Agar studi mahasiswa berjalan dengan baik, maka mahasiswa diharapkan me­renca­nakan studinya dengan baik pula. Oleh karena itu, perlu memper­hatikan tahap-tahap sebagai berikut:

  1. Pengambilan Kartu Rencana Studi (KRS)

Mahasiswa akan mendapatkan formulir Kartu Rencana Studi (KRS) bila sudah me­lakukan persyaratan yang telah diten­tukan oleh IAIN Purwokerto, di antaranya membayar SPP (herregistrasi). Setelah membayar SPP, mahasiswa akan menerima KRS. KRS merupakan formulir untuk memasukkan rencana program studi yang diajukan oleh mahasiswa yang terdiri dari beberapa kolom yang harus diisi oleh mahasiswa bersangkutan, sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

  1. Penentuan Jadwal Kuliah

Setelah mendapatkan formulir KRS, maha­siswa merencanakan jadwal kuliah sesuai dengan yang ditetapkan oleh Fakultas/Jurusan masing-masing.

  1. Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)
    1. Kolom-kolom Nomor Urut Mata­kuliah

Nomor urut mata­kuliah diisi sesuai de­ngan nomor urut mata­kuliah yang di­programkan. No­mor di sini meru­pakan variabel pokok pema­sukan data ke komputer. Agar tidak terjadi kesa­lahan dalam pe­ngisian, maha­siswa harus melihat dahulu daftar kurikulum matakuliah dari jurusan masing-masing. Nomor urut dan kode mata­kuliah harus ditulis se­cara urut dari angka kecil ke angka besar.

  1. Kolom Kode, Nama Matakuliah, dan SKS

Kode, nama matakuliah, dan satuan kredit semester (sks) harus diisi sesuai dengan urutan nomor mata­kuliah yang direnca­nakan.

  1. Prosedur Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)
  1. Mahasiswa mengambil blanko KRS di Jurusan (rangkap 4) dengan menyerahkan kuitansi SPP (asli).
  2. Mahasiswa mengisi KRS secara manual sekaligus secara on-line melalui website IAIN Purwokerto yang diakses di seluruh dunia. Di samping itu, unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data IAIN Purwokerto menyediakan komputer untuk keperluan pengisian KRS secara online.
  3. KRS dicetak rangkap empat dengan rincian:
    • Satu rangkap untuk jurusan.
    • Satu rangkap untuk Pembimbing Akademik (PA).
    • Satu rangkap untuk Subbag Akademik dan Kemahasiswaan (Mikwa).
    • Satu rangkap untuk mahasiswa yang bersangkutan.
  4. KRS tersebut ditandatangani oleh Penasihat Akademik (PA) dan mahasiswa yang bersang­kutan.
  5. Pengisian, perbaikan, dan per­ubahan KRS harus sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
  6. Pihak Fakultas/Jurusan tidak bertanggung jawab atas keterlambatan peng­isian KRS jika dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat keterlambatan mahasiswa dalam pengisian dan/atau perbaikan/perubahan KRS.