FTIK UIN SAIZU, Menggagas Pendidikan Madrasah Era 4.0

Purwokerto— Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN SAIZU Purwokerto Menggagas Pendidikan Madrasah dalam era 4.0, What transformation do we need? dalam diskusi rutin dosen yang digelar secara online melalui Zoom Cloud Meeting dan Live Streaming Youtube FTIK IAIN Purwokerto Official. (24/08/2021).

Narasumber diskusi rutin kali ini Dr. H. Saefudin, M.Ed., dengan moderator Ahmad Sahnan, S.Ud, M.Pd.I. Saefudin menyampaikan bahwa madrasah sebagai salah satu bentuk kelembagaan Pendidikan Islam yang telah berusia lebih dari satu abad di Nusantara telah banyak berjasa, dan mengalami pasang surut perubahan.

“Perubahan Pendidikan madrasah selalu kontekstual dengan dinamika jaman. Artinya, madrasah akan menyesuaikan perubahan jaman ke depan. Begitu juga Praxis pendidikan Madrasah, diantaranya social and cultural transmission yang penting agar terjaga continuity dan penyiapan next generation  agar pendidikan menjadi future-oriented,” jelas Saefudin.

Peserta diskusi terlihat antusias dalam mengikuti diskusi rutin ini. Diantaranya Donny Khoirul Aziz yang menyampaikan semacam “teori rubuhnya madrasah,” sehingga madrasah itu dianaktirikan dari pada sekolah-sekolah yang lain.

Peserta lainnya, Sri Winarsih juga menyampaikan bahwa sekarang ini banyak muncul sekolah-sekolah terutama Sekolah Dasar tapi coraknya seperti madrasah, dan sayangnya madrasah sendiri malah ditinggalkan dan kurang diminati oleh masyarakat.

Saefudin menambahkan bahwa untuk membangun madrasah sekarang yang pro masa depan maka  setidaknya mengacu pada Kerangka Learning Transformed by Eric C Sheninger dan Thomas (penulis Konsep Pengembangan Madrasah).

“Kerangka tersebut adalah kepemimpinan dan budaya sekolah sebagai pondasi, kemampuan meredesain pembelajaran Individual; customized learning based on personal need of student; meninggalkan classical model, budaya sekolah berfokus kepada ROI (Return On Instruction), transformasi Madrasah yang berpusat kepada siswa (student-centered), kemampuan peningkatan profesionalisme guru, kemampuan mengandalkan teknologi sebagai faktor mempercepat pembelajaran, kemampuan bekerjasama dengan masyarakat dan lingkungan, yang terakhir sustainability madrasah secara finansial and politik,” tambah Saefudin.

(Tim Media 2021)

Print Friendly, PDF & Email