakat Emas dan Perak

Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan umum mengenai kadar zakat emas dan perak, membantu Anda memahami lebih dalam tentang kewajiban penting dalam Islam ini.

Pertanyaan 1: Berapa kadar zakat emas?

Kadar zakat emas adalah sebesar 2,5%. Artinya, jika Anda memiliki emas senilai 100 gram, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 gram emas.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara menghitung zakat perak?

Zakat perak dihitung berdasarkan nilai perak yang dimiliki. Kadar zakat perak adalah 5%. Jadi, jika Anda memiliki perak senilai Rp1.000.000, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah Rp50.000.

Pertanyaan 3: Apakah zakat emas dan perak harus dikeluarkan setiap tahun?

Ya, zakat emas dan perak wajib dikeluarkan setiap tahun, terhitung sejak kepemilikan harta tersebut telah mencapai nisab dan haul (satu tahun).

Pertanyaan 4: Bagaimana jika saya memiliki emas dan perak dalam bentuk perhiasan?

Perhiasan emas dan perak tetap wajib dizakati jika memenuhi syarat nisab dan haul. Namun, yang dizakati adalah nilai emas atau perak murni yang terkandung dalam perhiasan tersebut.

Pertanyaan 5: Apakah zakat emas dan perak dapat dibayarkan secara dicicil?

Tidak, zakat emas dan perak harus dibayarkan sekaligus secara penuh. Jika Anda tidak mampu membayar sekaligus, sebaiknya segera lunasi sebagian dan sisanya menyusul sesegera mungkin.

Pertanyaan 6: Apa manfaat menunaikan zakat emas dan perak?

Menunaikan zakat emas dan perak memiliki banyak manfaat, di antaranya membersihkan harta dari hal-hal yang tidak baik, menumbuhkan sifat dermawan, dan membantu fakir miskin.

Dengan memahami kadar zakat emas dan perak serta menjawab pertanyaan-pertanyaan umum ini, Anda dapat menunaikan kewajiban zakat dengan benar dan tepat waktu. Pembahasan selanjutnya akan mengulas aspek-aspek penting lainnya terkait zakat emas dan perak.

Tips Praktis Menunaikan Zakat Emas dan Perak

Untuk membantu Anda menunaikan zakat emas dan perak dengan tepat, berikut beberapa tips praktis yang dapat diikuti:

Tip 1: Hitung Nisab dengan Benar

Pastikan untuk menghitung nisab emas dan perak dengan benar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, yaitu 85 gram emas murni dan 595 gram perak murni.

Tip 2: Tentukan Kadar Zakat yang Tepat

Kadar zakat emas adalah 2,5% dan kadar zakat perak adalah 5%. Pastikan untuk menghitung zakat sesuai dengan kadar yang telah ditentukan.

Tip 3: Zakatkan Emas dan Perak yang Dimiliki Secara Penuh

Emas dan perak yang dizakati haruslah yang dimiliki secara penuh, bukan pinjaman atau cicilan. Pastikan emas dan perak tersebut telah menjadi milik Anda secara sah.

Tip 4: Perhatikan Waktu Pengeluaran Zakat

Zakat emas dan perak wajib dikeluarkan setelah harta tersebut mencapai nisab dan haul (satu tahun). Sebaiknya tunaikan zakat tepat waktu untuk menghindari penundaan.

Tip 5: Salurkan Zakat kepada yang Berhak

Salurkan zakat emas dan perak kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, anak yatim, dan kaum duafa. Pastikan zakat Anda sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Tip 6: Dokumentasikan Penunaian Zakat

Sebagai bukti penunaian zakat, sebaiknya dokumentasikan zakat yang telah dikeluarkan. Simpan bukti pembayaran atau kwitansi sebagai arsip.

Tip 7: Niatkan dengan Ikhlas

Tunaikan zakat emas dan perak dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Niat yang ikhlas akan menyempurnakan ibadah Anda.

Tip 8: Konsultasikan dengan Ahlinya

Jika Anda memiliki pertanyaan atau keraguan mengenai zakat emas dan perak, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan ahli agama atau lembaga amil zakat terpercaya.

Dengan mengikuti tips-tips praktis ini, Anda dapat menunaikan zakat emas dan perak dengan benar dan tepat waktu. Menunaikan zakat tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga membawa manfaat yang besar bagi diri sendiri dan masyarakat.

Tips-tips ini menjadi landasan penting dalam menunaikan zakat emas dan perak. Dengan memahami dan mengamalkan tips ini, Anda dapat semakin mengoptimalkan ibadah zakat Anda.

Kesimpulan

Artikel ini telah mengulas secara mendalam tentang kadar zakat emas dan perak, meliputi berbagai aspek penting seperti nisab, kadar, waktu pengeluaran, manfaat, dan konsekuensi tidak menunaikan zakat. Pembahasan juga mencakup sejarah zakat emas dan perak dalam Islam, perbedaannya, serta relevansinya dalam konteks ekonomi modern.

Beberapa poin utama yang dapat disimpulkan adalah:

  1. Kadar zakat emas dan perak telah ditetapkan sebesar 2,5% dan 5%, dengan nisab masing-masing 85 gram emas murni dan 595 gram perak murni.
  2. Zakat emas dan perak memiliki banyak manfaat, di antaranya membersihkan harta, menumbuhkan sifat dermawan, membantu fakir miskin, dan menjaga keseimbangan sosial.
  3. Tidak menunaikan zakat memiliki konsekuensi yang berat, baik di dunia maupun di akhirat. Zakat yang tidak dikeluarkan tetap menjadi tanggungan dan harus dibayar di kemudian hari.

Memahami kadar zakat emas dan perak serta menunaikannya dengan benar merupakan kewajiban penting bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.



Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

sisca

Halo, Perkenalkan nama saya Sisca. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags