TUJUH PULUH LIMA ANGKOT ANGKUT MAHASISWA BARU BLUSUKAN KE PASAR TRADISIONAL

IAIN PURWOKERTO – Hari kedua pelaksanaan PBAK IAIN Purwokerto (16/8/18) diawali dengan kegiatan aksi terjun ke pasar. Aksi ini menggiring mahasiswa baru untuk mengunjungi pasar-pasar tradisional yang ada di Purwokerto seperti Pasar Manis, Pasar Wage, Pasar Kober dan Pasar Cermai. Berbeda dengan kegiatan orientasi di tahun-tahun sebelumnya yang hanya dilaksanakan di dalam kampus, kali ini mahasiswa diajak untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat on the spot melalui pasar tradisional. Harapannya mahasiswa dapat melaksanakan jual beli atau negosiasi dengan penjual di pasar tersebut. Interaksi inilah nantinya yang akan memberi kesan nyata pada MABA dalam belajar dimasyarakat.
Sedikitnya terdapat tujuh puluh lima angkutan umum (angkot) yang akan mengantar mahasiswa baru IAIN Purwokerto berjajar di kampus tepat pukul 06.45 pagi hari. Setelah apel pagi selsesai, mahasiswa baru digiring menuju angkutan umum untuk menyiapkan pemberangkatan ke pasar-pasar, tak lupa panitia TIBPAK (Penertib PBAK) menertibkan mahasiswa baru menuju ke Pasar Cermai dengan berjalan kaki.
Menurut Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan dan Kerjasama Supriyanto Tujuh puluh lima angkot itu membawa mahasiswa baru ke pasar Pasar Kober, Pasar Wage, Pasar Manis, sedangkan untuk yang ke Pasar Cerme mahasiswa baru cukup dengan jalan kaki, selain jaraknya yang dekat dengan kampus juga untuk mengakrabkan antar mahasiwa baru, mendekatkan diri dengan lingkungan dan budaya antri. Sebanyak Dua kelompok diberangkatkan ke pasar cerme dengan didampingi dua TIBPAK (penertib PBAK) Empat KSR IAIN Purwokerto, dan Tiga pendamping PBAK tersebut.
Lebih lanjut Supriyanto menuturkan kegiatan blusukan ke pasar memiliki muatan pendidikan karakter bagi mereka, sebab di era milenial tidak sedikit yang mulai meninggalkan pasar tradisional dan beralih ke pasar modern seperti swalayan dan mall. Akibatnya pasar tradisional dianggap kurang mengikuti zaman. Padahal banyak sekali hal-hal yang mungkin hanya bisa ditemui di pasar tradisional. Tawar-menawar misalnya, tidak akan terjadi di swalayan semua produk sudah ada barkode. Sedangkan di pasar tradisional pembeli bisa menawar dengan penjual dan menghasilkan kesepakatan harga yang damai. Selain itu interaksi yang terjadi dalam negosiasi akan mempererat hubungan antar penjual dan pembeli. Barang yang dijajakan di pasar tradisional biasanya adalah produk lokal seperti hasil pertanian dan hasil industri dari daerah tersebut sehingga ketika terjadi peningkatan penjualan akan sangat menguntungkan masyarakat sekitar. Sedangkan barang-barang yang dijual dipasar modern biasanya adalah barang-barang impor atau produk-produk dari pabrik besar di Indonesia yang pendistribusiannya sudah sangat luas. Peningkatan penjualan pada pasar modern mungkin tdak akan berdampak besar untuk masyarakat daerah sekitar, imbuhnya.
Sebagian mahasiswa baru mengunjungi pasar dengan berjalan beriringan karena jarak pasar tidak terlalu jauh dari kampus, sedangkan sebagian yang lain menggunakan angkot menuju ke pasar yang jarakanya lumayan jauh. Beberapa angkot berwarna oranye yang merupakan angkot daerah Purwokerto dikerahkan untuk mengantar maba ke pasar. Mungkin akan lebih efektif jika maba membawa kendaraan sendiri seperti motor untuk pergi kesana. Namun PBAK IAIN Purwokerto kali ini ingin mengajak maba menaiki transportasi umum yang mulai jarang menjadi pilihan utama dalam bepergian. Harapannya adalah maba bisa kembali menggunakan jasa angkutan umum agar meminimalisir polusi dan meningkatkan pendapatan jasa angkutan umum di daerah. Kedepannya jasa angkutan umum harus lebih memuaskan, aman dan nyaman sehingga tidak ada yang sungkan memilih bertransportasi umum daripada mengendarai motor atau mobil pribadi. Kemacetan akan berkurang dan angka kecelakaan dapat turun, ungkap Ketua Panitia PBAK.
Seasampainya mahasiswa baru di kampus IAIN Purwokerto, mahasiswa baru melaksanakan ISHOMA. Setelah mahasiswa baru ISHOMA, mahasiswa baru melakukan expo dengan para UKM dan UKK dengan kemeriahan masing-masing stand UKM dan UKK.

Kata kunci Anda:

pbak unsoed
Share it:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *