Seminar Wayang Kulit Gragag Banyumasan

Wayang kulit adalah salah satu akar budaya Indonesia yang dijadikan media dakwah oleh Wali Songo untuk menyebarkan Islam di Nusantara. Dengan menggunakan pendekatan bahasa lokal dan meperhatikan budaya setempat, wayang dianggap sebagai media dakwah Islam yang sukses.

Dan sebagai upaya untuk menyadarkan dan membumikan budaya terutama untuk melestarikan kesenian Wayang Kulit Gragag Banyumasan, Sedulur Soegino Laras (SSL) bekerjasama dengan Sanggar Sejarah dan Budaya Jurusan SPI IAIN Purwokerto menyelenggarakan Seminar dan Workshop Wayang Kulit Gragag Banyumasan pada hari Senin (25/03) di Gedung Rektorat Lantai V.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Banyumas Sriyono mengatakan bahwa dalam pewayangan terdapat makna dan ajaran-ajaran melalui simbol-simbol pewayangan yang tidak hanya dijadikan tontonan tetapi juga tuntunan. Pertunjukaan wayang kulit merupakan ungkapan ekspresi yang mengandung nilai-nilai kehidupan dan spiritual.

Wayang adalah benda yang disorot oleh cahaya sehingga dapat melihat bayangan kulit lembu yang dibuat menyerupai bentuk manusia. “Wayang kulit adalah perpaduan antara seni musik, seni rupa dan seni sastra karena terdapat unsur gamelan, bentuk wayang dan dalang.

Sriyono menjelaskan bahwa pada tanggal 7 November telah ditetapkan sebagai Hari Wayang Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2018, sebelumnya UNESCO pada tanggal 7 November 2003 telah menetapkan wayang sebagai warisan budaya dunia.

Sementara itu Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas Deskart S. Djatmiko mengatakan jika wayang sudah mewakili 11 unsur budaya yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Budaya yang diantara tujuannya adalah melestarikan budaya bangsa dan mempengaruhi arah perkembangan peradaban dunia.

Hadir pula penasehat SSL Sunggig Suharto dan Ki Dalang Gandhik Wayah Soegino yang menjelaskan teknik dasar pewayangan, yang dilanjutkan dengan penampilan pagelaran wayang.

Acara yang dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuludin, Adab dan Humaniora (FUAH) ini dihadiri oleh para mahasiswa dan Komunitas Karawitan Setyo Laras IAIN Purwokerto. (acm)

One thought on “Seminar Wayang Kulit Gragag Banyumasan

  1. tepat sekali..
    wayang kulit bukan hanya media hiburan, seni dan budaya.. tapi juga media dakwah..
    karena apa yang disampaikan dalam wayang kulit selalu tentang kebaikan, saling tolong menolong, rukun dna nilai-nilai keagamaan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *