FEBI Gelar Diskusi Dosen, Manajemen Branding Lembaga Zakat dan Wakaf

Purwokerto–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar diskusi dosen dengan tema “Manajemen Branding Lembaga Zakat dan Wakaf” secara daring melalui zoom meeting pada Jum’at (03/09/2021).
Menghadirkan narasumber Dr. H. Chandra Warsito, M.Si. dan moderator Ma’ruf Hidayat, M.H.
Chandra Menyampaikan bahwa Lembaga-lembaga agama mempromosikan diri sebagai respon pasar spiritual. Agama memiliki pengaruh signifikan terhadap kepercayaan, identitas dan nilai-nilai individu. Beberapa keyakinan dan doktrin agama dapat memotivasi konsumen menciptakan peningkatan kegiatan konsumsi tertentu. Di lain pihak, beberapa prinsip-prinsip agama dapat menghambat konsumsi barang atau jasa. Dalam hal ini, agama melalui doktrin atau prinsipnya berkontribusi pada pembentukan sikap khusus terhadap komoditas.
“Branding tidak hanya logo tapi juga bagaimana dapat mendorong emosi konsumen/masyarakat mengenal Lembaga zakat dan wakaf yang di tawarkan, apa saja produknya. Maka lembaga zakat harus berinovasi, memiliki trust. Segala sesuatu membutuhkan nama, namun tidak banyak lembaga dakwah yang memperhatikan pengemasan brand yang baik, padahal seorang konsumen dapat mengenal suatu barang ataupun jasa yang ditawarkan melalui merek. Melalui merek masyarakat terbantu dalam menafsirkan dan mencerna informasi produk lembaga, kemudian pada akhirnya membantu membangun hubungan antara lembaga amil zakat dan muzakki berdasarkan kepercayaan,” jelasnya.
Chandra juga menambahkan bahwa kesan yang seharusnya diperoleh seseorang mengenai Lembaga Zakat dan Wakaf adalah Profesional, (seluruh SDM memiliki sertifikasi amil.); amanah, (meningkatkan kepercayaan muzakki); transparasi (laporan keuangan secara berkala di audit secara eksternal oleh lembaga akuntan publik yang kredibel dan independent agar dapat memberikan daya dorong atau motivasi seseorang untuk menyalurkan zakatnya.
“Seseorang memiliki minat berzakat dan wakaf karena Interest yaitu ketertarikan yang menunjukkan adanya pemusatan perhatian dan perasaan senang; Desire, keinginan ditunjukkan dengan adanya dorongan untuk ingin memiliki; Conviction, keyakinan yang ditunjukkan dengan perasaan percaya diri individu terhadap kualitas, daya guna, dan keuntungan dari produk yang akan dibeli,” tambahnya.
Di sesi akhir Chandra mengungkapkan bahwa Indikator keberhasilan branding yaitu brand image yang dibangun melalui periklanan, penyediaan layanan, dan tampilan jati diri; Brand awareness adalah ditandai dari adanya jumlah like, follower dan share atas status, postingan maupun twit; Brand trust ditandai melalui adanya orang yang berdonasi di lembaga amil zakat; Brand loyalty yang ditandai dengan adanya komitmen para muzakki donatur tetap pada lembaga amil zakat.
Peserta diskusi sangat antusias dengan berbagai pertanyaan yang muncul seperti dari Dhani Kusumastuti M.Si., yang menanyakan tentang perspektif positioning dan elemen brand imaging.
Dr. Chandra menjelaskan bahwa yang terjadi dilapangan, baik LAZISNU maupun LAZISMU sebenarnya mendapat dana juga dari baznas, tetapi dilapangan mereka memberikan kepada yang berhak berdasarkan orang Muhammadiyah dan NU. Karena menganggap mereka lebih tahu yang lebih berhak karena berada pada satu organisasi/komunitas yang sama. (Tim Media 2021)

Print Friendly, PDF & Email