Apa Itu Musyrik?

sisca


Apa Itu Musyrik?

Musyrik merupakan istilah dalam agama Islam yang merujuk pada perbuatan menyekutukan Allah SWT dalam ibadah atau kepercayaan. Ini adalah dosa besar yang diharamkan dalam ajaran Islam, karena dianggap merendahkan ke-Esa-an dan ke-Mahakuasaan Allah SWT.

Orang yang melakukan musyrik disebut musyrik, dan mereka dianggap telah keluar dari agama Islam. Dalam Al-Qur’an, banyak ayat yang mengancam hukuman berat bagi orang-orang yang melakukan musyrik, seperti dalam Surat Al-Maidah ayat 51:

Apa itu Musyrik?

Musyrik adalah dosa besar dalam Islam, yaitu menyekutukan Allah SWT dalam ibadah atau kepercayaan.

  • Menyekutukan Allah
  • Dosa besar
  • Keluar dari Islam
  • Ancaman hukuman berat
  • Melanggar ke-Esa-an Allah
  • Merendahkan ke-Mahakuasaan Allah
  • Menyembah selain Allah
  • Menjadikan tandingan Allah
  • Perbuatan terlarang

Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita wajib menjauhi segala bentuk musyrik dan hanya menyembah Allah SWT semata.

Menyekutukan Allah

Menyekutukan Allah adalah perbuatan dosa besar dalam Islam. Ini berarti menyandingkan atau menjadikan sesuatu selain Allah SWT sebagai tandingan atau setara dengan-Nya dalam hal ibadah atau kepercayaan. Menyekutukan Allah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, antara lain:

1. Menyembah berhala atau patung. Ini adalah bentuk musyrik yang paling jelas dan tegas dilarang dalam Islam.
2. Mempercayai adanya tuhan selain Allah SWT, meskipun tidak menyembahnya secara langsung.
3. Menjadikan makhluk lain sebagai perantara antara diri sendiri dengan Allah SWT, seperti meminta pertolongan atau perlindungan kepada jin, dukun, atau orang suci.
4. Meyakini bahwa ada kekuatan lain yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT, seperti percaya pada takdir atau nasib yang tidak dapat diubah.

Menyekutukan Allah merupakan dosa yang sangat besar karena dianggap merendahkan ke-Esa-an dan ke-Mahakuasaan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa’: 48)

Dosa Besar

Musyrik merupakan dosa besar dalam Islam, bahkan dianggap sebagai dosa yang paling besar. Hal ini karena musyrik bertentangan dengan ajaran tauhid, yaitu keyakinan akan ke-Esa-an dan ke-Mahakuasaan Allah SWT. Menyekutukan Allah SWT berarti merendahkan kedudukan-Nya dan menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari-Nya.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Oleh karena itu, hukuman bagi orang yang melakukan musyrik sangat berat, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, orang yang terbukti melakukan musyrik dapat dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di akhirat, orang yang meninggal dalam keadaan musyrik akan mendapat siksa neraka yang kekal.

Namun, Allah SWT juga Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bertaubat dengan sungguh-sungguh. Jika seseorang yang telah melakukan musyrik bertobat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya.

Keluar dari Islam

Musyrik merupakan dosa besar yang dapat menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam. Hal ini karena musyrik bertentangan dengan ajaran dasar Islam, yaitu tauhid atau ke-Esa-an Allah SWT. Orang yang melakukan musyrik dianggap telah mengingkari ke-Esa-an Allah SWT dan menjadikan selain Allah SWT sebagai tandingan atau sekutu-Nya.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka Allah mengharamkan surga bagi mereka, dan tempat mereka adalah neraka. Tidak ada bagi orang-orang yang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah: 72)

Oleh karena itu, orang yang melakukan musyrik dan tidak mau bertaubat, maka ia dianggap telah keluar dari agama Islam. Ia tidak lagi dianggap sebagai seorang Muslim dan tidak berhak mendapatkan hak-hak sebagai seorang Muslim, seperti hak untuk menikah dengan sesama Muslim atau hak untuk dimakamkan di pemakaman Muslim.

Namun, jika orang yang telah melakukan musyrik bertobat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar, maka ia akan diterima kembali sebagai seorang Muslim. Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

Baca Juga :  Apa Arti Free?

