Studium General FEBI Perkenalkan Digital Filantropi dan Kewirausahaan

Topik Studium General ini justru menjustifikasi bahwa program studi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) terutama Prodi Mazawa sangat aktual menangkap peluang untuk memecahkan problem umat.

Demikian diungkapkan Wakil Rektor I Dr. Fauzi saat membuka Studium General FEBI dengan tema ‘Filantropi dan Kewirausahaan Islam: Peluang dan Tantangan’, Rabu (04/09/2019) di Auditorium.

Fauzi mendorong kepada 541 mahasiswa baru FEBI untuk menjadi wirausahawan dan  membangun ekonomi berbasis potensi sosial demi kesejahteraan umat.

Sementara itu sebagai pembicara pertama, Dosen IAIN Purwokerto Dr. Fathul Aminuddin Aziz mengingatkan kepada mahasiswa agar jangan terjebak dengan pemikiran seolah-olah fiqh ibadah terpisah dengan fiqih muamalah tapi berpikir bagaimana menggerakkan fiqh ibadah menjadi muamalah/kekuatan ekonomi umat.

Aziz mencontohkan dana Haji dan Zakat yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor pendidikan dan peningkatan kesejahteraan.

“Mahasiswa sekarang harus kreatif, mahasiswa punya potensi lebih dari dosen, jadi sumber informasi berasal dari mahasiswa dan jangan menunggu dosen, dosen itu problem solving, “terang Aziz.

Aziz mengajak mahasiswa untuk menjadi generasi berbisnis karena lebih bebas dalam berpikir. “Perbanyak jaringan, gunakan jari-jari untuk berbisnis dan jangan takut gagal karena orang sukses berangkat dari kegagalan, “tutupnya.

Pembicara kedua adalah Anang Fahmi Luqmawan, MM dari BAZNAS RI, beliau menjelaskan jika filantropi Islam Indonesia menjadi sorotan dunia karena kedermawanannya berada diurutan dua dunia.

“Baznas banyak kedatangan Profesor dan Ph.D untuk belajar filantropi Islam, “kata Anang.

Anang kemudian memaparkan perkembangan potensi Zakat yang terus meningkat, sebagian besar diraih melalui digital filantropi dengan membuka seluas-luasnya akses layanan melalui website, crowdfunding platform, social media, e-commerce dan partnership.

Anang lalu menceritakan jika berdirinya Bank BRI pada tahun 1895 berawal dari kas masjid.