Bacaan Ghunnah

sisca


Bacaan Ghunnah

Dalam ilmu tajwid, bacaan ghunnah merupakan cara membaca huruf Hijaiyah tertentu dengan cara mengeluarkan suara dengung dari hidung. Huruf-huruf yang dibaca ghunnah disebut juga dengan huruf-huruf ikhfa’.

Bacaan ghunnah memiliki beberapa variasi, yaitu ghunnah asli, ghunnah mutaharrik, dan ghunnah mutaharrik sakin. Setiap variasi memiliki aturan bacaan yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah penjelasan rinci mengenai masing-masing variasi bacaan ghunnah:

Bacaan Ghunnah

Bacaan ghunnah dalam ilmu tajwid memiliki beberapa poin penting yang perlu diketahui:

  • Huruf ikhfa’
  • Dengung dari hidung
  • Variasi ghunnah asli
  • Ghunnah mutaharrik
  • Ghunnah mutaharrik sakin
  • Aturan bacaan berbeda
  • Memperindah bacaan
  • Menambah pahala
  • Memudahkan hafalan
  • Menjaga keaslian Al-Qur’an

Memahami dan mempraktikkan bacaan ghunnah dengan baik merupakan bagian penting dalam mempelajari ilmu tajwid dan memperindah bacaan Al-Qur’an.

Huruf ikhfa’

Huruf ikhfa’ adalah huruf Hijaiyah yang dibaca ghunnah ketika berada di tengah atau di akhir kata dan bertemu dengan huruf hijaiyah berikutnya yang berharakat sukun (mati). Huruf-huruf ikhfa’ ada enam, yaitu:

  1. Nun (ن)
  2. Mim (م)
  3. Wawu (و)
  4. Ya’ (ي)
  5. Lam (ل)
  6. Ra’ (ر)

Cara membaca huruf ikhfa’ adalah dengan melafalkan huruf tersebut dengan jelas, kemudian mengeluarkan suara dengung dari hidung selama dua harakat. Misalnya, ketika membaca kata “مِنْ” (dari), huruf mim dibaca ghunnah selama dua harakat, yaitu dengan melafalkan “mi-inn”.

Bacaan ghunnah pada huruf ikhfa’ memiliki beberapa variasi, yaitu ghunnah asli, ghunnah mutaharrik, dan ghunnah mutaharrik sakin. Penjelasan mengenai variasi-variasi bacaan ghunnah ini akan dibahas pada bagian selanjutnya.

Membaca huruf ikhfa’ dengan benar sangat penting untuk menjaga keaslian dan keindahan bacaan Al-Qur’an. Oleh karena itu, perlu dipahami dan dipraktikkan dengan baik agar bacaan Al-Qur’an menjadi lebih merdu dan sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.

Dengung dari hidung

Dengung dari hidung merupakan ciri khas bacaan ghunnah. Dengung ini dihasilkan dengan cara menggetarkan dinding rongga hidung saat melafalkan huruf-huruf ikhfa’.

Untuk menghasilkan dengung yang baik, perlu diperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Pastikan rongga hidung dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat.
  2. Keluarkan napas dari hidung secara perlahan dan teratur.
  3. Getarkan dinding rongga hidung dengan cara mengerutkan otot-otot di sekitar hidung.
  4. Sesuaikan volume dengung dengan kaidah tajwid yang benar.

Dengung dari hidung pada bacaan ghunnah tidak boleh berlebihan atau terlalu pelan. Dengung yang berlebihan dapat merusak keindahan bacaan, sedangkan dengung yang terlalu pelan dapat menghilangkan kekhususan bacaan ghunnah.

Dengan mempraktikkan cara-cara di atas, diharapkan dapat menghasilkan dengung dari hidung yang baik dan sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Hal ini akan menambah keindahan dan kekhususan bacaan Al-Qur’an.

Selain itu, dengung dari hidung pada bacaan ghunnah juga memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

  • Memperindah bacaan Al-Qur’an.
  • Menambah pahala bagi yang membacanya.
  • Membantu konsentrasi saat membaca Al-Qur’an.
  • Membantu menghafal Al-Qur’an.

Variasi ghunnah asli

Variasi ghunnah asli adalah bacaan ghunnah yang dilakukan pada huruf ikhfa’ yang terletak di tengah atau di akhir kata dan tidak diikuti oleh huruf hamzah atau huruf yang berharakat tasydid (syaddah).

  • Ghunnah dua harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang terletak di tengah kata dan tidak diikuti oleh huruf mati. Misalnya, pada kata “مِنْ” (dari), huruf mim dibaca ghunnah selama dua harakat.

  • Ghunnah satu harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang terletak di akhir kata dan tidak diikuti oleh huruf mati. Misalnya, pada kata “مَا” (apa), huruf alif dibaca ghunnah selama satu harakat.

  • Ghunnah tiga harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang terletak di tengah kata dan diikuti oleh huruf mati yang berharakat fathah. Misalnya, pada kata “مِنْهُ” (daripadanya), huruf mim dibaca ghunnah selama tiga harakat.

  • Ghunnah empat harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang terletak di akhir kata dan diikuti oleh huruf mati yang berharakat fathah. Misalnya, pada kata “مَا أَحْسَنَهُ” (betapa bagusnya), huruf alif dibaca ghunnah selama empat harakat.

Baca Juga :  Panduan Lengap Bacaan Bilal Tarawih Latin untuk Salat Tarawih yang Khusyuk

Memahami dan mempraktikkan variasi bacaan ghunnah asli dengan benar sangat penting untuk menghasilkan bacaan Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid dan memiliki keindahan yang optimal.

Ghunnah mutaharrik

Ghunnah mutaharrik adalah bacaan ghunnah yang dilakukan pada huruf ikhfa’ yang terletak di tengah kata dan diikuti oleh huruf hidup (berharakat fathah, kasrah, atau dhammah).

  • Ghunnah dua harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang diikuti oleh huruf hidup fathah. Misalnya, pada kata “مُؤْمِنٌ” (orang yang beriman), huruf mim dibaca ghunnah selama dua harakat.

  • Ghunnah tiga harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang diikuti oleh huruf hidup kasrah. Misalnya, pada kata “مَلائِكَةٌ” (malaikat), huruf mim dibaca ghunnah selama tiga harakat.

  • Ghunnah empat harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang diikuti oleh huruf hidup dhammah. Misalnya, pada kata “يَرْضَوْنَ” (mereka ridha), huruf ya’ dibaca ghunnah selama empat harakat.

  • Ghunnah enam harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang diikuti oleh dua huruf hidup, yaitu kasrah dan fathah. Misalnya, pada kata “مِنْهُمْ” (dari mereka), huruf mim dibaca ghunnah selama enam harakat.

Perlu diperhatikan bahwa ghunnah mutaharrik tidak boleh dibaca terlalu panjang atau berlebihan, karena dapat merusak keindahan bacaan Al-Qur’an. Panjang ghunnah yang tepat adalah sesuai dengan jumlah harakat yang ditentukan.

Ghunnah mutaharrik sakin

Ghunnah mutaharrik sakin adalah bacaan ghunnah yang dilakukan pada huruf ikhfa’ yang terletak di akhir kata dan diikuti oleh huruf mati (sukun).

  • Ghunnah dua harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang diikuti oleh huruf mati yang berharakat fathah. Misalnya, pada kata “مِنْهُ” (daripadanya), huruf mim dibaca ghunnah selama dua harakat.

  • Ghunnah tiga harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang diikuti oleh huruf mati yang berharakat kasrah. Misalnya, pada kata “مَلَكَ” (malaikat), huruf kaf dibaca ghunnah selama tiga harakat.

  • Ghunnah empat harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang diikuti oleh huruf mati yang berharakat dhammah. Misalnya, pada kata “يَخْشَوْنَ” (mereka takut), huruf ya’ dibaca ghunnah selama empat harakat.

  • Ghunnah lima harakat

    Dilakukan pada huruf ikhfa’ yang diikuti oleh dua huruf mati, yaitu kasrah dan fathah. Misalnya, pada kata “صِرَاطَ” (jalan), huruf ra’ dibaca ghunnah selama lima harakat.

Sama seperti ghunnah mutaharrik, ghunnah mutaharrik sakin juga tidak boleh dibaca terlalu panjang atau berlebihan. Panjang ghunnah yang tepat adalah sesuai dengan jumlah harakat yang ditentukan.

Aturan bacaan berbeda

Setiap variasi bacaan ghunnah memiliki aturan bacaan yang berbeda-beda, yaitu:

  1. Ghunnah asli dibaca dengan mengeluarkan suara dengung dari hidung selama dua, tiga, atau empat harakat, tergantung pada posisi huruf ikhfa’ dalam kata.
  2. Ghunnah mutaharrik dibaca dengan mengeluarkan suara dengung dari hidung selama dua, tiga, empat, atau enam harakat, tergantung pada huruf hidup yang mengikuti huruf ikhfa’.
  3. Ghunnah mutaharrik sakin dibaca dengan mengeluarkan suara dengung dari hidung selama dua, tiga, empat, atau lima harakat, tergantung pada huruf mati yang mengikuti huruf ikhfa’.

Selain itu, ada beberapa aturan khusus yang perlu diperhatikan dalam membaca ghunnah, yaitu:

  • Jika huruf ikhfa’ diikuti oleh huruf hamzah, maka ghunnah tidak dibaca.
  • Jika huruf ikhfa’ diikuti oleh huruf yang berharakat tasydid (syaddah), maka ghunnah hanya dibaca selama dua harakat.
  • Jika huruf ikhfa’ terletak pada akhir ayat dan diikuti oleh tanda waqaf, maka ghunnah dibaca selama dua harakat.

Dengan memahami dan mempraktikkan aturan bacaan ghunnah yang benar, diharapkan dapat menghasilkan bacaan Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid dan memiliki keindahan yang optimal.

Memperindah bacaan

Bacaan ghunnah memiliki peran penting dalam memperindah bacaan Al-Qur’an. Berikut adalah beberapa cara ghunnah dapat memperindah bacaan:

  • Menambah keindahan melodi bacaan

    Suara dengung dari hidung saat membaca ghunnah menciptakan melodi yang indah dan khas dalam bacaan Al-Qur’an.

  • Memperjelas perbedaan antar huruf

    Ghunnah membantu membedakan antara huruf ikhfa’ dengan huruf-huruf lainnya. Hal ini penting untuk menjaga kejelasan dan keindahan bacaan.

  • Menghindari salah baca

    Membaca ghunnah dengan benar dapat membantu menghindari kesalahan baca, terutama pada kata-kata yang memiliki huruf ikhfa’ yang berdekatan.

  • Menambah kekhusyukan dalam membaca

    Suara dengung dari hidung saat membaca ghunnah dapat menambah kekhusyukan dan ketenangan dalam membaca Al-Qur’an.

Baca Juga :  Ukuran Cincin Pria

Dengan mempraktikkan bacaan ghunnah yang baik dan benar, diharapkan dapat menghasilkan bacaan Al-Qur’an yang indah, jelas, dan sesuai dengan kaidah tajwid.

Menambah pahala

Membaca ghunnah dengan baik dan benar tidak hanya memperindah bacaan, tetapi juga dapat menambah pahala bagi yang membacanya. Hal ini didasarkan pada beberapa hadis Nabi Muhammad SAW, di antaranya:

  1. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa الم (alif lam mim) adalah satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” Hadis ini menunjukkan bahwa membaca setiap huruf dalam Al-Qur’an, termasuk huruf-huruf yang dibaca ghunnah, akan mendapatkan pahala.
  2. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, maka di akhirat nanti ia akan bersama para malaikat yang mulia dan taat.” Hadis ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, termasuk membaca ghunnah dengan benar, akan mendapatkan kehormatan di akhirat.

Selain itu, ulama juga berpendapat bahwa membaca ghunnah dengan baik dapat menambah pahala karena merupakan bagian dari ibadah yang dilakukan dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, membaca ghunnah dengan baik dan benar tidak hanya memperindah bacaan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menambah pahala dan mendapatkan kehormatan di akhirat.

Dengan mengetahui keutamaan membaca ghunnah dengan baik dan benar, diharapkan dapat memotivasi kita untuk mempelajari dan mempraktikkan bacaan ghunnah dengan sebaik-baiknya.

