IPPBMM 2.0

Catatan IPPBMM VII IAIN Purwokerto

Oleh: Oki Edi Purwoko

Adalah Pan Hellenic Games, pada 776 sebelum masehi, Suatu pagelaran olahraga kuno yang ter-rekam dalam sejarah karena setiap empat tahun penyelenggaraannya menarik rata rata 40.000 pendatang dari berbagai penjuru Yunani untuk datang ke kota Olympia. Festival ini diselenggarakan setelah masa panen, saat kaum laki laki pada saat itu memiliki waktu untuk sedikit bersantai. Tak heran jika olahraga, dalam bahasa Inggris disebut “sport”, berasal dari kata “disport” yang memiliki arti sebagai “pengalihan”, “hiburan” atau juga “pertunjukan”.

Hari ini, kota kota di Indonesia juga memiliki fasilitas yang merata dan bisa menampung ribuan pengunjung event olahraga. Tetapi manajerial yang buruk menyebabkan suatu event olah raga menjadi kurang fun dan akhirnya sedikit diminati oleh penonton dan pemain yang terlibat di dalamnya. Fasilitas boleh saja hampir merata di seluruh kota, tetapi proses managerisasi suatu event bisa menjadi suatu pembeda antara satu event dengan event yang lain.

“IPPBMM Apps”

Jika anda perhatikan, ada barcode di bagian bawah kartu peserta IPPBMM. Anda dekatkan barcode tersebut dengan kamera di smartphone dan biarkan applikasi pembaca barcode melakukan scanning barang dua detik. Dengan jaringan 4G berkecepatan standar, maka tak lama kemudian…jreengg!! Muncul foto lengkap dengan identitas yang anda miliki. Jika anda klik live score, maka muncul juga detail event dan score yang didapatkan peserta secara langsung.

Teknologi sungguh memberikan pengalaman baru dalam event kali ini. Adalah Suprisdiantoko atau yang akrab dipanggil Mas Koko, Programer IAIN Purwokerto, pria kelahiran Nganjuk 34 tahun silam yang bekerja keras selama dua bulan secara intensif membangun system yang dia namakan “IPPBMM Apps”. Sistem ini melakukan koordinasi dari periode pre-event, periode selama event berlangsung dan post event ke dalam satu platform.

Dalam tahapan pre-event misalnya Apps mengatur dari awal pendaftaran peserta, validasi dan verifikasi sampai pencetakan kartu dan akomodasi para peserta.  Pada tahap event dilaksanakan, apps membantu dalam proses scheduling dan seleksi tempat pertandingan, pencatatan score, informasi pemenang, hingga hasil akhir atau klasemen sementara. Yang terakhir, post event seperti percetakan sertifikat semua peserta maupun pemenang lomba, semua diatur dalam satu platform.

Bagaimana dengan urusan live-scoring? “Koordinator venue melakukan input hasil pertandingan yang sedang berlangsung ke dalam cloud-based system, segera hasil pertandingan muncul di web dan siapa saja yang melakukan akses baik melalui barcode maupun melalui situs ippbmm.iainpurwokerto.ac.id dapat melihat live score, jadwal dan rekapitulasi perolehan medali” Ungkap Koko.

Dalam perencanaan dan implementasinya, teknologi seperti IPPBMM Apps ini memperlihatkan bahwa hal yang sangat Fundamental dalam suatu event bukan saja fasilitas tetapi juga efektivitas manajerial event tersebut. Event yang sempurna memerlukan penataan yang detil dan teliti sehingga memiliki dampak untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan kepada mereka yang ada di dalamnya. Dan bukankah semua permainan memang butuh diatur sehingga lebih fun?.

Kata kunci Anda:

download puisi perjuangan pdf
Share it:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *