hari kedua: TM PBAK IAIN Purwokerto 2018 (DEKLARASI ANTI RADIKALISME)

Hari kedua Technical Meeting PBAK IAIN Purwokerto (14/8/18) Mahasiswa baru IAIN Purwokerto berbaris rapi di depan gedung rektorat untuk memulai acara, diawali dengan sarapan serentak oleh mahasiswa baru dan kejutan dari panitia dan diikuti oleh mahasiswa baru IAIN Purwokerto. Acara kejutan dari panitia berjalan lancar dan mahasiswa baru sangat antusias dalam mengikutinya.

Acara kedua setelah kejutan dari panitia disambung dengan acara Deklarasi Mahasiswa IAIN Purwokerto bersama Polres Banyumas, yang dihadiri oleh Kompol Zainal Arifin, S.I MPH, dan Iptu Dwi Astuti Ratna, menduduki KBO intel kam Polres Bnayumas, serta sambutan dari ketua panitia PBAK, Presiden IAIN Purwokerto, dan Dr. Supriyanto, Lc., M.S.i selaku Warek III IAIN Purwokerto. Acara tersebut memaparkan secara gamblang tentang arti radikalisme, contoh aksi radikalisme, akibat dari radikalisme dan bahayanya dampak radikalisme bagi keutuhan bangsa. Sikap radikalisme yang marak terjadi di era ini harus dicegah agar tidak semakin parah. Anti radikalisme harus tertanam di diri para mahasiswa khususnya mahasiswa baru yang menjadi pendengar utama diacara deklarasi ini. Mahasiswa yang masih dinilai polos akan sangat mudah dipengaruhi oleh gerakan-gerakan radikal sehingga sebelum mereka terjebak langkah deklarasi anti radikalisme ini sangat tepat.

Dr. Supriyanto, Lc., M.S.i mencontohkan isu tentang penghormatan bendera yang dinilai menyembah bendera dan menyekutukan Allah SWT. Masalah ini diulas beliau dengan menganalogikan ayat al – Qur’an yang menceritakan tentang penciptaan adam. Di dalam peristiwa penciptaan Adam as dengan tanah liat, Allah SWT kemudian memerintahkan para iblis dan malaikat untuk menyembah Adam as. Kemudian para malaikat bersedia menyembah Adam as sedangkan iblis bersikeras untuk tidak akan menyembah adam yang hanya terbuat dari tanah liat dengan alasan para iblis diciptakan dari api. Sehingga mereka merasa lebih mulia. Yang menjadi garis bawah disini adalah cara Allah SWT memerintahkan para malaikat dan iblis menyembah Adama as. Menyembah disini adalah boleh dan bukan menyekutukan Allah SWT karena justru ini adalah perintah Allah SWT sendiri.Para maba dihimbau untuk tidak serta merta menerima logika-logika yang mengerucut ke radikal. Bekal dan Iman yang kuat harus terus ada sehingga orang-orang yang menyimpang tidak mudah mencari jamaah.

Diatas hanya sebagai contoh sikap radikal. Sikap eksklusifitas atau meyakini bahwa paham yang diantut seseorang paling benar sedangkan yang lain adalah salah. Akibatnya muncul gerakan yang membuat mereka ingin meluruskan orang lain yang dinilai salah. Perilaku inilah yang menyimpang jauh dari ideologi di Indonesia. IAIN Purwokerto sesuai dengan misinya yang pertama yaitu “Menjadi pusat studi Islam yang inklusif dan integritas” secara tegas menolak radikalisme. Mencegah radikalisme salah satunya dengan tanamkan kesetiaan kita terhadap pancasila sebagai idiologi negara. Serta disambung deklarasi mahasiswa yang dipimpin oleh saudara Noto Saputro selaku DEMA Institut IAIN Purwokerta dengan melibatkan mahasiswa baru dari perwakilan di setiap fakultas.
Dengan acara deklarasi mahasiswa mengenai anti radikalisme dihimbau dengan sangat mahasiswa agar mengetahui visi dan misi kampus IAIN agar mahasiswa-mahasiswi paham dan tidak salah dalam mengenal teman dalam bergaul. Setelah acara deklarasi acara deklarasi dilanjut pendampingan oleh maing-masing pendamping di dalam kelas untuk lebih meperkenalkan acara PBAK dan ekstra kampus. Selesainya acara pendampingan, mahasiswa baru digiring ke rektorat untuk melakukan apel sore dan pengumuman barang bawaan untuk PBAK IAIN Purwokerto.

Kata kunci Anda:

pbak iain purwokerto 2018
Share it:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *