SEMINAR NASIONAL MODERASI BERAGAMA BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA PENGINYONGAN

IAIN Purwokerto mengadakan seminar nasional dengan tema Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal Budaya Penginyongan, 12/07/2019. Acara ini diadakan di Auditorium Utama IAIN Purwokerto. Pemateri utama seminar nasional ini adalah Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Selain itu, ulama dan budayawan Ahmad Thohari juga menjadi pemateri dalam seminar ini. Adapun yang menjadi moderator adalah sastrawan dan dosen IAIN Purwokerto, Dr. Abdul Wachid BS. Sebelum menjadi pemateri utama, Menteri Agama meletakkan batu pertama pembangunan gedung kuliah terpadu IAIN Purwokerto.

 

Menteri agama menyampaikan bahwa agama diturunkan untuk menyelesaikan permasalahan sosial. Menteri agama juga berpesan bahwa semua kekurangan yang ada harus disikapi dengan kearifan. Lebih dari itu, semua pengamalan sangat penting, dan harus berpijak pada kebaikan, lanjutnya.

 

Menurut Menteri Agama, agama merupakan sesuatu yang luar biasa. Maka dari itu, harus dipahami esensinya. Adapun esensinya adalah kemanusiaan. Oleh karena itu, implementasi nilai-nilai agama bisa berbeda satu sama lain, sehingga semua pemeluk agama harus saling menghormati. Lebih dari itu, keragaman dan perbedaan merupakan anugerah dan kekuatan. Sebelum mengakhiri, Menteri Agama menyampaikan bahwa agama Islam sendiri datang salah satunya untuk memerdekakan kaum perempuan. Islam datang di saat derajat dan martabat wanita begitu dihinakan.

 

Ulama, sastarwan, dan budayawan Ahmad Thohari menyampaikan bahwa “penginyongan” bermakna pengakuan bahwa “kita kosong. Kita tidak siapa-siapa.”.

Inyong adalah pengakuan bahwa diri ini tidak apa-apa. Penginyongan dengan demikian mengajak semua manusia untuk menjadi pribadi keummatan, pribadi yang senantiasa menebarkan kebaikan dan kemanfaatan untuk sesama dan semesta.

 

Moderator kegiatan ini, sastrawan dan dosen IAIN Purwokerto, Dr. Abdul Wachid BS, M. Hum., menyampaikan bahwa moderasi beragama yang menjadi tema seminar nasional ini merupakan ajakan dan semangat membumikan Islam. Senada dengan Ahmad Thohari, moderator juga menyampaikan bahwa moderasi beragama dengan kearifan lokal budaya Penginyongan mengajak untuk menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat.

 

Dalam seminar nasional ini, hadir pula Direktur PTKI Prof. Dr. Arskal Salim serta beberapa pejabat di Kemenag. Hadir pula jajaran pimpinan di Kabupaten Banyumas. Selain itu, hadir beberapa rektor PTKIN di Jawa dan beberapa rektor perguruan tinggi di Purwokerto.

Kata kunci Anda:

membangun moderasi beragama berbasis kearifan lokal