MAHASISWA BIDIKMISI MERAIH GELAR WISUDAWAN TERBAIK

Kondisi ekonomi yang terbatas, tidak lagi menjadi alasan seseorang gagal meraih cita-cita Pendidikan yang dan tinggi. Inilah yang dijalani Akhmad Roja Badrus Zaman. Berasal dari keluarga kurang mampu tak membuat pria 21 tahun ini, patah semangat.
Kendati sempat terhalang biaya, ternyata kini dia justru dinobatkan menjadi wisudawan terbaik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto periode Februari 2019 ini. Gelar wisudawan terbaik diraih pria yang kini menyandang gelar sarjana agama itu, karena memperoleh IPK 3,90.
“jujur saya terharu tidak sangka dapat menjadi mahasiswa terbaik tahun 2019 di IAIN Purwokerto, karena orang tua hanya sebagai petani di Dusun Tegal Anyar. Saya tidak bayangkan apalagi banyak saingan,” kata Akhmad Roja saat ditemui di Wisuda IAIN Purwokerto (23/2)
Badrus Zaman berhasil mendapatkan penghargaan sebagai wisudawan terbaik melalui perjuangan keras. Pria kelahiran Cilacap, 25 Nopember 1997 itu menuturkan masa sulitnya sebagai mahasiswa IAIN Purwokerto sejak kuliah tahun 2015 lalu. Saat itu ia tidak memiliki biaya untuk kuliah. Orang tuanya harus meminjam uang untuk menguliahkan anaknya.
“ibuku seorang petani, ia hanya berpesan agar meraih Pendidikan karena dari awal beliau melihat saya semangat sekolah. Uang juga tidak ada, jadi harus pinjam dulu, nanti kalau sudah panen uangnya diganti,” jelasnya.
Hal ini membuat pria kelahiran 1997 ini semangat meraih prestasi di bangku kuliah. Cita-cita yang tinggi untuk melanjutkan kuliah memacu Badrus Zaman untuk mencari jalan mendapatkan beasiswa guna meringankan beban orang tuanya. Akhmad Roja berhasil diterima kuliah S1 di Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Setelah menjadi mahasiswa, Akhmad Roja berhasil mendapatkan beasiswa bidikmisi untuk menunjang studinya. Beberapa prestasi baik lingkup nasional maupun internasional pernah berhasil ia peroleh. Dari 15 esais terbaik se-Indonesia di lomba cipta esai mahasiswa tingkat nasional di Universitas Pembangunan Pancabudi Medan, presenter karya Ilmiah pada acara The 2nd Borneo Undergraduate Academic Forum UIN Antasari Banjarmasin, pada acara The 2nd International Student Conference on Islamic Studies di IAIN Manado, bahkan pada acara Aceh Development International Conference di International Islamic University Malaysia (IIUM) tahun 2017 lalu.
Anak tunggal dari pasangan Alm. Shoderi dan Khoerotun Nisa ini berharap cita-citanya bisa tercapai. Saat ini pun selepas menyelesaikan Pendidikan S1 nya di IAIN Purwokerto, dia sedang berikhtiar mendaftarkan diri untuk kulaih S2 di turki melalui jalur beasiswa.
Prestasi sebagai mahasiswa terbaik pun membuat pihak kampus memberinya bantuan untuk mewujudkan impiannya tersebut.
Selain Badrus Zaman, terdapat pula, 3 mahasiswa bidikmisi berprestasi yang diwisuda periode Februari ini. Adalah Lina Dwi Puryanti yang berhasil meraih wisudawan terbaik tingkat Prodi Bimbingan Konseling Islam dengan predikat cumlaude (IPK 3, 76), Fadilah Nur Rahmi yang berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat Prodi Manajemen Perbankan Syariah (MPS) dengan predikat cumlaude (IPK 3, 57).
Sedikitnya 528 mahasiswa IAIN Purwokerto diwisuda februari ini. Rector IAIN Purwokerto berharap para alumni bisa mengharumkan nama IAIN Purwokerto, bekerja dan mengabdi demi nusa dan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *