Doa Mandi Nifas

sisca


Doa Mandi Nifas

Mandi nifas adalah mandi wajib yang dilakukan oleh seorang perempuan setelah selesai masa haid atau nifas. Mandi nifas bertujuan untuk membersihkan diri dari hadas besar dan mensucikan diri sebelum melakukan ibadah shalat dan lainnya.

Waktu yang dianjurkan untuk mandi nifas adalah setelah darah nifas berhenti. Namun, jika darah nifas masih keluar, maka mandi nifas dapat dilakukan setelah darah nifas berkurang dan tidak keluar lagi.

Doa mandi nifas dapat dibaca setelah selesai mandi dengan membasuh seluruh anggota tubuh secara merata. Berikut tata cara mandi nifas beserta doa yang dibaca:

Doa Mandi Nifas

Mandi nifas merupakan salah satu ibadah penting bagi perempuan Muslim. Berikut adalah 8 poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Dilakukan setelah haid atau nifas berakhir
  • Membaca niat sebelum mandi
  • Menggunakan air bersih
  • Membasuh seluruh tubuh secara merata
  • Membaca doa setelah mandi
  • Memakai pakaian bersih
  • Menghindari ibadah sebelum mandi nifas
  • Dapat diulangi jika hadas besar keluar kembali

Dengan memahami poin-poin penting ini, diharapkan ibadah mandi nifas dapat dilakukan dengan baik dan benar sehingga dapat mensucikan diri dan kembali beribadah dengan tenang.

Dilakukan setelah haid atau nifas berakhir

Mandi nifas dilakukan setelah masa haid atau nifas berakhir. Berikut penjelasannya:

  • Haid

    Masa haid dimulai dari keluarnya darah haid hingga darahnya berhenti. Setelah darah haid berhenti, perempuan wajib mandi nifas.

  • Nifas

    Masa nifas dimulai dari setelah melahirkan hingga darah nifas berhenti. Setelah darah nifas berhenti, perempuan juga wajib mandi nifas.

  • Darah Istihadhah

    Jika darah yang keluar tidak termasuk haid atau nifas, maka disebut darah istihadhah. Perempuan yang mengalami istihadhah tidak wajib mandi nifas.

  • Waktu yang Dianjurkan

    Waktu yang dianjurkan untuk mandi nifas adalah setelah darah haid atau nifas benar-benar berhenti. Namun, jika darah masih keluar sedikit, maka mandi nifas dapat dilakukan setelah darahnya berkurang dan tidak keluar lagi.

Dengan memahami ketentuan ini, perempuan dapat mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan mandi nifas sehingga dapat mensucikan diri dengan baik dan benar.

Membaca niat sebelum mandi

Sebelum mandi nifas, perempuan wajib membaca niat. Niat adalah tujuan atau alasan seseorang melakukan suatu perbuatan. Niat mandi nifas dibaca dalam hati, tidak perlu diucapkan dengan lisan.

Adapun lafal niat mandi nifas adalah sebagai berikut:

“Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidhi (nifas) fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid (nifas) fardhu karena Allah Ta’ala.”

Dalam membaca niat, perempuan dapat menyesuaikan dengan kondisi yang dialaminya, apakah setelah haid atau nifas. Jika setelah haid, maka gunakan lafal “haidhi”. Sedangkan jika setelah nifas, maka gunakan lafal “nifas”.

Dengan membaca niat sebelum mandi nifas, maka mandi yang dilakukan menjadi sah dan bernilai ibadah. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu membaca niat sebelum mandi nifas.

Baca Juga :  Profil Perusahaan Adalah

Menggunakan air bersih

Dalam mandi nifas, wajib menggunakan air bersih. Air bersih adalah air yang memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu:

  • Tidak berubah warna, bau, dan rasanya

    Air yang digunakan untuk mandi nifas tidak boleh berubah warna, bau, atau rasanya. Misalnya, air yang keruh, berbau busuk, atau terasa asin tidak boleh digunakan.

  • Tidak bercampur dengan najis

    Air yang digunakan untuk mandi nifas tidak boleh bercampur dengan najis, seperti air seni, kotoran, atau darah. Jika air bercampur dengan najis, maka air tersebut menjadi najis dan tidak dapat digunakan untuk mandi.

  • Mengalir atau tergenang

    Air yang digunakan untuk mandi nifas dapat berupa air yang mengalir, seperti air sungai atau air keran. Namun, dapat juga berupa air yang tergenang, seperti air dalam bak mandi atau kolam. Yang terpenting, air tersebut memenuhi syarat-syarat kebersihan.

  • Cukup untuk membasahi seluruh tubuh

    Air yang digunakan untuk mandi nifas harus cukup untuk membasahi seluruh tubuh, mulai dari kepala hingga kaki. Jika air tidak cukup, maka mandi nifas tidak sah.