Memudahkan hafalan

Bacaan ghunnah juga dapat membantu memudahkan hafalan Al-Qur’an. Berikut adalah beberapa alasannya:

  • Membedakan kata-kata yang mirip

    Suara dengung dari hidung saat membaca ghunnah dapat membantu membedakan antara kata-kata yang memiliki huruf ikhfa’ yang mirip, sehingga memudahkan untuk menghafal dan mengingat kata-kata tersebut.

  • Menghubungkan ayat-ayat

    Ghunnah yang dibaca pada huruf ikhfa’ yang terletak di akhir kata dapat membantu menghubungkan ayat-ayat dalam Al-Qur’an, sehingga memudahkan untuk menghafal dan mengingat urutan ayat-ayat tersebut.

  • Memperjelas struktur kalimat

    Bacaan ghunnah dapat membantu memperjelas struktur kalimat dalam Al-Qur’an, terutama pada kalimat yang panjang dan kompleks. Hal ini dapat memudahkan untuk memahami dan menghafal makna kalimat tersebut.

  • Menambah konsentrasi

    Suara dengung dari hidung saat membaca ghunnah dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus saat menghafal Al-Qur’an, sehingga memudahkan untuk mengingat dan mengulang hafalan.

Dengan memanfaatkan manfaat bacaan ghunnah dalam memudahkan hafalan, diharapkan dapat membantu para penghafal Al-Qur’an untuk menghafal dan mengingat Al-Qur’an dengan lebih mudah dan efektif.

Menjaga keaslian Al-Qur’an

Membaca ghunnah dengan baik dan benar juga merupakan salah satu cara untuk menjaga keaslian Al-Qur’an. Hal ini karena bacaan ghunnah merupakan bagian dari ilmu tajwid yang telah diajarkan dan diamalkan sejak zaman Rasulullah SAW.

  1. Membaca ghunnah sesuai dengan kaidah tajwid

    Dengan membaca ghunnah sesuai dengan kaidah tajwid, maka bacaan Al-Qur’an akan sesuai dengan bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Hal ini penting untuk menjaga keaslian dan kemurnian Al-Qur’an.

  2. Mencegah kesalahan baca

    Membaca ghunnah dengan benar dapat membantu mencegah kesalahan baca, terutama pada kata-kata yang memiliki huruf ikhfa’ yang berdekatan. Kesalahan baca dapat mengubah makna ayat, sehingga penting untuk membaca ghunnah dengan benar agar makna Al-Qur’an tetap terjaga.

  3. Menjaga kesinambungan sanad bacaan

    Sanad bacaan adalah mata rantai penyampaian bacaan Al-Qur’an dari Rasulullah SAW hingga para qari’ di masa sekarang. Membaca ghunnah sesuai dengan kaidah tajwid merupakan salah satu cara untuk menjaga kesinambungan sanad bacaan, sehingga bacaan Al-Qur’an yang kita baca saat ini masih sesuai dengan bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

  4. Sebagai bukti kecintaan terhadap Al-Qur’an

    Membaca ghunnah dengan baik dan benar merupakan salah satu bentuk kecintaan kita terhadap Al-Qur’an. Dengan membaca ghunnah dengan baik, kita menunjukkan bahwa kita ingin membaca dan memahami Al-Qur’an sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Baca Juga :  Bacaan Sholat Muhammadiyah

Dengan memahami pentingnya bacaan ghunnah dalam menjaga keaslian Al-Qur’an, diharapkan dapat memotivasi kita untuk mempelajari dan mempraktikkan bacaan ghunnah dengan sebaik-baiknya.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait bacaan ghunnah:

Question 1: Apa itu bacaan ghunnah?
Answer 1: Bacaan ghunnah adalah cara membaca huruf Hijaiyah tertentu dengan cara mengeluarkan suara dengung dari hidung.

Question 2: Apa saja huruf yang dibaca ghunnah?
Answer 2: Huruf yang dibaca ghunnah disebut huruf ikhfa’, yaitu nun (ن), mim (م), wawu (و), ya’ (ي), lam (ل), dan ra’ (ر).