Ancaman Hukuman Berat

Orang yang melakukan musyrik akan mendapat ancaman hukuman yang berat, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, orang yang terbukti melakukan musyrik dapat dijatuhi hukuman mati. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu adalah suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat siksa yang besar.” (QS. Al-Maidah: 33)

Selain hukuman di dunia, orang yang meninggal dalam keadaan musyrik juga akan mendapat siksa yang berat di akhirat. Mereka akan kekal di dalam neraka, sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, maka Allah tidak akan menerima tobat dari mereka, dan bagi mereka disediakan azab yang pedih.” (QS. Ali Imran: 90)

Namun, Allah SWT juga Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat. Bagi orang yang melakukan musyrik dan bertobat dengan sungguh-sungguh sebelum meninggal dunia, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya dan memasukkannya ke dalam surga.

Melanggar Ke-Esa-an Allah

Musyrik merupakan perbuatan yang melanggar ke-Esa-an atau tauhid Allah SWT. Tauhid merupakan ajaran dasar dalam Islam yang menyatakan bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan tidak ada Tuhan selain Allah SWT. Menyekutukan Allah SWT berarti mengingkari ajaran tauhid dan menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

Ke-Esa-an Allah SWT meliputi tiga aspek, yaitu:

  1. Tauhid Rububiyah, yaitu mengakui bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Pencipta, Pemilik, dan Pengatur alam semesta.
  2. Tauhid Uluhiyah, yaitu mengakui bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan tidak ada Tuhan selain Allah SWT.
  3. Tauhid Asma wa Sifat, yaitu mengakui bahwa nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT adalah unik dan tidak ada yang serupa dengan-Nya.

Dengan melakukan musyrik, seseorang telah melanggar ketiga aspek tauhid tersebut. Ia tidak lagi mengakui bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT. Hal ini merupakan dosa besar yang dapat menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam.

Merendahkan Ke-Mahakuasaan Allah

Musyrik juga merupakan perbuatan yang merendahkan ke-Mahakuasaan Allah SWT. Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang Mahakuasa, tidak ada yang mampu menyaingi atau mengalahkan-Nya. Menyekutukan Allah SWT berarti menganggap ada yang memiliki kekuasaan yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

  • Menjadikan makhluk lain sebagai perantara

    Orang musyrik sering kali menjadikan makhluk lain, seperti jin, dukun, atau orang suci, sebagai perantara antara diri mereka dengan Allah SWT. Mereka percaya bahwa makhluk-makhluk tersebut dapat membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan atau melindungi mereka dari bahaya. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena menganggap ada yang memiliki kekuasaan yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

  • Mempercayai takdir atau nasib

    Orang musyrik juga sering kali mempercayai takdir atau nasib yang tidak dapat diubah. Mereka percaya bahwa segala sesuatu sudah ditentukan sebelumnya dan tidak dapat diubah oleh siapa pun, termasuk Allah SWT. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena mengingkari ke-Mahakuasaan Allah SWT dan menganggap ada kekuatan lain yang lebih tinggi dari Allah SWT.

  • Menyembah berhala atau patung

    Orang musyrik juga menyembah berhala atau patung sebagai representasi dari Tuhan. Mereka percaya bahwa berhala atau patung tersebut memiliki kekuatan untuk membantu atau melindungi mereka. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena menganggap ada yang memiliki kekuasaan yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

  • Meminta pertolongan kepada selain Allah SWT

    Orang musyrik juga sering kali meminta pertolongan kepada selain Allah SWT, seperti kepada jin, dukun, atau orang suci. Mereka percaya bahwa makhluk-makhluk tersebut dapat membantu mereka mengatasi masalah atau kesulitan yang mereka hadapi. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena mengingkari ke-Mahakuasaan Allah SWT dan menganggap ada yang memiliki kekuasaan yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

Baca Juga :  Syarat Hewan Kurban

Dengan melakukan perbuatan-perbuatan tersebut, orang musyrik telah merendahkan ke-Mahakuasaan Allah SWT dan menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT. Hal ini merupakan dosa besar yang dapat menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam.

Menyembah Selain Allah

Salah satu bentuk musyrik yang paling jelas adalah menyembah selain Allah SWT. Ini berarti menjadikan selain Allah SWT sebagai Tuhan atau objek pemujaan.

  • Menyembah berhala atau patung

    Orang musyrik sering kali membuat dan menyembah berhala atau patung sebagai representasi dari Tuhan. Mereka percaya bahwa berhala atau patung tersebut memiliki kekuatan untuk membantu atau melindungi mereka. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena menjadikan selain Allah SWT sebagai objek pemujaan.