Dengan menggunakan air bersih untuk mandi nifas, maka hadas besar yang disebabkan oleh haid atau nifas dapat hilang dan tubuh menjadi suci kembali.

Membasuh seluruh tubuh secara merata

Setelah membasahi seluruh tubuh dengan air, langkah selanjutnya adalah membasuh seluruh tubuh secara merata. Membasuh seluruh tubuh artinya membasahi seluruh permukaan kulit, mulai dari kepala hingga kaki, tanpa terkecuali.

Dalam membasuh tubuh, pastikan untuk membasuh bagian-bagian yang tersembunyi, seperti sela-sela jari tangan dan kaki, ketiak, dan lipatan paha. Bagian-bagian ini seringkali terlewat saat mandi, padahal sangat penting untuk dibasuh agar hadas besar dapat hilang sepenuhnya.

Selain itu, pastikan juga untuk membasuh rambut dan kulit kepala secara menyeluruh. Rambut dan kulit kepala merupakan bagian tubuh yang mudah kotor dan berkeringat, sehingga perlu dibersihkan dengan baik saat mandi nifas.

Dengan membasuh seluruh tubuh secara merata, maka hadas besar yang disebabkan oleh haid atau nifas dapat hilang dan tubuh menjadi suci kembali. Selain itu, membasuh seluruh tubuh juga dapat menyegarkan badan dan membuat tubuh terasa lebih bersih dan nyaman.

Membaca doa setelah mandi

Setelah selesai mandi nifas, disunnahkan untuk membaca doa. Doa setelah mandi nifas dapat dibaca sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan.

  • “Alhamdulillahil ladzi thoharani minadzanabi wattayyabani minal khubutsi.”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah mensucikan aku dari hadas besar dan membersihkan aku dari kotoran.”

  • “Allahumma inni as’aluka ilman nafi’an wa rizqan waqi’an wa syifaan mu’afiiyan.”

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan kesembuhan dari segala penyakit.”

  • “Allahummaghfirli warhamni watub ‘alayya.”

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, dan terimalah taubatku.”

Dengan membaca doa setelah mandi nifas, diharapkan ibadah mandi nifas menjadi sempurna dan perempuan yang bersangkutan dapat kembali beribadah dengan tenang dan khusyuk.

Memakai pakaian bersih

Setelah selesai mandi nifas dan membaca doa, disunnahkan untuk memakai pakaian bersih. Pakaian bersih artinya pakaian yang suci dari hadas dan najis, serta tidak berbau tidak sedap.

  • Menutup aurat

    Pakaian yang dipakai setelah mandi nifas harus menutup aurat. Bagi perempuan, aurat yang harus ditutup adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

  • Bahan yang menyerap keringat

    Sebaiknya memilih pakaian yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat, seperti katun atau linen. Hal ini untuk menjaga tubuh tetap kering dan nyaman.

  • Tidak ketat

    Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat, karena dapat menghambat peredaran darah dan membuat tubuh tidak nyaman.

  • Tidak berbau tidak sedap

    Pastikan pakaian yang dipakai tidak berbau tidak sedap, karena dapat mengganggu orang lain dan membuat diri sendiri tidak percaya diri.

Baca Juga :  Bacaan Mandi Idul Fitri

Dengan memakai pakaian bersih setelah mandi nifas, diharapkan perempuan yang bersangkutan merasa lebih segar, nyaman, dan percaya diri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menghindari ibadah sebelum mandi nifas

Perempuan yang sedang dalam keadaan hadas besar karena haid atau nifas dilarang melakukan beberapa ibadah, di antaranya:

  • Sholat

    Sholat adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap muslim yang sudah baligh. Namun, perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan sholat karena hadas besar yang dimilikinya.

  • Puasa

    Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diwajibkan puasa, dan jika tetap berpuasa maka puasanya tidak sah.

  • Tawaf

    Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan tawaf, karena tawaf termasuk ibadah yang mensyaratkan suci dari hadas besar.

  • Membaca Al-Qur’an

    Membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Namun, perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan menyentuh dan membaca Al-Qur’an, kecuali jika dalam keadaan darurat.

Dengan menghindari ibadah-ibadah tersebut sebelum mandi nifas, diharapkan perempuan yang bersangkutan dapat menjaga kesucian dirinya dan ibadah yang dilakukannya setelah mandi nifas menjadi lebih sempurna.

Dapat diulangi jika hadas besar keluar kembali

Mandi nifas wajib diulangi jika hadas besar keluar kembali setelah mandi. Hadas besar yang dimaksud adalah keluarnya darah haid atau nifas.

  • Keluarnya darah haid

    Jika setelah mandi nifas keluar darah haid, maka perempuan tersebut wajib mandi haid. Setelah darah haid berhenti, perempuan tersebut wajib mandi nifas kembali.

  • Keluarnya darah nifas

    Jika setelah mandi nifas keluar darah nifas, maka perempuan tersebut wajib mandi nifas kembali. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hadas besar yang disebabkan oleh nifas telah hilang sepenuhnya.

