Istighotsah IAIN: Sesulit Apapun Jika Allah Berkehendak Akan Dipermudah

Para tenaga pendidik dan kependidikan beserta perwakilan mahasiswa mengikuti Istighotsah dengan tema Harmoni dan Penguatan Nilai-Nilai Keberagaman di Masjid IAIN Purwokerto, Jum’at (01/11/2019).

Acara tersebut adalah awal dari rangkaian kegiatan dalam rangka Dies Natalis IAIN Purwokerto yang ke-57. Menurut Ketua Panitia Dies Natalis Dr. Haryanto, selain Istighotsah Dies Natalis juga diramaikan dengan Jalan Sehat, Gebyar Mahasiswa dan Seminar Kebangsaan.

Rektor Dr. Moh. Roqib dalam pengantarnya mengatakan bahwa tujuan Istighotsah untuk mendekatkan diri dan berdo’a kepada Allah SWT, semoga segala urusan dipermudah utamanya alih status menuju UIN Prof. KH. Saifudin Zuhri. Dan tak lupa Rektor mengajak berdo’a untuk para pendiri IAIN Purwokerto.

“Dengan do’a bersama dan penuh keyakinan, sesulit apapun jika Allah menghendaki akan dipermudah, program yang tidak diharapkan jika Allah berkenan akan bermakna, mahasiswa yang tadinya biasa saja tapi karena Allah mau jadi luar biasa, itu fenomena sosial. Do’a senjatanya mukmin, “jelasnya.

“Mari kita berjuang agar pada saat kita telah tiada ditulis oleh umat pada momen tertentu, dido’akan dan dikenang umat, menjadi bagian dari sejarah, “ungkap Rektor.

Istighotsah dan do’a bersama dipimpin oleh KH Zaenurrahman Arrahili atau akrab dipanggil Mbah Zein. Sosok spesial di Banyumas yang berusia 81 tahun. Mbah Zein merupakan pengasuh Pondok Pesantrean Gubuk Sekuping Bani Rasul. Salah satu murid Mbah Bisri Mustofa.