PASCASARJANA IAIN PURWOKERTO GELAR WEBINAR: TOLERANSI DAN INTOLERANSI DALAM BERAGAMA


Purwokerto- Pascasarjana IAIN Purwokerto menggelar seminar nasional secara daring (webinar) dengan tema “Toleransi dan Intolerasi dalam Beragama” yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Zoom dan live streaming You Tube, dengan narasumber Lukman Hakim Saifuddin sebagai tokoh penulis, penggiat moderasi beragama, Menteri Agama di Kabinet Indonesia Bersatu II, dan Nadirsyah Hosen merupakan tokoh moderasi beragama, ahli hukum dan dosen tetap di Monash University Australia. (13/07/2020).

“Pascasarjana IAIN Purwokerto terus berbenah dan berproses dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan riset. Memberikan keilmuan yang prospektif dan berkolaborasi dengan mahasiswa dan tenaga pendidik dalam dan luar negeri. Menghadapi isu radikalisme, pascasarjana IAIN Purwokerto memberikan kontribusi nyata baik berupa kampanye maupun sosialisasi anti radikalisme. Sikap tolerasi dapat menghindarkan terjadinya diskriminasi pada kelompok atau golongan yang berbeda, termasuk agama. Sikap toleransi seharusnya terus dipupuk sehingga masyarakat akan hidup harmonis dan saling menghormati,” Jelas Prof. Dr. H. Sunhaji, M.Ag., Direktur Pascasarjana IAIN Purwokerto.

“Toleransi dan intoleransi merupakan isu yang tidak dapat terpisahkan dalam kajian akademik, termasuk di PTKIN. Intoleransi beragama bisa berlapis-lapis, keadaan tidak sehat secara keagamaan dan sosial bisa terjadi di antara umat satu agama dengan agama lain. Intoleransi eksis sejak agama muncul sehingga menjadi suatu keniscayaan. IAIN Purwokerto hadir di masyarakat untuk membangun sintase dan mensosialisasikan pemahaman yang moderat. IAIN Puwokerto menjadi institusi yang aktif dalam moderasi beragama untuk mengkampanyekan serta mensosialisasikan moderasi beragama,” Jelas Dr. Ridwan, M.Ag Wakil Rektor II IAIN Purwokerto.

Moderasi beragama menjadi fokus perhatian IAIN Purwoketo. Sebab, kerukunan dan tolerasi dipandang penting sebagai modal pembangunan bangsa. Pembangunan bangsa akan berjalan baik jika kerukunan dan tolerasi umat tetap terjaga. (Tim Media 2020)

Print Friendly, PDF & Email