Question 3: Bagaimana cara membaca ghunnah?
Answer 3: Huruf ikhfa’ dibaca ghunnah dengan melafalkan huruf tersebut dengan jelas, kemudian mengeluarkan suara dengung dari hidung selama dua harakat.

Question 4: Apa saja variasi bacaan ghunnah?
Answer 4: Variasi bacaan ghunnah ada tiga, yaitu ghunnah asli, ghunnah mutaharrik, dan ghunnah mutaharrik sakin.

Question 5: Apa manfaat membaca ghunnah dengan baik dan benar?
Answer 5: Membaca ghunnah dengan baik dan benar dapat memperindah bacaan, menambah pahala, memudahkan hafalan, dan menjaga keaslian Al-Qur’an.

Question 6: Bagaimana cara belajar membaca ghunnah dengan baik dan benar?
Answer 6: Untuk belajar membaca ghunnah dengan baik dan benar, disarankan untuk belajar kepada guru atau ustadz yang ahli dalam ilmu tajwid.

Dengan memahami berbagai pertanyaan dan jawaban di atas, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman kita tentang bacaan ghunnah.

Selain memahami FAQ di atas, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu dalam mempraktikkan bacaan ghunnah dengan baik dan benar:

Tips

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu dalam mempraktikkan bacaan ghunnah dengan baik dan benar:

1. Belajar kepada guru atau ustadz yang ahli dalam ilmu tajwid
Cara terbaik untuk mempelajari bacaan ghunnah dengan baik dan benar adalah dengan belajar kepada guru atau ustadz yang ahli dalam ilmu tajwid. Mereka dapat mengajarkan teknik membaca ghunnah yang tepat dan membimbing Anda dalam mempraktikkannya.

2. Berlatih secara rutin
Membaca ghunnah dengan baik dan benar membutuhkan latihan yang rutin. Cobalah untuk membaca Al-Qur’an atau teks-teks tajwid lainnya setiap hari dan fokus pada pengucapan huruf-huruf ikhfa’ dengan ghunnah yang tepat.

3. Dengarkan bacaan ghunnah dari qari’ atau ustadz yang mahir
Mendengarkan bacaan ghunnah dari qari’ atau ustadz yang mahir dapat membantu Anda memahami bagaimana ghunnah dibaca dengan baik dan benar. Anda dapat mendengarkan rekaman bacaan mereka atau mengikuti pengajian yang mereka selenggarakan.

4. Gunakan aplikasi atau website untuk belajar tajwid
Saat ini, terdapat banyak aplikasi atau website yang menyediakan materi pembelajaran tajwid, termasuk bacaan ghunnah. Anda dapat memanfaatkan teknologi ini untuk belajar dan berlatih membaca ghunnah dengan lebih mudah dan efektif.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan dapat membantu Anda dalam mempraktikkan bacaan ghunnah dengan baik dan benar. Hal ini akan menambah keindahan bacaan Al-Qur’an Anda dan memberikan pahala yang berlimpah.

Dengan memahami bacaan ghunnah dan mempraktikkannya dengan baik dan benar, diharapkan dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an kita, menambah pahala, dan menjaga keaslian Al-Qur’an.

Conclusion

Bacaan ghunnah merupakan salah satu aspek penting dalam ilmu tajwid yang perlu dipahami dan dipraktikkan dengan baik dan benar. Bacaan ghunnah memiliki beberapa variasi, yaitu ghunnah asli, ghunnah mutaharrik, dan ghunnah mutaharrik sakin. Setiap variasi memiliki aturan bacaan yang berbeda-beda.

Membaca ghunnah dengan baik dan benar memiliki banyak manfaat, antara lain memperindah bacaan Al-Qur’an, menambah pahala, memudahkan hafalan, dan menjaga keaslian Al-Qur’an. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari dan mempraktikkan bacaan ghunnah dengan sebaik-baiknya.

Dengan memahami dan menguasai bacaan ghunnah, diharapkan dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an kita, menambah pahala, dan menjaga kemurnian Al-Qur’an yang telah diwariskan kepada kita. Marilah kita senantiasa belajar dan berlatih membaca ghunnah dengan baik dan benar, sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan ajaran agama Islam.


Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

sisca

Halo, Perkenalkan nama saya Sisca. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags