IAIN Purwokerto Menuju PTKIN Destinasi Pendidikan Islam Internasional

Purwokerto—Pascasarjana IAIN Purwokerto menggelar Webinar Nasional Menuju PTKIN Menjadi Destinasi Pendidikan Islam Internasional. Acara diikuti oleh para direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keguruan Islam Swasta (PTKIS) se Indonesia, Kepala Kanwil Kementerian Agama Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) dan para dosen. Dilaksanakan melalui Zoom Cloud Meeting dan Live Streaming Youtube (11/11/2020).

Narasumber dalam webinar ini adalah Sekertaris Jenderal Kemenag RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag., dan Prof. Dr. Suyitno, M.Ag., yang menjabat sebagai Direktur PTKI Kemenag RI dan Kaprodi S3 Studi Islam Dr. H.A. Luthfi Hamidi, M.Ag., sebagai moderator.

“Pendidikan Agama Islam harus menjadi benteng dunia, secara filosofi, Islam itu menjunjung tinggi perdamaian. Pendidikan Islam adalah dari, oleh, dan untuk rakyat. Indonesia adalah negara multi kultural jadi relasi Islam dan negara tidak bisa dipisahkan,” jelas Direktur Pasca Sarjana, Prof. Dr. Sunhaji, M.Ag.

Dr. H.A. Luthfi Hamidi, M.Ag menambahkan “Indonesia juga memiiliki banyak potensi yaitu mayoritas umat Islam terbesar di dunia, Perguruan Tinggi Islam di Indonesia jauh lebih banyak dari pada negara manapun, dan Indonesia adalah yang paling maju dalam moderasi beragama dengan karakter beragama yang moderat dan toleran, itu adalah produk sistem Pendidikan di Indonesia”.

“Tugas PTKI dalam kampus merdeka adalah Menyusun ulang pedoman akademik, mendesain ulang kurikulum prodi keagamaan, SKL-CPL-Bahan Kajian-Struktur Kurikulum-RPS-Strategi pembelajaran, merancang Langkah penjaminan mutu terhadap proses-proses pembelajaran dan pendidikan dalam konteks kampus merdeka, setiap program studi menemukan momentnya untuk menjalin kerjasama dalam mensukseskan kampus merdeka, dan yang terakhir adalah merancang system evaluasi”, papar Prof. Dr. Suyitno, M.Ag.

Berdasarkan penjelasan Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag., bahwa indikator Perguruan Tinggi Islam unggul adalah rasio calon mahasiswa setiap prodi yang mendaftar dan daya tampung mencapai sekurang-sekurangnya 5:1, lulusan mempunyai kompetensi jelas, lulusan prodi memiliki kemampuan aktif menggunakan 2 Bahasa (Arab dan Inggris), dosen sesuai keahlian prodi, mayoritas dosen berkualifikasi doctor dan professor, dosen mampu berbahasa asing (Arab dan Inggris) secara aktif, dan lainnya.

“Webinar Nasional Menuju PTKIN Menjadi Destinasi Pendidikan Islam Internasional diharapkan bisa membangun mindset PTKIN dan PTKIS untuk persaingan global dalam dunia Pendidikan, mereformulasi pengembangan PTKIN dan PTKIS dalam kancah global, dan membangun daya saing lembaga dalam kompetisi internasional”, jelas Dr. Rohmat, M.Ag sebagai ketua panitia webinar. (Tim Media 2020)

Print Friendly, PDF & Email