IAIN Purwokerto Menerima Kunjungan Program Pascasarjana IAIN Metro Lampung

Program Pascasarjana IAIN Purwokerto menerima kunjungan dosen dan mahasiswa Pascasarjana IAIN Metro Lampung dalam acara “FGD Pengembangan Studi Islam di Pascasarjana” pada hari Selasa (23/04) di Auditroium.

Acara dimulai dengan penayangan profil Program Pascasarjan IAIN Purwokerto yang dilanjutkan dengan sambutan Direktur Program Pascasarjana IAIN Purwokerto Prof. Dr. Abdul Basit dan Wakil Direktur I Program Pascasarjana IAIN Metro Lampung Dr. Mahrus Asád.

Mahrus Asád mengucapkan terimakasih atas respon yang luar biasa dari Pascasarjana IAIN Purwokerto dalam menerima kunjungan kami dan berharap bisa belajar serta saling berbagi dengan Pascasarjana IAIN Purwokerto yang telah berdiri lebih dahulu. “Lingkungan di sekitar IAIN Purwokerto sangat mendukung pengembangan dunia pendidikan, “katanya.

Dalam acara ini juga diadakan pemaparan makalah dan diskusi oleh Prof. Dr. Abdul Basit dengan materi “Pengembangan Studi Islam di Pascasarjana pada Era Industri 4.0”. Menurut Prof. Basit Indonesia adalah surga penelitian bagi barat karena keanekaragamannya, studi Islam akan mengalami kesulitan manakala hanya dikaji melalui teks saja, karenanya membutuhkan berbagai metode atau pendekatan.

Problem pertama adalah tradisi studi Islam di PTKIN yang mengalami dua arus utama yaitu yang berasal dari Timur Tengah dan Barat sehingga mempengaruhi produk IAIN. Ditambah lagi pengaruh dari arus tradisi Pesantren yang unik.

Problem kedua adalah rendahnya kesiapan dosen dan mahasiswa dalam penguasaan literatur asing membaca, riset dan publikasi. Sedangkan problem ketiga menurut Prof. Basit adalah paradigma keilmuan bagi IAIN, apakah diarahkan pada integrasi keilmuan di UIN atau punya model tersendiri, dan problem terakhir adalah kelembagaan, tarik menarik antara kepentingan lembaga akademik dengan lembaga dakwah dan tarik menarik apakah pascasarjana itu berbentuk program, fakultas atau sekolah pascasarjana.

“Pendekatan inter/multi/transdisiplin merupakan pilihan terbaik untuk studi Islam kedepan, Islam indonesia perlu diinseminasi melalui publikasi ilmiah dan berdasarkan hasil riset secara empiris “jelasnya.

“Di era industri 4.0 harus mengubah pola pikir kearah open minded, kreatif dan inovatif, pembelajaran observation based learning dan membiasakan peserta didik untuk bekerja melalui collaborative learning, “tutup Prof. Basit.

Pemaparan makalah juga disampaikan oleh Dr. Mahrus Asád (Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0), Dimas Indianto, Mahasiswa S3 IAIN Purwokerto (Pengembangan Karya Ilmiah Mahasiswa Pascasarjana) dan M. Syahid Asgar, Mahasiswa S2 IAIN Purwokerto (Mapping Contemporary Islamic Studies in The Digital Era).

Acara diakhiri dengan  penandatanganan MOU antara Pascasarjana IAIN Purwokerto dan Pascasarjana IAIN Metro Lampung. (acm)