HADRAH MUNCULKAN WAJAH SENI ISLAM

HUMAS- Sepuluh grup delegasi dari PTKIN peserta IPPBM VII ikuti lomba Hadrah, bertempat di halaman gedung FTIK agenda dilaksanakan pada Rabu, (25/04). Menurut Koordinator Seni Event itu Agus Sunaryo ini kali pertama cabang hadrah dilombakan. Dilombakannya kesenian Hadrah karena panitia menilai Hadrah merupakan salah satu kesenian Islam yang perlu dikembangkan oleh seluruh PTKIN.

Sepuluh kampus peserta cabang perlombaan Hadrah antara lain UIN Sunan Ampel, IAIN Pekalongan, IAIN Kudus, IAIN Tulungagung, UIN Walisongo, IAIN Syech Nurjati, IAIN Purwokerto, IAIN Jember, UIN Sunan Kalijaga, dan IAIN Salatiga. Agus menceritakan, dalam perlombaan itu masing-masing peserta diberi kesempatan untuk melantunkan dua lagu yaitu satu lagu wajib dan satu lagu yang paling dikuasai.

Untuk lagu wajib peserta memilih salah satu dari tiga lagu yang telah ditentukan oleh panitia yaitu Assalamu’alaika (versi: Raqat ‘ainay Ya syauqan), Ya’Asyiqal Musthafa, dan Ya Habibal Qalbi. Panitia juga mengatur jumlah masing masing grup yang tidak boleh melebihi dari dua belas orang pada setiap grup. Sedangkan waktu penampilan setiap grup diberikan waktu maksimal 20 menit. Agus menambahkan, Nantinya setiap penampil akan dinilai oleh tiga orang dewan juri yang akan menilai dari aspek vokal, musik dan adab.

Tiga orang dewan juri yang telah diberikan mandat untuk menilai merupakan representasi dari tuan rumah dan delegasi dari kampus peserta IPPBMM. Agus yakin juri yang dipilih merupakan juri profesional yang secara kapasitas layak untuk memberikan penilaiaan. “Saya menjamin juri akan menilai secara obyektif, karena semangat IPPBMM adalah persaudaraan”, pungkasnya.

Sementara Pimpinan Kontingen dari IAIN Kudus Dr Abdurahman Kasdi LC MSi mengaku telah mengirimkan kontingen terbaiknya untuk mengikuti cabang Hadrah. Dirinya telah mempersiapkan secara maksimal baik dari penampilan hingga kostum delegatornya. Tujuannya agar kontingen IAIN Kudus mampu menyumbang satu medali dari cabang itu. Meskipun ini kali pertama Hadrah di lombakan dalam IPPBMM dirinya yakin penampilan Kudus dapat memukau.

Abdurahman mengapresiasi dilombakannya Hadrah pada Event dua tahunan itu, karena cabang itu mengekspose wajah seni Islam. Dengan dilombakannya hadrah kekhasan masing masing daerah dapat terlihat dan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kesenian Hadrah kedepan. Selanjutnya Abdurahman berharap pelaksanaan perlombaan dapat konsisten sesuai dengan hasil Technical Meeting yang telah dilakukan. Selain itu dirinya juga berharap dewan juri dapat memberikan penilaian se-obyektif mungkin.(van)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.