KEN AYU, WISUDAWAN TERBAIK S1

Purwokerto, gelar wisudawan terbaik S1 pada wisuda ke-43 & 44 IAIN Purwokerto diraih oleh Ken Ayu Kartikaningrum. Mahasiswa prodi IAT itu berhasil lulus dalam waktu 8 semester dengan nilai IPK 3,89. Gadis kelahiran Banyumas, 20 Juni 1997 itu tidak menyangka dirinya menjadi wisudawan terbaik. Menurut anak pertama dari tiga bersaudara itu, dirinya senantiasa berupaya menyelesaikan studi dengan baik dan waktu yang singkat. Karena kesungguhannya dalam berproses itulah ia mendapatkan IPK cumlaude setiap semester.

Awalnya ia merasa berat masuk di program studi yang relatif baru, yakni Ilmu Alquran dan Tafsir. Tetapi karena ia istiqomah belajar disertai niat yang kuat, ia bisa melewati masa studi dengan baik.

Sebagaimana mahasiswa IAIN yang lain, sehari-hari ia juga menjadi santri. Ketertarikannya kepada ilmu Alquran membuatnya ingin fokus dengan kegiatan tahfidz. Bahkan di sela-sela waktu kuliahnya, ia menyempatkan diri menjadi pengajar ekstrakulikuler keagamaan di SMP N 1 Purwokerto dan SMP N 2 Purwokerto. Kesibukannya itu tidak membuatnya lalai dalam mengatur waktu, ia tetap bisa membagi waktu antara kuiah, nyantri, ngajar dan berorganisasi.

Skripsi yang berjudul “PEMAHAMAN HIJAB OLEH MUSLIMAH (STUDI LIVING QURAN DI KOMUNITAS MUSLIMAH PEDULI HIJAB PURWOKERTO)” menggunakan bahasa arab mengantarkannya meraih nilai A. Ketertarikannya pada bidang bahasa tidak hanya dibuktikan saat skripsi saja. Pada semester 2, ia  pernah mendapatkan beasiswa dari fakultas untuk studi bahasa Inggris ke Pare selama sebulan.

Ia menuturkan bahwa prestasi yang ia peroleh tidak didapat dengan instan dan mudah, butuh kerja keras dan kemauan yang kuat. Bahkan, ia menuturkan bahwa pada awalnya, ayah dan ibunya tidak begitu mempedulikan perjalanan kuliahnya, orangtua hanya memberikan support doa dan materi. Bahkan, sampai wisuda, ayahnya tidak tahu program studi yang ia ambil. Karena orangtuanya menginginkan ia kuliah di kampus umum sehingga saat lulus ia bisa bekerja di kedinasan. Hingga di wisuda kemarin, ia melihat ayahnya menangis haru untuk pertama kalinya, lantaran merasa beruntung dan bersyukur dikaruniai anak yang pintar dan mau bekerja keras, sehingga bisa menjadi wisudawan terbaik dan tampil di depan memberikan sambutan mewakili ratusan peserta wisuda.

Saat ditanya pesan yang ingin disampaikan kepada adik angkatan dalam mencapai prestasi, ia menyarankan untuk jangan mudah menyerah, totalitas berjuang, memaksimalkan usaha, dan berusaha jujur, contohnya adalah jangan berlaku curang pada saat ujian dengan mencontek, karena itu adalah wujud dari upaya membohongi diri, sebuah perilaku tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.

“Jika kita menemukan orang yang meremehkan atau meragukan kualitas diri kita, maka jalan terbia adalah dengan membuktikan bahwa kita bisa. Untuk itulah, selain gigih berusaha, jangan lupa juga selalu minta doa orang tua, karena ridho orangtua adalah kunci dalam mencapai kesuksesan” pungkasnya.

 

 

Print Friendly, PDF & Email