Orientaring IAIN Purwokerto Sukses Mendulang Emas

HUMAS- Orientaring merupakan olahraga yang menggunakan kecepatan dan ketepatan dalam menghitung waktu dan memahami peta (maping) serta untuk melatih fisik, orientaring merupakan olahraga yang sudah terkenal diluar negeri bahkan dunia namun belum begitu terkenal  di Indonesia. Ajang IPPBMM VII ini merupakan salah satu cara untuk mempopulerkan olahraga orientaring. Pada event kali ini lomba orientaring dilaksanakan untuk yang pertama kali di IAIN Purwokerto pada Rabu (25/04).
Menurut juri orientaring Abdul Muiz dan Umiyati yang didelegasikan dari FOB (Federasi Orientaring Banyumas) menyatakan bahwa orientaring kali ini diikuti oleh 14 putra dan 5 putri dengan menggunakan kategori middle cross country yang jaraknya diatas 3km sampai 5km. Di orientaring kali ini ada 15 point yang harus dikumpulkan oleh para atlet secara berurutan, jika salah satu point ada yang dilewati oleh atlet maka akan didiskualifikasi begitu juga jika atlet mengunakan kendaraan saat dalam perlombaan.Sedangkan Penanggung Jawab perlombaan orientaring ini Rokhiman menambahkan jika lomba orientaring pada kali ini mempunyai sisi keunikan yaitu pada posisi yang tidak liniear. Semua atlet sebelumnya tidak mengetahui medan yang akan dilewati dan tidak tahu alur yang diberikan oleh para panitia, mereka hanya dibekali peta dan penunjuk waktu. Setiap atlet diberikan waktu maksimal 60 menit, ukuran kemenangan ditentukan oleh waktu tercepat sampai digaris finish.

 

Antusiasme yang cukup tinggi dari PTKIN Peserta IPPBMM VII dibuktikan dengan hampir seluruh perguruan tinggi mengirimkan delegasinya. Persaingan yang cukup ketat menjadikan cabang lomba itu cukup menarik dan menjadi daya tarik tersendiri dalam pelaksanaan event dua tahunan itu. Selama perlombaan berlangsung tidak ada kendala berarti dan lomba berjalan lancar.

 

Kali ini atlet yang sampai digaris finish terlebih dahulu adalah atlet orientaring dari IAIN Purwokerto yang bernama Dede Prasetyo pada kategori putera dan kategori puteri juga diraih oleh atlet dari IAIN Purwokerto yang bernama Anisa Nur Baeti, mereka merasa sangat bangga karena dapat mewakili kampus IAIN Purwokerto dapat memberikan hasil terbaik bagi kampusnya.

 

Anisa menyampaikan hasil itu merupakan akumulasi dari usaha yang telah dijalaninya selama ini. Melatih teknik orientering bersama pelatih dan rekan-rekannya di UKM Faktapala rutin dijalani selama persiapan menghadapi perlombaan. Berlomba dengan beban yang cukup tinggi karena dilakoni di kandang sendiri menjadi tantangan terbesar bagi dirinya. Awalnya dirinya mengaku tidak membayangkan akan meraih hasil terbaik. “Saya hanya berusaha mengeluarkan seluruh kemampuan, hasil akhir saya serahkan semuanya pada Tuhan”, katanya.

 

Sementara Dede Prasetyo mengaku bersukur mampu meraih medali emas,  karena usaha keras selama ini membuahkan hasil yang manis. Emas itu menurutnya ia persembahkan untuk IAIN Purwokerto agar harapan Rektor IAIN Purwokerto bahwa kampusnya menjadi juara umum dalam event IPPBMM VII dapat terwujud. Selanjutnya Dede berharap cabang Orientering yang dikenalkan pada IPPBMM kali ini dapat terus diselenggarakan pada Event serupa pada tahun tahun yang akan datang. Selanjutnya adanya orientaring ini bisa menambah kepopuleran orientaring di Indonesia. (rik/van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *