GRUP KARAWITAN IAIN PURWOKERTO JADI PERCONTOHAN

HUMAS- Grup karawitan IAIN Purwokerto berpartisipasi dalam acara festival Good Real yang diselenggarakan oleh DINPORABUDPAR kabupaten Banyumas. Bertempat di Alun-alun Purwokerto agenda dilaksanakan pada Sabtu (25/11). Mengirim 15 orang Penabuh gamelan, tiga orang sinden dan lima orang penari mereka mampu berkolaborasi dengan apik secara kolosal bersama 27 grup perwakilan dari tiap kecamatan yang ada di Banyumas.

Menurut Bupati Banyumas Achmad Husain pada kesempatan itu, melalui kegiatan Good Real  pemda berupaya untuk melestarikan warisan budaya tradisional, Khususnya kesenian karawitan dan tari Banyumasan. Ikut terlibatnya IAIN Purwokerto mengirim mahasiswanya merupakan hal yang positif dalam rangka menjaga agar generasi muda tidak melupakan kekayaan tradisinya. Terlibatnya mahasiswa IAIN cukup memberikan warna dalam agenda Good Real kali ini. Karena dari sekian banyak peserta, IAIN Purwokerto menjadi peserta dengan penabuh gamelan paling muda.

Kedepan Husen berencana menjadikan agenda itu event rutin yang diharapkan mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Banyumas. Oleh karena itu peran serta dari generasi muda sangat penting untuk menopang sukses dan meriahnya agenda. Husein Berharap kepada para generasi muda untuk mencintai budaya lokal Banyumasan agar semakin lestari dan disukai oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sementara pembina Karawitan Warto, M. Kom mengaku hanya melakukan persiapan satu setengah bulan. Namun dirinya mengaku puas karena hasilnya sesuai dengan harapan, bahkan mampu menjadi juara ke empat. Bersaing dengan grup karawitan yang sudah cukup berpengalaman dari masing-masing kecamatan bukan merupakan hal yang mudah katanya. Karena pengalaman dan proses yang relatif lebih lama telah dilakukan grup yang lain. Grup karawitan sendiri untuk di IAIN masih terhitung sangat muda jelasnya, maka warto mengaku bangga dengan raihan prestasi itu.

Hal lain yang membuat Warto bangga, Grup karawitan IAIN Purwokerto juga dipercaya menjadi grup percontohan untuk membawakan gending-gending yang dimainkan pada festival good real tersebut. Rekaman gendingan yang sebelumnya telah dilakukan di Sanggar Sekar Wiku Baturaden didistribusikan kepada seluruh peserta pada kesempatan itu. Hal itu diyakini Warto mampu menambah semangat mahasiswa yang aktif dalam grup karawitan. Kedepan Warto meyakini akan lebih banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti latihan karawitan di IAIN Purwokerto.

Sementara terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr Supriyanto Lc MSI mengapresiasi atas capaian prestasi dari grup karawitan IAIN Purwokerto. Supri meyakini kedepan akan lebih banyak mahasiswa tertarik untuk bergabung dengan grup karawitan jika terus dikelola dengan baik. Karawitan yang merupakan salah satu kekayaan tradisi Banyumas, tidak bisa dipisahkan begitu saja dengan sejarah penyebaran dakwah Islam dimasa lalu. Oleh karena itu Supri berharap mahasiswa IAIN Purwokerto mau ikut terlibat dalam upaya melestarikan tradisi. (van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *