Perkuat Kerjasama, Prodi PMI UIN SAIZU Jadi Tuan Rumah Bincang Hikmah Asosiasi P2MI se-Indonesia

Purwokerto- Program Studi Pengambangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto menjadi tuan rumah bincang hikmah yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) se-Indonesia. Mengambil tema “Interaksi dan Dinamika Islam Budaya Lokal” berhasil menarik publik untuk mengikuti bincang hikmah secara daring melalui zoom meeting (29/07/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh dosen PMI se-Indonesia, mahasiswa PMI dan peserta umum. Menghadirkan narasumber Ahmad Muttaqin M.Si Dosen PMI UIN SAIZU, dan Agus Sriyanto, M.Si Kaprodi PMI UIN SAIZU.
Sekertaris umum Asosiasi P2MI, Dr. Tantan Hermansyah menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan upaya untuk menjaga silaturahim, sharing dan kerjasama dengan PMI Se-Indonesia.

“Diskusi Bincang Hikmah dengan PMI UIN SAIZU ini merupakan diskusi seri-16. Dalam satu bulan Asosiasi P2MI bersama prodi PMI se-Indonesia menyelenggarakan diskusi bincang hikmah dua kali. Selain sebagai wahana untuk sharing, diskusi ini digunakan sebagai upaya mempererat silaturahim dan kerjasama antar perguruan tinggi khususnya prodi PMI se-Indonesia,” ungkapnya.

Ahmad Muttaqin, M.Si dalam pemaparan materinya menjelaskan identitas budaya Banyumas.

“Islam di Banyumas memiliki tiga identitas pertama, orientasi populis, masyarakat Banyumas yang corak berpikirnya sederhana dan berlogika awam. Kedua, ide dan opini disampaikan dalam bahasa sederhana, lugas, dan apa adanya. Dalam bahasa Banyumas disebut dengan istilah Cablaka, Blakasuta atau Thokmelong (Bahasa anak-anak). Ketiga, Anti kemapanan dan dominasi yang diekspresikan secara kultural dalam karakter cowag (kritik langsung) dan semblothongan (menyampaikan dalam bahasa populer, cenderung kasar dan jorok),” jelasnya.

Ahmad Syarifudin, M.Si sebagai peserta webinar mengungkapkan bahwa banyak sekali ilmu yang didapatkan dalam bincang hikmah kali ini.

“Saya menemukan warna yang unik dalam bincang hikmah kali ini, ternyata Banyumas menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah dengan kebudayaan populis, merakyat, sederhana, dan apa adanya. Selain itu, ternyata Karakter budaya Banyumas mampu menjadi modal mewujudkan kesejahteraan sosial dan spiritual,” ungkapnya. (Tim Media-2020)

Print Friendly, PDF & Email