Jelang PPL, 645 Mahasiswa FTIK Ikuti Workshop Pembelajaran

Sebanyak 645 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Purwokerto mengikuti  Workshop Pembelajaran Program Studi  di Auditorium IAIN Purwokerto pada tanggal 14-16 Januari 2020.

Menurut Kepala Bagian AUK FTIK Nurkhikmah, M.Si, kegiatan ini terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama untuk mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Matematika, tahap kedua diikuti mahasiswa program studi Pendidikan Guru MI dan Pendidikan Islam Anak usia Dini, sedangkan tahap ketiga dihadiri mahasiswa program studi Manajemen Pendidikan Islam. Mahasiswa akan melakukan praktek pengalaman lapangan (PPL) di 65 Lokasi Madrasah, Sekolah dan Pondok Pesantren.

Tujuan  Workshop ini adalah untuk memberikan bekal kepada mahasiswa calon guru agar mampu menyiapkan dan melaksanakan praktek pengalaman lapangan (PPL) secara profesional. Narasumber kegiatan ini adalah Rektor Dr. Moh. Roqib (Esensi PPL bagi Calon Guru; Mindset dan Pengembangan Kurikulum 2013), Dr. Nurfuadi (Penjelasan Teknis Pelaksanaan PPL), Dekan FTIK Dr. Suwito (Manajemen Kegiatan Kesiswaan; Konsep Pendekatan Scientific), Dr. Maria Ulfah (Konsep Penilaian Autentik), Dr. Slamet Yahya (Administrasi Persekolahan), Toifur, M.Si (Etika Kepribadian Guru) dan Dr. Sumiarti (Pembuatan RPP, Implementasi Teknik Terpadu).

Workshop dibuka oleh Rektor Dr. Moh. Roqib, dalam pemaparan materinya Rektor mengharapkan mahasiswa semester VIII sudah paripurna dalam menguasai teori dan bisa membedakan antara pendidikan, pengajaran dan pembelajaran.

“Pendidikan Agama Islam itu harus mengetahui dua hal, yaitu pendidikan dan Islam. Harus bisa membedakan agama dengan keberagamaan, spiritual dengan ritual, Islam dengan Negara Islam, Islam dengan Negara Pancasila. Belum lagi masalah kurikulum, harus bisa membedakan kurikulum dengan silabus. Perbedaan-perbedaan tersebut ada himpitan yang berdekatan. Jadi calon guru mesti mengetahui dasar-dasar di atas,” ungkap Rektor.

Rektor juga mengingatkan untuk mengetahui perbedaan kurikulum 2013 dengan sebelumnya, kurikulum 2013 harus bisa mengintegrasikan antar komponen, sebelumnya hanya menguatkan sisi kognitif saja. Ini tugas berat bagi guru dalam mengintegrasikan imu, untuk itu guru harus cerdas dan banyak membaca agar bisa menjelaskan kepada anak didik.

Dibagian akhir Rektor berpesan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan PPL agar jangan dibiasakan masuk terlambat, jangan membicarakan yang tidak bermanfaat, menyiapkan materi dengan pendekatan kurikulum 2013, memberi contoh perilaku yang baik dan melakukan komunikasi yang bagus dengan pihak  Madrasah, Sekolah dan Pondok Pesantren.

Print Friendly, PDF & Email