  • Menyembah makhluk lain

    Orang musyrik juga menyembah makhluk lain, seperti jin, malaikat, atau manusia tertentu, sebagai Tuhan. Mereka percaya bahwa makhluk-makhluk tersebut memiliki kekuasaan untuk membantu atau melindungi mereka. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena menjadikan selain Allah SWT sebagai objek pemujaan.

  • Menyembah benda-benda alam

    Orang musyrik juga menyembah benda-benda alam, seperti matahari, bulan, atau bintang, sebagai Tuhan. Mereka percaya bahwa benda-benda alam tersebut memiliki kekuatan untuk membantu atau melindungi mereka. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena menjadikan selain Allah SWT sebagai objek pemujaan.

  • Menyembah kekuatan atau konsep

    Orang musyrik juga menyembah kekuatan atau konsep tertentu, seperti kekayaan, kekuasaan, atau keberuntungan, sebagai Tuhan. Mereka percaya bahwa kekuatan atau konsep tersebut dapat membantu mereka mencapai tujuan atau melindungi mereka dari bahaya. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena menjadikan selain Allah SWT sebagai objek pemujaan.

Dengan menyembah selain Allah SWT, orang musyrik telah melakukan dosa besar karena mengingkari ke-Esaan Allah SWT dan menjadikan selain Allah SWT sebagai objek pemujaan. Hal ini dapat menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam.

Menjadikan Tandingan Allah

Selain menyembah selain Allah SWT, orang musyrik juga menjadikan selain Allah SWT sebagai tandingan Allah SWT. Ini berarti menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

  • Menjadikan makhluk lain sebagai sekutu Allah SWT

    Orang musyrik sering kali menjadikan makhluk lain, seperti jin, malaikat, atau manusia tertentu, sebagai sekutu Allah SWT. Mereka percaya bahwa makhluk-makhluk tersebut memiliki kekuasaan yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT dan dapat membantu mereka mencapai tujuan atau melindungi mereka dari bahaya. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

  • Menjadikan benda-benda alam sebagai tandingan Allah SWT

    Orang musyrik juga menjadikan benda-benda alam, seperti matahari, bulan, atau bintang, sebagai tandingan Allah SWT. Mereka percaya bahwa benda-benda alam tersebut memiliki kekuasaan yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT dan dapat membantu mereka mencapai tujuan atau melindungi mereka dari bahaya. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

  • Menjadikan kekuatan atau konsep sebagai tandingan Allah SWT

    Orang musyrik juga menjadikan kekuatan atau konsep tertentu, seperti kekayaan, kekuasaan, atau keberuntungan, sebagai tandingan Allah SWT. Mereka percaya bahwa kekuatan atau konsep tersebut memiliki kekuasaan yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT dan dapat membantu mereka mencapai tujuan atau melindungi mereka dari bahaya. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

  • Menjadikan diri sendiri sebagai tandingan Allah SWT

    Orang musyrik juga menjadikan diri sendiri sebagai tandingan Allah SWT. Mereka percaya bahwa mereka memiliki kekuasaan yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT dan dapat mencapai tujuan atau melindungi diri sendiri tanpa bantuan Allah SWT. Hal ini merupakan perbuatan musyrik karena menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

Dengan menjadikan selain Allah SWT sebagai tandingan Allah SWT, orang musyrik telah melakukan dosa besar karena mengingkari ke-Esaan Allah SWT dan menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT. Hal ini dapat menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam.

Baca Juga :  Musyrik Adalah: Pengertian, Jenis-jenis, dan Dampaknya

Perbuatan Terlarang

Musyrik merupakan perbuatan terlarang dalam Islam. Allah SWT melarang hamba-Nya untuk melakukan musyrik, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

“Dan janganlah kamu mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatupun.” (QS. An-Nisa’: 48)

Larangan terhadap musyrik sangat tegas dan jelas. Tidak ada toleransi sedikit pun bagi orang yang melakukan musyrik. Hal ini karena musyrik merupakan dosa besar yang dapat menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam.

