IAIN Purwokerto Siap Hadapi Tantangan dan Peluang Kerjasama Luar Negeri

Purwokerto— IAIN Purwokerto menggelar Webinar Internasional dengan tema Tantangan dan Peluang Kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi antara PTKIN dengan Perguruan Tinggi di Luar Negeri yang menghadirkan dua narasumber dari Australia dan Prancis. Webinar Internasional ini dilaksanakan  melalui Zoom Cloud Meeting dan Live Streaming Youtube (2/12/2020).

Menghadirkan Narasumber Atase Dikbud KBRI Paris, Prof. Dr. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D., sebagai narasumber pertama dan Prof. Julian Millie seorang Anthropolog dan Pakar Islamic Culture Society, Monash University, Australia sebagai narasumber kedua. Diawali dengan Opening speech dari Rektor IAIN Purwokerto, Dr. KH. Moh. Roqib, M.Ag., kemudian dipandu oleh moderator Prof. Dr. Fauzi, M.Ag.

“IAIN Purwokerto yang akan bertransformasi menjadi UIN Saizu (Prof. KH. Saifudin Zuhri) sangat bersemangat dalam meneladani tokoh masa lalu untuk kebermaknaan hidup tidak hanya untuk masayarakat penginyongan tapi juga untuk masyarakat dunia. Maka dari itu IAIN Purwokerto mengambil konteks kajian yang menyangkut budaya lokal, yaitu budaya penginyongan dengan Bahasa panginyongan yang dipakai oleh 8 Kabupaten dan Kota di sekitar Banyumas. Bahasa penginyongan ini sangatlah egaliter yang bisa memunculkan keakraban terhadap siapapun dengan sisi demokratisasi yang begitu kentara. Dengan alasan itulah IAIN ingin mengangkat budaya local ini untuk diperkenalkan kepada dunia internasional,“ jelas Rektor IAIN Purwokerto.

Prof. Dr. Warsito, S.Si., menjelaskan bahwa kurikulum baru Kampus Merdeka-Merdeka Belajar yang sudah diterapkan di IAIN Purwokerto adalah kesempatan besar untuk para mahasiswa Indonesia melakukan mobility ke luar negeri dalam bentuk magang ataupun riset. Kerjasama antara Indonesia dan Prancis bidang Pendidikan dan Kebudayaan diantaranya dalam bidang Pendidikan secara umum, bidang Pendidikan Tinggi dan riset, bidang kebudayaan dan bidang pengembangan BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Oleh karena itu IAIN Purwokerto diharapkan bisa bergabung dalam JWG (Join Working Group) ke-12 tahun 2021 yang akan dilaksanakan di Paris sebagai bentuk kerjasama antara  IAIN Purwokerto dengan salah satu Perguruan Tinggi di Prancis.

“Mahasiswa dari Indonesia bisa mengikuti Indonesian Muslim Exchange untuk menambah pengalaman di Australia ataupun pertukaran mahasiswa umum yang tidak membahas tentang agama. Pengajar dari Indonesia bisa mendaftrakan diri untuk mengikuti program S3 di Monash University dengan membuka website Kemenlu Australia (Dfat.gov.au) dan suatu kehormatan pula bagi kami jika ada dosen atau peneliti dari IAIN Purwokerto untuk mengikuti Sandwich Program di Australia untuk menyumbangkan sesuatu yang penting bagi kemajuan pendidikan masing-masing negara,” papar Prof. Millie.

“Webinar ini diadakan untuk membangun Kerjasama dengan multi stakeholder negara-negara dari luar negeri. IAIN Purwokerto diharapkan bisa masuk dalam diskusi akademik level global, maka perlu diinisiasi acara webinar internasional ini yang membahas tentang bidang akademik, pertukaran tenaga pengajar, dan publikasi karya ilmiah,” ungkap ketua panitia sekaligus WR II IAIN Purwokerto Dr. Ridwan, M.Ag. (Tim Media 2020)

Print Friendly, PDF & Email