  • Keluarnya darah istihadhah

    Jika setelah mandi nifas keluar darah istihadhah, maka perempuan tersebut tidak wajib mandi nifas kembali. Darah istihadhah adalah darah yang keluar di luar waktu haid dan nifas, dan tidak membatalkan wudu maupun sholat.

Dengan mengulangi mandi nifas jika hadas besar keluar kembali, diharapkan perempuan yang bersangkutan dapat menjaga kesucian dirinya dan ibadah yang dilakukannya menjadi lebih sempurna.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait doa mandi nifas:

Question 1: Apa itu doa mandi nifas?
Answer 1: Doa mandi nifas adalah doa yang dibaca setelah selesai mandi nifas untuk mensucikan diri dari hadas besar dan kembali beribadah.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Doa Mandi Sebelum Puasa Ramadhan

Question 2: Kapan waktu yang tepat membaca doa mandi nifas?
Answer 2: Doa mandi nifas dibaca setelah selesai mandi nifas dan membasuh seluruh tubuh secara merata.

Question 3: Bagaimana tata cara membaca doa mandi nifas?
Answer 3: Doa mandi nifas dibaca sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan.

Question 4: Apa saja lafal doa mandi nifas?
Answer 4: Berikut beberapa lafal doa mandi nifas:

  • “Alhamdulillahil ladzi thoharani minadzanabi wattayyabani minal khubutsi.”
  • “Allahumma inni as’aluka ilman nafi’an wa rizqan waqi’an wa syifaan mu’afiiyan.”
  • “Allahummaghfirli warhamni watub ‘alayya.”

Question 5: Apakah wajib membaca doa mandi nifas?
Answer 5: Membaca doa mandi nifas hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan untuk dibaca karena dapat menyempurnakan ibadah mandi nifas.

Question 6: Apa yang harus dilakukan jika lupa membaca doa mandi nifas?
Answer 6: Jika lupa membaca doa mandi nifas, maka tidak perlu mengulangi mandi nifas. Namun, disarankan untuk membaca doa tersebut di kemudian hari.

Dengan memahami pertanyaan dan jawaban di atas, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan memudahkan dalam mengamalkan doa mandi nifas dengan baik dan benar.

Tips

Berikut adalah beberapa tips dalam mengamalkan doa mandi nifas:

1. Baca doa dengan khusyuk dan penuh penghayatan
Saat membaca doa mandi nifas, usahakan untuk membaca dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Hal ini akan membantu Anda untuk lebih meresapi makna doa yang dibaca dan memperoleh manfaatnya secara maksimal.

2. Baca doa dengan benar dan jelas
Pastikan untuk membaca doa dengan benar dan jelas, sesuai dengan lafal yang telah ditentukan. Hal ini penting agar doa yang dibaca dapat diterima oleh Allah SWT.

3. Amalkan doa secara rutin
Usahakan untuk mengamalkan doa mandi nifas secara rutin setelah selesai mandi nifas. Hal ini akan membantu Anda untuk menjaga kesucian diri dan ibadah yang dilakukan menjadi lebih sempurna.

4. Ajarkan doa kepada orang lain
Jika Anda mengetahui seseorang yang belum mengetahui doa mandi nifas, ajarkanlah doa tersebut kepada mereka. Dengan berbagi ilmu, Anda akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan dapat membantu Anda dalam mengamalkan doa mandi nifas dengan baik dan benar, sehingga dapat menyempurnakan ibadah dan memperoleh manfaatnya secara maksimal.

Kesimpulan

Doa mandi nifas merupakan bagian penting dari ibadah mandi nifas yang dilakukan oleh perempuan Muslim setelah selesai haid atau nifas. Dengan membaca doa mandi nifas, diharapkan dapat mensucikan diri dari hadas besar, menyempurnakan ibadah, dan memperoleh manfaatnya secara maksimal.

Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diingat:

  • Doa mandi nifas dibaca setelah selesai mandi nifas dan membasuh seluruh tubuh secara merata.
  • Tata cara membaca doa mandi nifas adalah dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan.
  • Terdapat beberapa lafal doa mandi nifas, di antaranya:
    • “Alhamdulillahil ladzi thoharani minadzanabi wattayyabani minal khubutsi.”
    • “Allahumma inni as’aluka ilman nafi’an wa rizqan waqi’an wa syifaan mu’afiiyan.”
    • “Allahummaghfirli warhamni watub ‘alayya.”
  • Membaca doa mandi nifas hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan untuk dibaca.
  • Jika lupa membaca doa mandi nifas, maka tidak perlu mengulangi mandi nifas. Namun, disarankan untuk membaca doa tersebut di kemudian hari.

Dengan memahami dan mengamalkan doa mandi nifas, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan memudahkan dalam menjalankan ibadah dengan baik dan benar.


Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

sisca

Halo, Perkenalkan nama saya Sisca. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags