FEBI UIN SAIZU Gelar Kuliah Umum Ekonomi Syariah Internasional

Purwokerto– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan Kuliah Umun ( Studium General) Internasional melalui zoom meeting (15/09/2021).
Acara dengan tema menggerakan ekosistem ekonomi Syariah di luar negeri ini di isi oleh Shaifurrokhman Mahfudz., Lc., M.A. dan moderator oleh Dr. Ahmad Dahlan, M.S.I Wakil Dekan I FEBI.
Kuliah Umum ini dimulai pukul 12.00 WIB, dengan pembukaan dipandu oleh Mahardhika dosen FEBI UIN SAIZU.
Ketua Panitia, Muhammad Wildan menyampaikan bahwa acara kuliah umum ini diwajibkan bagi 600 mahasiswa baru FEBI.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. Jamal Abdul Aziz, M.Ag mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru dan juga memberi selamat kepada panitia yang telah berhasil menggelar kuliah umum internasional tersebut.
Acara dibuka oleh oleh Rektor UIN SAIZU yang diwakilkan oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Fauzi, M.Ag. Ia mengatakan bahwa Indonesia pada 3 tahun terakhir menjadi negara 4 besar dalam perkembangan ekonomi Syariah, namun masih dalam sektor keuangan, sedangkan dalam sektor riil masih tertinggal dengan sistem ekonomi konvensional.
“Melihat potensi yang begitu besar di Indonesia yang mayoritas muslim, sektor sektor yang lain seharusnya bisa berkembang sebaik sektor keuangan. Dalam hal ini peran akademisi menjadi sangat penting dengan melakukan banyak kajian dalam rangka mengembangkan ekonomi Syariah diberbagai sektor,” ungkapnya.
Sebagai Narasumber, Shaifurrokhman Mahfudz., Lc., M.A. menyampaikan tentang Sistem ekonomi Syariah di Australia yang meliputi seluruh sektor perekonomian yang ada, baik keuangan maupun sektor riil. Meskipun masih dalam tahap awal dan kecil dibandingkan dengan konvensional, perbankan dan keuangan Islam (IBF) telah tumbuh signifikan.
“Dalam beberapa tahun terakhir, data yang mengesankan ini telah mendorong minat lokal, tetapi reservasi tetap ada di Australia. Kecenderungan konservatif dan preferensi untuk regulasi yang ketat belum memfasilitasi masuknya IBF ke Australia secara umum, dan New South Wales pada khususnya,” jelasnya. (Tim Media 2021)

Print Friendly, PDF & Email