Selain ayat di atas, masih banyak ayat lain dalam Al-Qur’an yang melarang perbuatan musyrik. Di antaranya:

  • QS. Al-Maidah: 72: “Sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah SWT, maka Allah SWT mengharamkan surga bagi mereka, dan tempat mereka adalah neraka. Tidak ada bagi orang-orang yang zalim itu seorang penolong pun.”
  • QS. Al-An’am: 106: “Dan apabila kamu ditimpa suatu musibah, maka kepada-Nya-lah kamu mengadu. Kemudian apabila Dia telah menghilangkan musibah itu dari kamu, maka sebagian besar di antara kamu mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah SWT.”
  • QS. Luqman: 13: “Sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang besar.”

Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa musyrik merupakan perbuatan terlarang yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Oleh karena itu, setiap Muslim wajib menjauhi perbuatan musyrik dan hanya menyembah Allah SWT semata.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya terkait dengan musyrik:

Pertanyaan: Apa itu musyrik?
Jawaban: Musyrik adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT dalam ibadah atau kepercayaan, yaitu menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT.

Pertanyaan: Apa hukum musyrik dalam Islam?
Jawaban: Musyrik merupakan dosa besar yang dapat menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam.

Pertanyaan: Apa saja bentuk-bentuk musyrik?
Jawaban: Bentuk-bentuk musyrik antara lain menyembah berhala, mempercayai takdir atau nasib, meminta pertolongan kepada selain Allah SWT, dan menjadikan makhluk lain sebagai perantara antara diri sendiri dengan Allah SWT.

Pertanyaan: Apa ancaman hukuman bagi orang yang melakukan musyrik?
Jawaban: Ancaman hukuman bagi orang yang melakukan musyrik adalah siksa neraka yang kekal.

Pertanyaan: Apakah orang yang melakukan musyrik dapat bertaubat?
Jawaban: Ya, orang yang melakukan musyrik dapat bertaubat jika ia benar-benar menyesali perbuatannya dan kembali kepada ajaran Islam yang benar.

Pertanyaan: Bagaimana cara menghindari musyrik?
Jawaban: Cara menghindari musyrik adalah dengan selalu berpegang teguh pada ajaran tauhid, yaitu keyakinan akan ke-Esaan Allah SWT.

Dengan memahami pertanyaan dan jawaban tersebut, diharapkan dapat menambah pemahaman kita tentang musyrik dan dampaknya dalam kehidupan seorang Muslim.

Tips

Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari perbuatan musyrik:

1. Pelajari dan pahami ajaran tauhid. Tauhid adalah keyakinan akan ke-Esaan Allah SWT. Dengan memahami ajaran tauhid, kita akan terhindar dari perbuatan musyrik, karena kita akan menyadari bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan tidak ada Tuhan selain Allah SWT.

2. Jauhi segala bentuk syirik. Syirik dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti menyembah berhala, mempercayai takdir atau nasib, meminta pertolongan kepada selain Allah SWT, dan menjadikan makhluk lain sebagai perantara antara diri sendiri dengan Allah SWT. Hindarilah segala bentuk syirik, sekecil apapun.

3. Berhati-hatilah dalam beribadah. Pastikan bahwa ibadah yang kita lakukan hanya ditujukan kepada Allah SWT. Janganlah kita melakukan ibadah karena ingin dilihat atau dipuji oleh orang lain, karena hal tersebut dapat mengarah kepada syirik.

4. Berdoalah kepada Allah SWT agar dijauhkan dari perbuatan syirik. Doa adalah senjata yang sangat ampuh untuk melindungi diri kita dari segala bentuk kejahatan, termasuk syirik. Berdoalah kepada Allah SWT agar kita selalu dijauhkan dari perbuatan syirik dan agar kita selalu berada di jalan yang benar.

Dengan mengikuti tips-tips tersebut, kita dapat terhindar dari perbuatan musyrik dan selalu berada di jalan yang benar.

Kesimpulan

Musyrik adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT dalam ibadah atau kepercayaan, yaitu menganggap ada yang setara atau lebih tinggi dari Allah SWT. Musyrik merupakan dosa besar yang dapat menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam.

Oleh karena itu, setiap Muslim wajib menjauhi segala bentuk musyrik dan hanya menyembah Allah SWT semata. Cara menghindari musyrik adalah dengan selalu berpegang teguh pada ajaran tauhid, yaitu keyakinan akan ke-Esaan Allah SWT.

Semoga Allah SWT selalu memberikan kita taufiq dan hidayah agar kita terhindar dari perbuatan musyrik dan selalu berada di jalan yang benar.


Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

sisca

Halo, Perkenalkan nama saya Sisca. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags