Racana IAIN Purwokerto Kelola Wisata River Tubing

Humas- Unit Kegiatan Khusus (UKK) Praja Muda Karana (Pramuka) Racana Sunan Kalijaga dan Cut Nyak Dien Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto bekerjasama dengan Banjaran River Tubing Beji Kedungbanteng mengelola wisata air river tubing.

Koordinator Unit Managemen Outdoor (MO), M. Ilham Arsalan mengatakan Racana River Tubing menjadi salah satu kegiatan MO yang bergerak dibidang olahraga di air deras.

“Olahraga ini dibuka untuk masyarakat umum, dikemas dengan menarik dan menantang. Peserta akan dimanjakan dengan pemandangan sepanjang sungai dengan jarak tempuh 3 kilometer selama 2 jam perjalanan,” jelasnya, Jumat (15/2).

Alan, panggilan akrabnya, menjelaskan arus sungai masih mengandalkan air hujan, sehingga debit air tidak dapat diprediksi stabil dalam jangka waktu yang lama. Namun demikian, lanjut Alan, Ia dan timnya terus berupaya mengembangkan potensi itu, meski kondisi air yang tidak menentu menjadi tantangan utama.

“Kami juga mengembangkan dilain tempat, misalnya di arus sungai kecil yang standar yang dipilih untuk anak kecil dan remaja,” katanya.

Ketua Banjaran River Tubing, Beji, Kedungbanteng, Arif Munajat menjelaskan sungai Banjaran memiliki potensi dan daya tarik yang dapat dimanfaatkan untuk olahraga arus deras.

“Setelah tim melakukan kajian, masa percobaan dan kerjasama dengan pihak terkait, maka Racana River Tubing dilaunching dan mulai beroperasi,” jelasnya.

Arif memaparkan river tubing merupakan olahraga arus deras di sungai yang menggunakan ban (donat) secara perorangan (body rafting).

“Standar alat keselamatan yang dikenakan yaitu helm, pelampung (life jacket) dan tali penolong,” paparnya. Selain itu dipandu oleh tenaga terlatih untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tak terduga, sehingga wisatawan/ olahragawan merasa lebih nyaman.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Purwokerto, Supriyanto menyampaikan mahasiswa diberi ruang untuk mengembangkan bakat dan minatnya, namun harus sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

“Pengembangan kegiatan Pramuka untuk pengelolaan wisata river tubing sangat menarik dan menantang, untuk itu perlu standar keselamatan dan kenyamanan saat berada di arus sungai,” pintanya.

Supriyanto menuturkan apabila mahasiswa memiliki kreativitas positif dan sesuai aturan, maka pihak kampus akan mendukung dan terus mendorong agar semakin berkembang. Selain itu, tambah Supriyanto, kegiatan ini sebagai wujud kontribusi terhadap pengembangan potensi destinasi wisata di Kabupaten Banyumas sebagai komitmen IAIN Purwokerto untuk turut serta membangun potensi dan Sumber Daya Masyarakat.

“Prinsipnya semua komponen harus sesuai standar operasi prosedur, sehingga menyangkut keamanan dan keselamatan di sungai dapat diantisipasi,” pungkas Ketua Mabigus Harian Gerakan Pramuka IAIN Purwokerto itu. (Musmuallim/az)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *