FTIK IAIN PURWOKERTO GELAR WEBINAR: KREATIVITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Purwokerto—Di tengah kebijakan belajar di rumah, Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Purwokerto menggelar webinar dengan tema “Kreativitas Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Anak Usia Dini” melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting dengan narasumber Dr. Fauzi, M.Ag., Dr. Heru Kurniawan, M.A., Dr. Heni Kurniawati, S.Psi., M.A., dan moderator Ellen Prima, M.A. (21/06/2020).

Menurut narasumber Dr. Fauzi, M.Ag. yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I IAIN Purwokerto, bahwa setiap anak harus dipandang sebagai makhluk kreatif yang dilahirkan ke muka bumi dengan bekal yang sangat mumpuni disertai beragam potensi kreatif. Pendidikan yang diberikan kepada setiap anak sebagai ikhtiar untuk menstimulasi potensi kreatif dalam segala aspek, dan menjadi wahana tumbuh serta berkembangnya insan-insan kreatif dan inovatif dalam kehidupan.

Narasumber Dr. Heru Kurniawan, M.A. mengatakan bahwa anak-anak belajar dengan panca indra, sehingga anak-anak membutuhkan orang tua sekaligus guru di rumah untuk membentuk dua karakter utama anak. Pertama, karakter untuk bertahan hidup, yaitu anak-anak harus tetap gembira dengan kondisi psikologis yang nyaman. Kedua, karakter untuk memberikan konstribusi terhadap lingkungannya, misalnya menyampaikan ide dengan diberikan fasilitas supaya gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran mereka bisa muncul.

Dalam perspektif psikologi anak,  Dr. Heni Kurniawati, S.Psi., M.A., mengatakan bahwa untuk seorang anak yang ingin tahu, maka sebagai orang tua dan guru harus berusaha memunculkan atau mengeksplorasi agar kretivitas anak bisa muncul. Semakin anak mandiri dan bisa memilih tanpa adanya bantuan orang tua, maka anak sudah mempunyai kemampuan berekspresi dan bereksperimen.

“Apabila seorang anak usia dini mendapatkan informasi, maka informasi akan diterima oleh otak kecil (otak emosional), sehingga anak akan menolak dan memprotes bahkan marah terhadap informasi yang diberikan. Lalu informasi akan diproses di otak kanan (otak kreatif) dimana kita berusaha membuat informasi yang diberikan menggunakan kegiatan bermain yang kreatif, dengan bertambahnya usia, informasi akan ditangkap di otak kiri, yaitu otak analitis,” jelas Dr. Heni.

Berbagai pandangan narasumber dalam memaksimalkan kretivitas pembelajaran jarak jauh anak usia dini dimaksudkan untuk mencari metode terbaik yang dapat diterapkan para guru dan orang tua dalam rangka belajar di rumah untuk menekan penyebaran Covid-19. (Tim Media 2020)

Print Friendly, PDF & Email