SONGSONG UIN SAIZU, IAIN PURWOKERTO HADIRKAN SEKJEN KEMENAG UNTUK TINGKATKAN PROFESIONALITAS ASN

Purwokerto— IAIN Purwokerto menggelar Focused Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan Sekjen Kemenag RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M. Ag., dan Plt. Kabiropeg Kemenag RI. Acara yang berlangsung secara offline di Hall Perpustakaan IAIN Purwokerto dan online melalui Zoom Cloud Meeting ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) baik tenaga pendidik ataupun kependidikan IAIN Purwokerto. Moderator dari kegiatan ini adalah Dr. H. Masmin Afif, M. Ag., Kabiro IAIN Purwokerto. (26/03/2021)

Sebelum acara FGD dimulai, Sekjen Kemenag melakukan proses launching aplikasi terbaru yang dimiliki IAIN Purwokerto, SIFANI (Sistem Informasi Alumni). Aplikasi ini digunakan untuk melakukan tracer study terhadap alumni IAIN Purwokerto yang telah tersebar di berbagai kota di Indonesia, bahkan berbagai pulau di Indonesia yang nantinya sangat bermanfaat untuk keperluan alih status IAIN menjadi UIN.

Tema dari kegiatan FGD ini adalah Peningkatan Profesionalitas ASN IAIN Purwokerto. Hal ini dilaksanakan karena IAIN Purwokerto segera beralih status menjadi UIN Saifuddin Zuhri. Sehingga diperlukan ASN yang lebih bersinergi dan lebih bertanggungjawab untuk alih status ini. Menjadi UIN lebih membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih handal.

Nizar Ali mengatakan bahwa untuk menghadapi alih status menjadi UIN, civitas akademika harus sinergi, memahami dan mentaati regulasi ASN.

“Menghadapi alih status, seluruh civitas akademika harus mempunyai sinergi yang lebih baik lagi untuk membangun IAIN Purwokerto menjadi UIN Saizu, salah satunya sebagai ASN yang baik harus memahami dan mentaati regulasi ASN,” jelas Nizar Ali.

Nizar juga memaparkan tentang hal-hal yang diperlukan dalam sebuah universitas yaitu kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.

“Yang diperlukan para ASN dalam sebuah universitas ada 3, yaitu kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Pertama, kompetensi seorang dosen minimal Pendidikan Magister dan mengajar sesuai bidangnya.  Kedua adalah kinerja, setelah kompetensi sesuai bidangnya, maka harus diukur kompetensinya dengan uji kompetensi. Ketiga adalah kinerja, yaitu kerja yang bisa diukur atau kerja yang ada targetnya, misal dengan adanya SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) tiap tahunnya,” papar Nizar.

Dengan adanya FGD peningkatan profesionalitas ASN ini diharapkan seluruh ASN IAIN Purwokerto akan menjadi lebih baik dan lebih professional dalam bekerja.

(Tim Media 2021)

 

Print Friendly, PDF & Email