Perkuat Kompetensi Keilmuan, Fakultas Dakwah UIN SAIZU Gelar Diskusi Seri-9

Purwokerto- Untuk memperkuat kompetensi keilmuan, Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto menggelar diskusi keilmuan seri-9 dengan tema “Fenomena Broken Home dan Keluarga Harmonis dalam Bingkai Komunikasi Interpersonal.” Diskusi melalui zoom meeting ini dihadiri oleh para dosen UIN SAIZU (30/07/2021).

Menghadirkan narasumber Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni, sekaligus pakar dalam bidang ilmu komunikasi, Dr. Mustain, M.Si., dan Moderator Luthfi Faishol, M.Pd (Dosen Fakultas Dakwah).

Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. K.H. Abdul Basit menyampaikan harapannya agar diskusi keilmuan ini tetap dilaksanakan secara rutin.

“Diskusi Keilmuan UIN SAIZU seri-9 sebagai upaya untuk memperkuat kompetensi keilmuan, sharing dan mempererat silaturahim. Sehingga harapannya diskusi ini tetap rutin dilaksanakan,” ungkapnya.

Dr. Mustain, M.Si dalam pemaparannya menjelaskan fenomena broken home dan solusi dalam menghadapinya.

Broken home adalah permasalahan yang bersumber dari keluarga. Oleh karena itu, solusi terbaik untuk anak-anak tersebut bukanlah psikolog, guru dan ulama, melainkan orang tua yaitu ayah dan ibunya di rumah yang dapat berperan dan berfungsi selayaknya orang tua dengan memperbaiki komunikasi interpersonal,” jelasnya.

“Selain itu, sebaiknya para orang tua harus menyadari dan menyampingkan ego masing masing bahwa semua yang mereka lakukan akan berdampak pula kepada anak anak mereka,” tambahnya.

Alfi Nur’aini, M.Ag sebagai peserta diskusi mengungkapkan bahwa banyak sekali ilmu yang didapatkan dalam diskusi ini.

“Saya mendapatkan banyak sekali ilmu dari diskusi kali ini, broken home terjadi bukan hanya karena kasus perceraian orang tua saja, tetapi karena anak kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya ataupun memudarnya kehangatan sebuah keluarga, dan ternyata komunikasi interpersonal adalah solusinya,” ungkapnya. (Tim Media-2021)

Print Friendly, PDF & Email