Fenomena Gerhana Matahari sebagai Bukti Kekuasaan Allah SWT

 

Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT dapat diamati dari beberapa tempat di Indonesia, Badan Meteorologi dan Geofisika  (BMKG) merilis nama tujuh provinsi yang dapat “menikmati” keindahan kebesaran Allah tersebut, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Sementara provinsi lainnya hanya bisa mengamati sebagian atau hanya terkena efeknya saja, seperti kota Purwokerto yang dapat merasakan perbedaan kecerahan matahari pada hari Kamis, 26 Desember 2019 mulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam rangka menjalankan sunnah nabi, memanjatkan rasa syukur dan juga berlindung dari marabahaya, Sivitas Akademika IAIN Purwokerto mengadakan Solat sunnah Kusuf (Gerhana Matahari) di Masjid Darunnajah IAIN Purwokerto pada Kamis, 26 Desember 2019 pukul 13.15 WIB. Bertindak sebagai imam salat adalah Wakil Dekan I FTIK, Dr. Suparjo, M.A., sementara Kepala Perpustakaan IAIN Purwokerto, Aris Nurohman, S.H.I., M. Hum. menjadi khatibnya.

Dalam khotbahnya, antara lain Ust. Aris menyampaikan bahwa sebagai makhluk yang berfikir, fenomena kebesaran Allah SWT berupa gerhana matahari ini cukup menjadi bukti kebesaran Allah SWT dan semestinya mampu meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah SWT.

Kegiatan Salat Kusuf berjalan dengan baik dan tenang, diikuti oleh para akademisi dan mahasiswa IAIN Purwokerto.

 

Print Friendly, PDF & Email

Kata kunci Anda:

Purwokerto gerhana 2019