Rapat Kerja IAIN Purwokerto Tahun 2019

Tantangan hidup saat ini harus dimaknai secara global karena dunia saat ini seperti sebuah desa global  yang bisa digenggam dengan satu tangan, untuk itu perlu merubah cara berpikir bagaimana bisa bersaing dengan lembaga lain. Dengan keterbatasan yang ada insya Allah semua bisa  kita atasi bersama-sama.

Hal itu diungkapkan Rektor IAIN Purwokerto Moh. Roqib saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja IAIN Purwokerto Tahun 2019 bertema “Sinergitas Pengelolaan dan Pelaksanaan Anggaran Berbasis Tusi, Rabu (3/7/2019) di Hotel Horison Kuningan.

Moh. Roqib menjelaskan tujuan formal Raker ini adalah untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2018 dan pelaksanaan anggaran hingga bulan Juli 2019, melakukan koordinasi agenda tahun 2019 antar unit kerja untuk mencegah terhambatnya program dan membicarakan masukan terkait perencanaan tahun anggaran 2020 yang disesuaikan dengan program utama IAIN Purwokerto. 

Sedangkan tujuan informal adalah untuk mengeratkan silaturahmi dan menyamakan frekuensi untuk harmonisasi. Itulah mengapa Raker ini diadakan di kota Kuningan, kuning adalah simbol kematangan yang siap dipanen.

“Perlu mengembangkan ide-ide bagus dalam konteks proses untuk mengembangkan IAIN Purwokerto menjadi UIN, perkembangan ini mesti dipersiapkan secara kelembagaan, distingsi dengan IAIN lain ialah menjadikan UIN yang merespon budaya lokal peng-inyongan, hal ini direspon dengan baik oleh pemerintah pusat dan daerah, “paparnya.

“Kita sudah mempunyai modal sosial dalam konteks popularitas budaya ngapak peng-inyongan apalagi dengan tayangnya program acara tiga bocah ngapak di stasiun TV swasta nasional, ide ini bisa kita angkat ke tingkat internasional dengan membentuk pusat kajian dan pengembangan, “sambungnya. 

Untuk menunjang hal-hal di atas Rektor berharap adanya penguatan akreditasi sebagai media pengakuan yang mempermudah proses alih status serta pengembangan perluasan lahan yang ideal.

Rektor juga menjelaskan program kerja utama IAIN Purwokerto tahun 2019-2023, indikator keberhasilannya dalam empat tahun kedepan adalah pertama lingkungan yang kondusif religius dengan sistem pendidikan integratif dengan pemanfaatan ICT dan program mitra, kedua hasil penelitian yang terpublikasi di jurnal internasional/nasional minimal 2 artikel per prodi per tahun, ketiga guru besar minimal 4 setiap prodi, keempat tersedia lahan minimal 10 hektar untuk pengembangan dengan pemanfaatan kerjasama dengan pemerintah dan kelima terjalin kerjasama akademik di wilayah Banyumas Raya dan Nusantara/Melayu Raya (Indonesia, Filiphina, Malaysia, Brunei, Singapura, dan Thailand.   

Setelah pemaparan Rektor dilanjutkan dengan pakta integritas dan perjanjian kinerja antara Rektor dengan para Dekan Fakultas, Direktur Pasca Sarjana dan Pimpinan Lembaga.

Rapat Kerja yang diselenggarakan pada tanggal 3-5 Juli 2019 ini diikuti oleh para Wakil Rektor, para Dekan Fakultas, Direktur Pasca Sarjana, para Ketua Lembaga, para Ketua Jurusan, Kepala Biro, para Kabag dan Kasubbag. Pembahasan Rapat Kerja dibagi  dalam 10 sidang komisi yang hasil sidangnya dipaparkan oleh setiap pimpinan komisi dalam sidang pleno yang dipimpin oleh Rektor (acm)

Kata kunci Anda:

dzikir harian tqn suryalaya pdf