Mengenal Pojok Penginyongan

Pojok Penginyongan diresmikan secara simbolik oleh Menteri Agama pada tanggal 12 Juli 2019 lalu, letaknya berada di lantai 2 Gedung Perpustakaan IAIN Purwokerto.

Pojok Penginyongan bermanfaat sebagai sarana prasarana dosen, mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal lebih dalam tentang budaya penginyongan. Di dalamnya terdapat gambar dan tulisan-tulisan bernuansa penginyongan yang dilengkapi dengan literatur-literatur monograf dan audiovisual penginyongan, kemudian terdapat juga sarana komputer dan meja bundar untuk berdiskusi dan mempelajari budaya penginyongan.

Lalu mengapa dinamakan Pojok Penginyongan? Pojok adalah bahasa Jawa yang artinya sudut, yaitu suatu tempat untuk memandang arah atau pokok-pokok pikiran.  Sedangkan Penginyongan dalam bahasa Jawa Pertengahan (Ngapak), ada istilah “inyong” yang artinya adalah “aku” atau “saya”. Kata ini kemudian digunakan untuk menandai orang-orang yang dalam kesehariannya menggunakan kata “inyong” dengan disebut sebagai “penginyongan”. 

Orang-orang yang berasal dari kalangan “inyong” ini memiliki sejarah, budaya, agama, bahasa, politik, seni, ekologi, dan politik yang khas dalam kehidupan sehari-hari. Sampai sejauh ini, belum ada lembaga yang memiliki perhatian secara khusus dan berlanjut untuk menggali sampai pada akar terdalam. 

Pusat Kajian dan Pengembangan

Apabila melihat pentingnya potensi dan kekayaan luhur yang terkandung di dalamnya, maka Institut Agama Islan Negeri (IAIN) Purwokerto menginisiasi lahirnya Pojok Penginyongan sebagai Pusat Kajian dan Pengembangan Peradaban Pengiyongan. Harapanya, lembaga ini mampu menghadirkan hasil riset/kajian yang bisa digunakan sebagai bahan acuan Pemerintah Daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunannya.

Pojok Penginyongan merupakan lembaga yang memiliki tugas pokok melakukan kajian dan pengembangan budaya, tradisi, sistem keyakinan dan ekespresi komunikasi. Lembaga ini juga melakukan program pemberdayaan (empowering) atas berbagai potensi daerah yang berbasis pada local wisdom dengan menggandeng berbagai stakeholders. Komunitas yang memiliki tradisi Bahasa INYONG yang dimaksud adalah masyarakat yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang meliputi 12 Kabupaten, yaitu Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Pemalang, Brebes, Tegal dan Kota Tegal.    Kerjasama yang sinergis antara IAIN Purwokerto dengan stakeholder dari 12 kabupaten tersebut diharapkan mampu menumbuhkembangkan potensi lokal untuk mendorong tujuan pembangunan nasional. (TTPL/acm)

Print Friendly, PDF & Email