Pramuka UIN SAIZU Purwokerto Berpartisipasi Lahirkan Gemawang Rescue

Purwokerto—Pramuka UIN SAIZU Purwokerto bersama Paguyuban Remaja Gemawang mengadakan pelatihan water rescue sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan pengembangan wisata di Lokawisata Curug Gemawang, Desa Kemawi, Kecamatan Somagede Banyumas. Pelatihan ini merupakan salah satu dari kegiatan Pramuka Peduli Masyarakat (Kalimas) Racana Sunan Kalijaga Cut Nyak Dien UIN SAIZU Purwokerto yang pengembangan kegiatannya dilakukan secara berkelanjutan. (12/06/2021)

Latihan tersebut diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari anggota Racana, paguyuban remaja gemawang, Karang Taruna, dan Pokdarwis. Dalam kegiatan ini para peserta diberi petunjuk tentang tata cara memberikan pertolongan kepada korban di perairan.

Pelatihan diberikan  oleh Andalan Cabang Urusan Olahraga dan Seni Budaya Fatih Nurijeki, S.Pd seorang instruktur pelatihan yang telah memiliki pengalaman sebagai Tim SAR Kabupaten Banyumas, dibantu unsur SAR dari TAGANA Kab. Banyumas dan Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas.

Sebagai pemateri, Fatih memberi arahan kepada peserta agar siapa saja yang hendak memberikan pertolongan tetap ingat prinsip memberikan pertolongan yaitu tidak panik, pandai melihat situasi, dan keselamatan penolong maupun korban harus diperhatikan.

“Saat memberikan bantuan atau pertolongan pada korban kecelakaan, yang harus diperhatikan adalah keselamatan penolong. Jangan sampai ketika memberikan pertolongan justru kita menjadi korban selanjutnya, itu jangan sampai terjadi. Sehingga penting sekali kita memperhatikan tata cara dan petunjuk pemberian pertolongan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Ketua Pokdarwis Desa Kemawi Daryono juga ikut terjun langsung ke lapangan untuk mengikuti pelatihan tersebut, ia mengungkapkan penting sekali pelatihan water rescue untuk masyarakat dalam upaya menjaga keselamatan pengunjung.

“Melihat potensi Curug Gemawang yang sangat baik dalam bidang pariwisata, maka kelompok masyarakat  seperti Pokdarwis, paguyuban remaja gemawang, Karang Taruna, dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan wisata harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman terhadap para pengunjung. Terlebih kami sebagai pemerintah desa akan ikut mendukung dan mensukseskannya,” katanya.

“Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini dapat membentuk kelompok rescue guna memberikan rasa nyaman dan aman kepada wisatawan yang datang ke Curug Gemawang,” sambungnya.

Naufal Abdul Aziz ketua pelaksana pelatihan mengatakan bahwa para peserta sangat antusias walaupun pada awalnya merasa takut.

“Antusias peserta sangat tinggi, yang awalnya takut dikarenakan ada beberapa peserta yang tidak dapat berenang, namun dengan arahan dan latihan singkat oleh instruktur, semangat peserta langsung meningkat. Hal ini dibuktikan dengan turut sertanya peserta turun ke curug untuk mempraktekkan tata cara memberikan pertolongan kepada korban di air,” ungkapnya.

“Dalam kegiatan pelatihan water rescue ini terbentuklah Kelompok Gemawang Rescue dan langsung dibentuk kepengurusan harian yang terdiri dari ketua dan beberapa bidang. Hal ini merupakan harapan Ketua Pokdarwis yang sudah lama ingin terwujud. Kita ikut mendorong keinginan tersebut,” lanjutnya.

Menindaklanjuti pelatihan ini, Ketua Pokdarwis menyarankan agar membentuk Tim Rescue yang diberi nama “Gemawang Rescue.” Tim ini kedepannya perlu menyusun jadwal piket jaga keselamatan, membuat papan informasi terkait larangan dan himbauan untuk wisatawan yang datang, serta melengkapi peralatan pendukung pertolongan dan safety petugas, yang tak kalah penting  adalah latihan dan simulasi berkala untuk meningkatkan kemampuan Tim Rescue.

(Tim Media 2021, M. Aji, dan Rofi Muzaki)

Print Friendly, PDF & Email