FTIK IAIN Purwokerto Gelar Diskusi Karakter Ilmu Lembaga Pendidikan Islam

Purwokerto— Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Purwokerto menggelar Diskusi Rutin Dosen tentang “Karakter Ilmu Lembaga Pendidikan Islam.” Menghadirkan narasumber Dr. M. Saekan Muhith, S.Ag., M.Pd., dengan moderator Muh. Azmi Nuha, M.Pd. Diskusi rutin ini dilaksanakan secara online melalui Zoom Cloud Meeting dan Live Streaming Youtube FTIK IAIN Purwokerto Official. (27/04/2021)

Saekan menyampaikan bahwa Lembaga Pendidikan Islam (LPI) adalah lembaga pendidikan yang memiliki tugas dan tanggung jawab (tupoksi) mengajarkan atau memberikan pemahaman cara beragama yang baik dan benar. Bentuk LPI yang dimaksud adalah: Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Perguruan Tinggi Islam dan Pondok Pesantren.

“Islam adalah agama yang luas dan mendalam. Luas ruang lingkupnya dan mendalam pemahamannya (utuh dan komprehensif). Islam terdiri dari code (simbol), credo (ritual peribadatan) dan community (sistem kehidupan),” lanjut Saekan.

 

Peserta diskusi terlihat antusias dalam mengikuti diskusi rutin ini. Salah satunya Fahri Hidayat yang menambahkan tentang istilah Pendidikan Islam justru simbol dikotomisasi, tokoh cendekiawan muslim zaman dahulu kebanyakan lahir dari pendidikan umum, pentingnya pendidikan keluarga, dan beberapa lembaga pendidikan Islam yang kurang Islami.

Peserta yang lain, Rahman Afandi juga memberikan tanggapan tentang penambahan jenis Lembaga Pendidikan Islam, seperti; Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), majlis ta’lim, dan lainnya.

Oleh karena itu, menurut Saekan IAIN Purwokerto yang akan alih status menjadi UIN Saizu mengharuskan adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki wawasan lintas sektor, memiliki tanggung jawab akademik dan tanggung jawab dakwah Islam.

“Maka kehadiran IAIN Purwokerto yang akan alih status menjadi UIN Saizu mengharuskan adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki wawasan lintas sektor (integrasi ilmu) secara optimal. Ada dua tanggung jawab yang harus dilaksanakan yaitu tanggung jawab akademik mengembangkan potensi atau mencerdaskan (kognitif, afektif & psikomotorik), seperti amanah UU nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1.  Kedua, tanggung jawab dakwah Islam yaitu memberikan pemahaman (cara fikir) dan perilaku agama yang tepat dan benar. (Islam Rahmatan Lil’alamiin: QS. Al Anbiya: 107),” katanya.

(Tim Media 2021)

 

 

Print Friendly, PDF & Email