Prodi PMI IAIN Purwokerto Lakukan Penguatan Kompetensi Mahasiswa

Purwokerto—Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto menggelar webinar penguatan kompetensi mahasiswa prodi PMI “Menyoal Partisipasi dalam Pengembangan Masyarakat.” Webinar secara daring diikuti oleh 300 peserta yang berasal dari Prodi PMI seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Zoom dan live streaming You Tube, (18/11/2020).

Menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya yaitu Dr. Muchammadun, MPS. M.Gen. App. Ling (Adv) dosen UIN Mataram yang juga Practitioner UNICEF-LPA., dan Dr. Asyhabudin, M.A. Dosen Pengembangan Masyarakat Islam IAIN Purwokerto. Keduanya menyampaikan tentang bagaimana pendekatan partisipatif dalam pengembangan masyarakat, dengan moderator Ageng Widodo, M.A.

Dalam sambutannya Dekan fakultas Dakwah IAIN PurwokertoProf. Dr. KH. Abdul Basit, M.Ag. mengatakan tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat.
“Pentingnya pastisipasi masyarakat dalam suatu program pemberdayaan secara umum dikarenakan anggota masyarakat yang mengetahui sepenuhnya tentang permasalahan mereka, seperti keadaan lingkungan sosial ekonomi masyarakat, selain itu masyarakat juga diharapkan mampu menganalisis sebab akibat dari berbagai kejadian yang terjadi dalam masyarakat. Dengan menyelenggarakan webinar ini diharapkan penguatan terhadap kompetensi mahasiswa prodi PMI terutama dalam pemahaman pendekatan partisipasi dalam pengembangan masyarakat. Pengetahun ini diperlukan terutama bagi mahasiswa PMI baik secara teoritis maupun praktik,” Jelas Basith.

Praktisi Pengembangan Masyarakat (PM) harus mempunyai skill agar mampu melakukan pengembangan masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu membangun kepercayaan masyarakat.
“Mendorong partisipasi yang bermakna dapat dilakukan dengan memastikan Pengembangan Masyarakat (PM) sesuai dengan kebutuhan masyarakat, membangun kepercayaan masyarakat serta memastikan akses pada masyarakat. skill yang harus dimiliki oleh PM seperti pengembangan keterampilan komunikasi, mampu melakukan laporan tertulis serta kemampuan terhadap pemahaman masyarakat,” papar Dr. Muchammadun. (TIM Media 2020)

Print Friendly, PDF & Email