IAIN PURWOKERTO CEGAH DAN TANGGULANGI KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN KAMPUS

Purwokerto— Rektor IAIN Purwokerto Dr. H. Moh. Roqib, M.Ag mensosialisasikan Surat Keputusan tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual di IAIN Purwokerto. Kegiatan sosialisasi Surat Keputusan tahap pertama ini disosialisasikan kepada para dosen, bertempat di Hall Perpustakaan IAIN Purwokerto. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Unit Layanan Terpadu dibawah Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto.  (12/04/2021)

Menghadirkan dua narasumber, pertama Dr. Imam Nahei, M.HI., Ketua Gugus Kerja Perempuan dalam Kebhinekaan, Komnas Perempuan. Kedua, Dr. Sofa Marwah, M.Si., koordinator Pusat Penelitian Gender, Anak, dan Pelayanan Masyarakat, LPPM Universitas Jenderal Soedirman.

Dr. Imam Nahei, M.HI., menyampaikan tentang fakta-fakta kasus kekerasan seksual. Beliau menjelaskan bahwa sejak tahun 2017 Komnas perempuan melaksanakan diskusi dengan Perguruan Tinggi, Kementerian Agama, dan Dirjen Pendidikan Islam tentang laporan-laporan terkait kekerasan seksual yang jumlahnya lebih banyak didandingkan dengan kekerasan fisik. Bahkan di tingkat SD (Sekolah Dasar), tingkat kekerasan paling tinggi yaitu 65%, di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) 45%, dan di tingkat SMA sebesar 30%.

Dalam sambutannya Wakil Rektor I IAIN Purwokerto, Dr. Fauzi, M. Ag., menyampaikan bahwa dengan sosialisasi Surat Keputusan tentang pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Sexual ini, rekan-rekan dosen harus bisa menjadi pioneer-pioneer atau duta-duta untuk melindungi sesama mencegah kekerasan seksual baik laki-laki ataupun perempuan. Beliau juga berharap Kampus IAIN Purwokerto terbebas dari tindak kekerasan seksual.

Ketua PSGA IAIN Purwokerto, Dr. Vivi Ariyanti, S.H., M. Hum., berharap dosen bisa membantu mensosialisasikan aturan ini. Tidak hanya kepada mahasiswa tetapi kepada seluruh warga kampus.

“Kami berharap, para dosen yang kami undang dalam sosisalisasi tahap pertama ini bisa membantu mensosialisasikan aturan ini tidak hanya kepada mahasiswa, melainkan ke seluruh warga kampus, termasuk staff, para penjual di kantin, para cleaning service, satpam, dan lainnya. Jika terjadi kekerasan seksual di lingkungan kampus, bisa langsung menghubungi Unit Layanan Terpadu yang bertempat di Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Purwokerto,” jelas Dr. Vivi.

(Tim Media 2021)

 

Print Friendly, PDF & Email